December 26, 2008

Happy New Year...

Masa Lalu adalah Kenangan
Masa Kini adalah Kenyataan
Masa Depan adalah Harapan & Tantangan


Gak berasa ya... udah mau berganti taun lagi
banyak hal yang telah terlewati di tahun 2008
pastinya ada senang, susah, sedih, bahagia, dan berbagai macam perasaan lainnya.
secara pribadi, tentunya aku juga banyak mengalami hal2 yang membuatku berada dalam posisi tersebut.

namun yang patut disyukuri adalah Kesempatan yang diberikan oleh Allah Swt kepadaku untuk memperbaiki hidup di tahun depan, baik secara personal, istri maupun Ibu dari anak2ku.
Bagiku, gak perlu dengan pesta pora, gak perlu dengan teriakan... namun renungan, doa, dan ikhtiar yg ingin kujalani pada malam taun baru nanti. terdengar naif??
terserah orang mau bilang apa.. it's Me

dan bagi mereka yang ingin merayakannya, tak jadi soal...
nikmatilah hidup ini selagi kau bisa menikmatinya.
sambut tahun 2009 dengan harapan dan tantangan yang baru
Biarkan air mata kesedihan di tahun 2008 menjadi masa lalumu
namun jangan membuat air mata itu menjadi sia-sia, tapi jadikanlah air mata itu penuh makna..

HaPpY N3w YeAr 2009

December 17, 2008

Manasik TK As Salam

ini adalah manasik haji yang diselenggarakan oleh TK As Salam, Tk dimana anakku Vinka bersekolah. tapi sayang manasik ini yg pertama dan terakhir buat Vinka di Tk itu, karena hari rabu tadi adalah hari terakhir Vinka ada di TK itu. ya, mulai kamis besok Vinka sudah tidak di TK As Salam lagi karena pindah rumah. tapi mudah2an kita sekeluarga bisa manasik yg sebenarnya untuk menuju Ka'bah yg sesungguhnya, amin.
Tadi juga udah sempet berpamitan sama semua temen2 n momster di TK itu, sayang juga karena ga semua mom's datang pada hari tadi. but it's okay, hope our time will be memorable in they mind.





December 16, 2008

4 Tips tak Jenuh di Rumah

Bagi sebagian perempuan, tinggal di rumah merupakan pilihan. Sementara sebagian lainnya memganggap hal itu suatu bentuk keterpaksaan. Apapun motivasinya, tinggal di rumah pastilah menyisakan stres, perasaan kesepian, dan bukan tak mungkin membuat depresi. Namun jangan khawatir, perasaan-perasan negatif tadi normal saja, kok. Nah, berikut ini ada sejumlah tips untuk mengatasinya!

1. Bangga dengan Apa yang Dilakukan
Ingat, tinggal di rumah adalah pilihan. Jika Anda sendiri tak bangga pada keputusan yang telah dibuat untuk selalu dekat dengan buah hati tercinta, rasanya Anda tak pantas mengharapkan orang lain menaruh kebanggaan serupa pada Anda. Jadi, ayo hadapi, meski hanya diam di rumah, lengkap dengan pertengkaran, rengekan, atau teriakan Si Kecil bukanlah acara piknik yang menyenangkan. Anak-anak hanya akan melewati masa kecilnya sekali saja, dan hal ini sangat menentukan kualitas hidupnya kelak. Sementara bagi Anda, dengan berbekal semua kompetensi yang dimiliki, pintu dunia kerja tetap terbuka lebar dan siap menanti.
2. Bekerjalah Secara Terorganisir
Anda mungkin berpikir betapa enaknya kaum ibu yang tak harus bergegas ke kantor setiap pagi, dan bisa mengatur jadwal sesuka hatinya. Anggapan semacam itu jauh panggang dari api, alias salah besar. Anak-anak (dan sang ibu tentunya) ini tumbuh dalam rutinitas. Mau tak mau mereka harus mengatur jadwal agar segalanya beres. Anda harus tahu persis apa yang akan dikerjakan selanjutnya, sehingga masih ada waktu luang untuk bersosialisasi dengan teman. Menjaga rumah tetap rapi juga akan sangat membantu membuat Anda kerasan tinggal di rumah. Siapa, sih, yang mau "berenang" di tengah tumpukan pakaian yang belum disetrika?
3. Prioritas Relasi dengan Suami
Sekalipun Anda sukses sebagai ibu teladan, yang mendedikasikan seluruh energi dan waktunya bagi anak-anak, namun bila perkawinan Anda jadi berantakan, mereka juga yang akan menderita. Jadi, jadwalkan secara teratur 1-2 kali dalam sebulan untuk berkencan bersama suami. Setahun sekali, setidaknya ada 1 kali berlibur khusus atau berakhir pekan bersama pasangan tanpa anak. Jadwalkan waktu khusus setiap malam hanya untuk berduaan dengan suami. Sedapat mungkin biasakan anak-anak tidur di kamar masing-masing sejak kecil.
4. Sediakan Me Time!
Tak perlu tampil sebagai ibu yang baik selama 24 jam terus-menerus. Bukan suatu kesalahan, kok, jika Anda menaikkan kaki ke atas meja dan relaks sejenak. Yang tak kalah penting, tetaplah menjalin kontak atau mengunjungi sahabat karib. Sesekali keluar bersama "gerombolan" teman-teman semasa kuliah dulu pasti akan mengasyikkan. Pengaruhnya akan nyata, lho, terhadap penampilan Anda. Percayalah, Anda akan awet muda dan terlihat ceria.

December 14, 2008

Ungkapan Sederhana untuk Istri Tercinta

Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya. Disaat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia? Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara disaat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya. Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut?
Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar. Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit. Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengarkan melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam mengjadapi 'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.
Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang. Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.
Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"
Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada pengakuan untukknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih.
Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak adal lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karema merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda 'Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah SAW, "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku". Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan.
Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri. "wahai manusia, sensungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah." kata Rasulullah SAW melanjutkan. " kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.
"Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta'ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.
Sumber: Ust.M.Fauzil Adzim
2007-03-07

December 13, 2008

6 Bulan di TK As Salam

Ini adalah ruangan dimana anakku “Zahara Vinka Al Hadi” bersekolah. Namanya TK As Salam, yang terletak di bagian barat kota Jakarta di daerah Joglo. Udah 6 bulan Vinka menghabiskan waktu dari pukul 07.30 sd 10.30 wib di tempat Itu, kelas A2.
Pertama kali masuk sekolah, Vinka masih malu2 dan seperti kurang confidence, tapi lama kelamaan, keliatannya dia mulai bisa bergaul dan bahkan ibu gurunya bilang (Bu Unik) kalu Vinka salah satu murid yang baik, penurut, dan bisa ngemong temen2nya yang lain (itu gurunya yang bilang lho…). Liat aja, secara anakku memang paling besar diantara yang lain.

mmm…tadi siang, ceritanya temen2 sekelasnya ngumpul di rumah Arul sekalian Farewel,,,yaaa… tapi sayang juga karena ga semua temen2nya pada ikut, maklumlah kalau weekend rata2 family day. But it’s okay, she’s fine.

Sebenernya sayang banget baru 6 bulan Vinka harus pindah dari TK itu. But, new home waiting us to move there. Cibubur bo… jauh banget kan…

To all friend…
“Say goodbye is one sad thing to do, but making it memorable in mind is something we should do”

December 10, 2008

Telapak Kaki Kapalan


Telapak Kaki Kapalan, Apa Solusinya?Meskipun tidak terlihat dan berada di bagian tubuh bawah, telapak kaki memegang peranan penting dalam hidup kita। Coba bayangkan, tanpa kedua telapak kaki kita tidak mungkin dapat berdiri tegak dan melakukan aktifitas sehari-hari. Oleh sebab itu rawatlah telapak kaki Anda sebaik mungkin agar terhindar dari kapalan dan pecah-pecah. Anda tentu ingin terlihat cantik saat mengenakan sepatu hak terbuka kesayangan Anda kan…

Minyak Zaitun
Minyak zaitun jenis extra virgin merupakan jenis minyak zaitun yang paling banyak mengandung vitamin E yang baik bagi kulit dan sekaligus dapat menjadi pelembab bagi kulit kering di kaki Anda। Oleskan minyak zaitun secara merata di permukaan kaki minimal dua kali dalam satu minggu.
Minyak Essensial
Rendamlah kaki di dalam sebuah baskom yang telah diisi dengan air panas। Campurkan dua tetes minyak esensial di dalamnya dan pijit kaki secara perlahan, dijamin kaki Anda akan menjadi semakin lembut dan terhindar dari kekeringan.

Selain kedua minyak tersebut, untuk membuat kaki menjadi mulus tanpa pecah-pecah bisa juga dilakukan dengan mengurangi pemakaian stiletto atau sepatu berhak runcing karena terlalu lama menggunakan stiletto dapat membuat kaki Anda merasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan। Memang sih wanita manapun pasti tak ada yang bisa menahan godaan cantiknya pesona sepatu berhak tinggi, namun demi kesehatan telapak kaki kita tidak masalah kan jika pemakaiannya sedikit dikurangi? (Nae)

December 05, 2008

Terima kasih Yaa Allah

Hari2 terasa begitu cepat berlalu, bulan dan tahun pun terus berputar. Setiap hari kumulai dengan mengucap syukur pada Allah Swt atas segala nikmat yang telah diberikannya kepadaku, atas nafas yang masih dapat kuhirup, raga yang masih mampu tuk melangkah, dan kekuatan pikiran yang dapat membuatku merenungkan kekuasaanNya.

Kini, batin ini terasa begitu tenang,
Apa yang telah dan akan kulakukan hanyalah untuk mengharap ridhoNya.
Aku tidak menampik bahwa kesenangan dunia ini begitu menggoda,
Tapi sampai kapan, untuk apa? Toh semua ini hanyalah sementara.
Aku juga tidak naïf atas semua yang kurasakan ini…
Aku merasa ikhlas menjalankan semua yang menjadi rutinitasku
Yaa…ikhlasku semangatku…

Terima kasih Yaa Allah…Terima kasih tak henti2nya kuucap kepadaMu
Segala puji bagiMu Ya Allah…