February 28, 2009

Sabtu Hujan

whuiiihhh memang ga ada habisnya kalu bercerita tentang anak2ku...yup..ada aja tingkah pola ke2 buah hatiku... Putriku Vinka sangat sayang sama adiknya Zahran pandai mengasuh bahkan menyuapinya pun Vinka sudah mulai lancar. padahal Vinka baru 5,5 tahun lho.. tapi karena Zahran masih kecil... dia belum mengerti benar apa yg dilakukannya tiap kali dan tiap kesempatan... Zahran selalu berulah..secara memang umurnya dia yg baru 1,5 th memang waktunya segala pengen dicoba dan pengen tau kadang, lagi tenang2nya... tiba2.. wuakikekukshdiahjshdbydfhdhjfuid.... akh perhelatan dimulai antara adik dan kaka. bletak.. Vinka: aduhhh Ummiiiii... adik mukul aku.. Ummi: ..ooo sayang... maafin adik ya, adik belum ngerti nak, ayo minta maaf sama kakak Berasa masih pengen jailin Kakaknya.. Zahran masih cari akal Vinka: Aduh Umiiii..aku dilempar sama adik Umiii: bener2 harus sabar...sabar... yah..gitu deh setiap harinya... Zahran lebih aktif dari Vinka.. ga jarang aku sampai ga kuat nahan amarah
that;s the story 2day

February 27, 2009

CARA MENGAJARI ANAK BERBAGI

MENGAJARI anak untuk bisa berbagi dengan orang lain mungkin susah-susah gampang. Maklum, di usia mereka memiliki suatu barang adalah sebuah kesenangan. Mengenalkan pelajaran beramal sejak dini kepada anak akan memberi nilai positif untuk kehidupan mereka kelak. Anda pun akan merasakan kebahagiaan saat melihatnya tidak menjadi orang egois.
Berikut ini beberapa cara mengajarkan anak Anda untuk bisa berbagi dengan sesama, seperti dikutip dari SheKnows.
Saling bertukar makanan
Anda bersama tetangga rumah memiliki kebiasaan saling bertukar makanan. Mintalah anak Anda untuk mengantarkan makanan yang telah Anda buat untuk diberikan ke tetangga. Meski hal ringan, namun akan menyisakan memori tersendiri dalam kehidupannya kelak. Melibatkan dirinya dalam kebiasaan saling mengirim makanan akan mengajarkan secara tidak langsung untuk saling berbagi dengan orang terdekat.
Menyumbang mainan
Ajarkan anak Anda merapikan mainan, buku, ataupun pakaian yang tidak disukainya lagi untuk diberikan kepada kawan sepermainannya. Biasanya, anak kecil tergolong egois dengan mainan milik pribadinya dan royal terhadap barang tertentu. Beri pengertian kepada anak Anda bahwa sebaiknya mainan yang tidak terpakai dapat dibagikan atau disumbangkan ke anak yatim piatu yang lebih membutuhkannya. Libatkan secara langsung anak Anda saat memberikan mainan dan bajunya.
Belajar menyumbang
Berikan gambaran atau ilustrasi cerita mengenai anak seumurannya yang kurang beruntung dan membutuhkan uluran tangan. Mungkin anak Anda belum mengerti maksud. Anda bisa memberi contoh nyata dengan mengajaknya mengunjungi rumah yatim piatu atau mendorongnya memberikan sumbangan uang pada kotak amal yang disediakan di suatu tempat. Anda secara tidak langsung telah memberikan rekaman memori yang baik pada anak di masa kecilnya. Kelak, memori tersebut akan memberi dampak positif saat ia telah dewasa. (ftr)