June 22, 2009

Lihat di Sekitar Kita

Kita hidup di dunia ini hanyalah sebagai jembatan menuju ke kehidupan yang sebenarnya, namun sayangnya banyak di sekeliling kita yang masih menganggap bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah saat ini… orang bisa dengan mudahnya menganggap hidup ini enteng, namun tak sedikit ada juga yang menganggap bahwa hidup ini adalah suatu proses.



Nah, apakah kamu sudah merenungi pilihan mana yang akan dijalani?
Kalu sudah, apa yang akan kamu jalankan dengan pilihan itu?


Untuk yang memilih bahwa hidup ini adalah jembatan bagi kehidupan yang sebenarnya, bersyukurlah, karena kamu menyadari sepenuhnya bahwa scenario yg terjadi dalam hidup sekarang adalah kehendakNya, dan untuk kamu yang merasa easy going dengan kehidupan sekarang, kamupun boleh bersyukur, TAPI…. Bersyukurlah karena kamu dapat menikmati semua karenaNya…


Jadi, apapun bentuk hidup yang kamu jalani sekarang, coba lihat di sekitar kamu, seberapa banyak orang yang telah mensyukuri nikmatNya?


Nikmat mendapatkan ilmu yang tinggi
Nikmat Masih dapat bernafas dan sehat sampai sekarang
Nikmat masih memiliki orangtua
Nikmat bisa makan dan minum
Nikmat memiliki sanak saudara yang masih bisa berkumpul di hari raya
Nikmat memiliki anak2 yang lucu
Nikmat bisa menjalani hidup, bahkan
Nikmat untuk membaca postinganku ini…. ^_^ dan nikmat lainnya yg tak terhingga


Semua nikmat yang telah kamu terima jangan pernah dipungkiri atau dikeluhkan sedikitpun, karena masih banyak orang di sekitar kita yang belum tentu mendapatkan semua nikmat2 yang kamu miliki…


Sungguh, Kesenangan dunia yang tidak membawa kepada kesenangan negeri akhir, adalah kesenangan yang sia-sia (ust.Yusuf Mansur)

June 16, 2009

Makna Hidup

Dalam sebuah perjalanan hidup
cita cita terbesar adalah menuju kesempurnaan
ada kalanya kita mesti berjuang
belajar menyikapi segala rahasia dalam kehidupan
Dalam perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap langkah kita
setiap hembusan nafas, detak jantung, dari siang menuju malam
semua menuju titik yang sama, KESEMPURNAAN
Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu
Tidak ada seorangpun melebihi yang lain
namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menyikapinya
Ada yang berjuang untuk melewatinya dengan membunuh waktu
Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang ia punya
Apa rahasia terbesar dalam hidup ini?
Melewati hari ini dengan penuh makna?
Makna tentang Cinta, Ilmu, dan Iman
Dengan CINTA hidup menjadi indah
Dengan ILMU hidup menjadi mudah
dan dengan IMAN hidup menjadi terarah

June 08, 2009

Mama ku

Bila kau minta baktiku saat ini, sudah kupersembahkan untukmu Mama
dengan kata-kata cinta tulus untukmu
dengan sajak indah tentangmu
itulah baktiku padamu bunda
Doa puji selalu kusembahkan, walau kadang kata-kataku menyakitkan
Air mata selalu tercurah bagai hujan bila kutertimpa kemalangan

Oh mama...pijarkan ampunan untuk putrimu
Mama, kau tak pernah menganggap diriku sebagai deposito
bisa sesuka hati diambil saat tiba waktunya
Kau yang mengartikan kelahiran bukan rugi laba seperti gundukan budi yang menggunung yang harus dibayar segera

Mama...
jalan mana yang harus kutempuh?
kalau bukan dari jejak tetes air susumu dan dari coretan coretan ditanganku
Bunda...

(4 my beloved Mommy..I miss u)

June 06, 2009

4 Kunci rumah tangga harmonis



Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk
kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna
apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.

Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan
suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri
sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak
tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi.
Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan
dinamis, gairah, dan hangat.

Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga
merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria,
wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di
dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna.
Pasti ada kelebihan dan kekurangan.

Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang
indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi
rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.

Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu.
Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi.
Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan
mengisi kekosongan-kekosong an yang ada di antar mereka.

Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan
rumah tangga.keempatnya adalah:

1. Jangan melihat ke belakang
************ ********* ********* *********
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. "Kenapa saya
waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?" Buang
jauh-jauh lintasan pikiran ini.

Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru,
akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele
menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup
kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.

Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah
masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang.
Atau, na'udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita.
Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.

2. Berpikir objektif
************ ********* ****
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat.
Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah
melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga
tidak secara utuh.

Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika
dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak
yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.

Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi
emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak
becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini
terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si
isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.

Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati
dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup
kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa
sekaligus melatih kemandirian anak-anak.

3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
************ ********* ********* ********* ********* ********* *******
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita.
Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki.
Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan
sudut pandangnya.

Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak
kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di
sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan
suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.

Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari
pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita
karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa
nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil
jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan
yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat
untuk berubah.

4. Sertakan sakralitas berumah tangga
************ ********* ********* ********* ********* **

Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga
adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau
menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru
di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.

Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah
itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka
kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada
kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.

Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi,
dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan.
Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah !!! ^_^
(taken from okezone.com)

14 hari di Bandung

Dua minggu berkunjung ke Bandung kali ini, rasanya koq cepet banget ya…mungkin karena banyak plan di bandung yang coba Yank jalani…
Berawal dari tugas dines suami yang mengharuskan ke bandung, bersamaan kerinduan kepada tanah kelahiran … Yank dan ke2 buah hati pun berangkat ke Bandung, naik travel… alhamdulillah jumat tgl 29 Mei yg lalu travelnya lagi ga penuh…jadi satu mobi mini bus travel itu cuma diisi oleh saya, ke2 anakku dan satu orang ibu…hikzzz…serasa mobil pribadi jadinya…

nyampe di Mommy Home... eh,my lovely kids bergaya dulu... ciyeeee...begini ni..

Begitu sampai di bandung… semangat untuk langsung ketemu temen2 muncul dengan sangat… (dalam hati…hehehe… ini kesempatanku … mumpung anak2 lagi sama kakek dan neneknya)… akhirnya, small reuni temen2 sma pun terlaksana.. yup.. PIzza Hut Istana Plaza Bandung


selain itu..acara shopping yg ga pernah kelewat tiap kali ke Bandung... one day full on PVJ bandung.. here one of my little daughter (Red : Vinka)



waahhh...sebenrnya masih banyak cerita di bandung kali ini... tapiiiii...duuuuhhh... I have no idea...mungkin karena dah kelamaan kali ya ni blog ga disentuh, jadinya aura yg didapet masih ky rumah kosong...hikz...

nanti Yank bakalan coba posting lagi de, nyari mood camistry yang enak buwat cerita...