September 30, 2010

K E T I K A

Ketika Mimpi itu kembali mengusik lelap tidurku
Ketika pula rasa itu makin menyeruak ke dalam kalbuku
Ketika asa kembali menyergap jiwaku
Ketika mulut tak lagi berucap apa-apa dan Tanya tak lepas dari benakku
mengapa?

Ketika Rasa yang suci, lembut bagaikan sutra
mampu tergores oleh sayatan2 yg mematikan
Ketika kakipun tak mampu melangkah lagi...
bagai tak ada celah yg mampu membuatnya berjalan

Ketika hidup tak lagi memiliki kekuatan
Ketika jiwa tak lagi memiliki ruh nya
Ketika sentuhan tak lagi terasa getarannya
Ketika kecupan tak lagi mampu membuatnya berhasrat
Ahhh.... semua itu terasa sangat membosankan

Ketika kepedulian sudah sangat menipis
Ketika jiwa tak lagi dirindukan
Ketika hampa terus menyelimuti
Ketika cinta mulai dipertanyakan kesuciannya
Kemanakah perginya cinta?

Ketika tanya kembali dipertanyakan
Ketika Pashrah menjadi jalan untuk membuatnya bertahan
tetap mengayuh tanpa arah, dan
Ketika kembali pada cinta suci itu
Maka Tanya tak perlu dipertanyakan lagi

K E T I K A

5 comments:

Senja said...

Jangn biarkan luka membekukan hatimu,
jangan jadikan dendam kian memberatkan langkahmu....

ringankan saja,sayang...
sahabatku terkasih,
tak ada yang mampu menjadi kekasih maha setia selain DIA.

aku rasa apa yang menggoreskan luka di rasamu.
teguhkan hati....lupakan tanya,jauhkan sesal...

jadikan kejatuhan dan kehilangan,menguatkanmu..
menjadikanmu teguh berjalan karena kesempurnaan bukan hak manusia yg fana,kita...

with love.....SenJa

~Serendipity~ said...

Biarpun nggak bisa menulis puisi, tapi aku suka baca puisi-puisi dengan syair yang indah dan tidak memiliki terlalu banyak makna tersirat. Puisi ini adalah salah satu yang kusuka. Top, mbak :)
Risma

toko online said...

Wah puisi yang sangat bagus, saya tunggu karya selanjutnya. Terimakasih

Zulfadhli's Family said...

Hi Mba Mira, pa kabar? Sori neh gw baru sempet main kesini lagi. Semenjak mudik dan nyampe di Miri tanggal 28, kena penyakit males ngeblog. Tapi hari ini disempetin posting & main2 ke rumah tetangga :-)

Btw bagus euy puisinya.

Oya, sayang waktu itu kita ga sempet ketemuan yah (kata Teh Vera Mba lagi ada pertemuan Ori). Next time moga2 bisa KopDaran :-)

@yank Mira said...
This comment has been removed by the author.