June 08, 2011

Suami Istri "haruskah bersinergi?"

Menjadi bagian dari sebuah asmara dalam suatu hubungan yang berkomitmen adalah salah satu harta hidup yang terbesar, dan tentu saja menjadi pasangan merupakan suatu karunia sejati bagi semua insan. Di dalamnya sudah terjalin satu ikatan dengan bulir2 kasih, bulir kepercayaan, kesetiaan, persahabatan , rasa aman dan tentu saja cinta. hhmm, indahnya....

Ketika 2 insan dipertemukan dalam satu ikatan, keduanya memiliki sinergi yang berbeda tentunya, karena keduanya pun berangkat dari pribadi masing2 dengan karakter masing2 yang kuat. Namun sudah pasti hal itu telah diadaptasi jauh sebelum sebuah komitmen jangka panjang dilakukan, yaitu pernikahan. Lantas, apa kisah2 yang terjadi dalam ikatan itu? tentunya semua punya cerita masing2.

Berbekal dari buku2 yang saya baca, baik itu referensi berdasarkan kisah nyata atau fiksi, saya ingin berbagi bahwa diluaran sana ternyata masih banyak hal2 yang menurut saya tidak biasa terjadi, atau mungkin memang sudah terbiasa pada sebagian orang. Ketika sebuah janji suci begitu mudahnya ternoda, ketika suatu pondasi kuat bisa saja tergoyahkan hanya untuk memenuhi sebuah nafsu yang sesaat.

Bukan hal tabu lagi ketika saya mendengar seorang suami berselingkuh atau sebaliknya, ayoollaah anda juga pasti pernah melihat lingkungan terdekat anda mengalami hal serupa, kalaupun enggak, yaa Alhamdulillah.

Apa sih penyebab semua itu? mengapa tiba2 sebuah komitmen yang telah dibangun kuat tiba2 goyah atau bahkan ambruk sekalipun. mungkinkah karena jaman yg makin "edan"? atau melemahnya pondasi setiap orang baik secara keimanan atau sosial? jawabannya bisa beraneka ragam... iya kan? kesibukan masing2 orang atau bahkan saking sibuknya yaa akhirnya rumahpun hanya sebagai pilihan tempat tidur doank. helooo, buat yang berumah tangga, Anda pasti menyadari kan kalau ada malaikat2 kecil diantara anda? "Saya sadar"

saya tidak ingin menceritakan detil permasalah atau referensi dari tulisan saya ini, atau ketika saya mengangkat tema "selingkuh", bukan berarti itu inti dr tulisan ini. Sesuai dengan judul yang saya tulis. mampukah kita melakukan hal itu? ketika sebuah komitmen mulai tergoyahkan, adakah sinergi yang dapat membantu kita untuk kembali pada janji2 ikrar suci itu?

Di awal komitmen yang dibuat, tentunya kita sama2 menyelaraskan berbagai hal berbeda dengan pasangan kita. isi dua kepala berbeda disatukan dalam satu wadah, pastinya lama2 pun pro kontra mulai bermuncullan. namun bukan berarti tidak ada lagi ruang yang bisa kita cerna dari sudut pandang berbeda. Kita tetap harus membangun jembatan, untuk membantu kita menyebrangi berbagai macam lika liku kehidupan (khususnya rumah tangga). disinilah perlu kerjasama yang bersinergi antara keduanya, bergandengan tengan.

saya ingat sekali ketika saya pernah juga ditimpa masalah (yaa namanya rumah tangga yaa, ada aja kan ga selarasnya), jika saya dan pasangan saya terus mengedepankan sudut pandang yang berbeda, kemungkinan untuk bisa keluar dari jalan sempit sangatlah tipis. namun ketika saya niat dan siap bersinergi dengan pasangan saya, hasilnya "subhanallah" saya hanya bisa bilang "luarbiasa", tentunya semua itu kami landasi juga dengan pondais prinsip kami, sesuai dengan ketentuan ajaran agama kami.

Sinergi dalam rumah tangga itu harus terus dipupuk, sinergi suami dan istri layaknya tumbuhan harus selalu dirawat, disirami air dan diberi pupuk kehangatan, agar selalu terasa segar dan menyegarkan. isilah kekosongan dalam setiap kesempatan, saling melengkapi dan berikanlah apa yang dibutuhkan, dengan ikhlas dan penuh rasa kasih. semua itu akan terasa indah jika kita pun selalu kembali pada fitrah kita, pada ketentuannya untuk saling menjaga amanah yang telah Allah titipkan pada kita, yaitu Suami/ istri dan anak2 kita. Semoga tidak ada yang merasa tergurui dengan catatan hati saya, semua ini murni dari apa yang saya lihat dan rasakan saja.

"Jika kau tak mendapatkan cinta yang sempurna, maka berikanlah cintamu secara sempurna"

8 comments:

IndahJuli said...

Setuju sama mira, suami istri harus bersinergi agar tercapai kebahagiaan untuk keluarga.
Postingan yang bagus, Mira, inspiratif.

Dian said...

Setuju juga aku dengan pendaapatmu....tapi sekarang tergantung dari pasangaan kita, mau di bawa kemana arahnya dan pastinya semua berharaap ke arah yang lebih baik

Sary Melati said...

dua orang berbeda tujuan yang sama, tidak mudah tapi juga bukan tidak mungkin :)

SoftWarp said...

Benar sekali apa yg dibicarakan diatas senergi dalam keluarga sangat penting untuk dapat mewujudkan keluarga yg bahagia dan harmonis

salam kenal

ke2nai said...

setju :)

kinanthi said...

suami istri adalh partner untk saling melengkapi....

khansa with passion said...

sya jatuh cinta ma tulisannya
;)

Bunda Fatih said...

Agaknya masalah keimanan merupakan faktor penting dalam membina rumah tangga harmonis. Mereka yang mendapatkan ketenangan dalam ibadahnya, akan tenang pula dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.

Ketenangan yang sama sekali tidak berkaitan dengan tarikan duniawi, tetapi ketenangan itu yang membuat kehidupan duniawiyah penuh dengan kebahagiaan.

Salam hangat. Bunda Fatih.