January 07, 2012

Bangkit

Setiap kejadian yang menimpa dalam setiap langkah yang kita tempuh sebetulnya hal yang tidak perlu kita risaukan terlalu dalam (*hey, I'm talk to my self). Kita ditempa pada satu kenyataan bahwa segala sesuatu itu memang ada saatnya. Ketika kita merasa senang, Allah akan berikan kesenangan kepada kita. Namun, tak jarang pula Allah Swt pun menguji kita dalam kesenangan itu. Apakah kita jeli dalam melihat hal tersebut?

Semalam, ketika aku merasakan kegundahan... saat air mata tak mampu dibendung, saat rasa tak sanggup lagi dipendam, saat raga terkulai lemas... hanyalah bersandar yang kuinginkan. Bibirku terkatup bisu, tak tau harus berkata apa. Hanya rasa, biarlah rasa ini yang bicara... sampai kau pun tau dengan sendirinya apa yang menjadi kegundahanku. 

Beberapa saat berjalan, tak ada kata yang terucap dari mulut kita masing-masing, namun kurasakan hangat belaianmu, kunikmati setiap kecup dan pandanganmu, seolah kau nampak begitu paham dan mengerti apa yang ada dalam hati dan pikiranku. Oh Tuhan, bagaimana mungkin semua ini akan hilang sementara waktu dalam keseharianku?! Sanggupkah aku menjalaninya?...

Aku tau, dalam setiap perjalanan hidup, selalu tidak ada yang namanya "Kebetulan", Segala sesuatu yang telah dan akan terjadi sudah menjadi kehendak Allah, bukan kehendak kita. Namun itulah manusia (saya sendiri) ... terkadang terlalu mengagung-agungkan ego sendiri demi terpuaskannya nafsu yang belum tentu membawa kebaikan. Astagfirullah Hal adziim Ya Allah, jauhkanlah hamba dari sifat-sifat yang dapat membuat hamba tersesat. 

Kini, apa yang bisa kulakukan?!
Jalan yang kami harap, adalah sesuai petunjukmu. Akankah aku mengelak lagi dari kenyataan? atau haruskah aku menarik lagi apa yang telah diputuskan? Ampuni aku jika aku masih menghalangi keikhlasan dalam hati ini Ya Allah. Semua ini sungguh di luar nalarku. Terkadang nalar mampu tertutupi jika hati mulai goyah dengan segala kerisauan. Berikan aku kekuatan dalam segalanya. 

:) aku tersenyum sejenak ketika bunyi suara Handphone menyadarkanku dari lamunan ini. Dia adalah sahabatku. lagi-lagi bukan suatu kebetulan, namun Allah sengaja menggerakan jari-jarinya untuk menekan nomorku di handphone nya. Tidak ada obrolan yang penting, dia hanya menyapa di pagi ini, dan sekedar memberikan dukungan. hmm... sedikit buyar keresahan ini, karena aku terpaksa bersuara menyapa balik sahabatku, walaupun jujur bibir ini sedang tak ingin bicara dengan siapa pun. Sepertinya itu merupakan hal kecil, namun aku berterima kasih atas sapaanmu pagi ini yang menyadarkanku dalam lamunan ini. Seraya aku kembali membuka pesan sms yang sempat dikirim oleh Ayahku di Bandung...  "AYO BANGKIT Neng... Mpah tau Neng anak yang penuh semangat" hikss..duh maaf, sedikit menetes lagi air mataku.

Baiklah Pah... sudah saatnya memang anakmu ini membangun kembali raga ini, sudah saatnya mengisi jiwa ini dengan Iman yng lebih tebal, ilmu yang semakin di asah, mimpi yang harus semakin dikuatkan, terutama adalah bangkit dari segala keterpurukan. Bukan semata-mata karena Engkau yang minta... namun aku sadar, Aku harus membangunkan diriku, aku harus menyadarkan diri ini, bahwa kenyataan sudah di depan mata. Harapan indah yang siap menyambut kehadiranku, anak-anak yang masih harus aku bimbing dan berikan segala perhatian, kasih sayang. Cukup sudah sampai di sini. Aku tak perlu terlalu risau lagi. Yang harus kulakukan adalah kembali menata hati dan pikiranku, kembali memahami Fitrah diri. Dari mana aku, datang untuk apa aku ada di dunia ini... Bismillah, Semoga Engkau memudahkan dan meridhoi segalanya Ya Allah, Aamiin.

16 comments:

Lidya - Mama Pascal said...

ayo miraaa pasti bisa

Irien said...

Cintakuuu.... Ayo semangat..hidup itu bukan utk di rantapi tapi di syukuri apapun itu peristiwanya, itu proses pembelajaran.... Aku kangen di towel2 kangen becandaan....

Pasti awalnya sulit..tp lama2 akan terbiasa, manusia adalah mesin adaptasi yg paling hebat. Jng sedihya... Pasti ada rencana yg indah di balik semua ini.

Ibu irien sok tau mode on....

Senja said...

Rasanya agak sedikit aneh membaca tulisan ini, kemana ayank mira yg selalu tegar dan mandiri.

Ayo semangat mba....:)semua akan baik-baik saja dan percayalah waktu akan berjalan cepat ^^

alaika abdullah said...

nalarku tak mampu mereka gerangan apa yang terjadi dibalik tutur kata postinganmu ini sobatku, juga tak berani terlalu menerka... apapun itu, doa tulusku agar Allah SWT selalu menuntun langkahmu, memberimu kekuatan dalam menghadapi cobaan apapun....

semangat ya Ra.... hidup ini harus tetap indah, karena itu adalah anugerah yang Mahal Kuasa... so let's make life colorful yuk....

Goiq said...

semangat Mir...

lombokguide said...

ayo kita bangkitttttt semangat buat berkaya,

kira said...

rehat sejenak, cari hiburan, seneng, bangkit. hohohohoho :)

masih terlalu muda aku untuk menasehati yang lebih berumur. tiap individu pasti punya caranya masing2 dalam menghadapi ujian hidup. semangat :)

Baby Dija said...

Ayoooooooo SEMANGAT Tante....

Elsa said...

semoga sekarang udah bersemangat lagi yaa

kakaakin said...

Semangat ya!
Ikhlas menerima apa yang telah ditetapkan Allah pada kita. Mudah tuk diucapkan, namun sulit tuk dilaksanakan. Semoga bisa segera bangkit kembali :)

ke2nai said...

semangkaaaaaa = semangat kakaaaaaaakkkk ^^

sanman said...

ayo kita bangkitttttt semangat buat berkaya,

ketty husnia said...

tetap semangat ya mbak..kata orang selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan :)

jarwadi said...

tapi berat ketika kita mau bangkit sehabis terjatuh dalam

Dongeng Denu said...

semangattt mba mira.. time heals everything.. :)

Anggie...mamAthar said...

Tetaaap semangaat.. !!