January 13, 2012

Harimu, adalah Hari Ini

Pernahkan terlintas di bayangan temen-temen semua, bahwa kejadian di masa lalu selalu datang menggelayuti pikiran? Seolah menjadi teguran keras, masa lalu bisa membuat kita terlena di dalamnya bahkan sulit membuat kita dalam menentukan langkah baru. Menyedihkan jika itu sampai terjadi. Bahkan dalam keadaan saat ini, terkadang kita ga pernah luput dari segala macam sentuhan-sentuhan hati yang bersinggungan. Entah itu merasa bosan dengan pekerjaan di kantor, seorang Ibu yang jenuh dengan rutinitas yang biasa-biasa saja, mengurus anak (yang terkadang selalu saja membuat hati dan pikiran terpancing emosi), belum lagi urusan rumah tangga lainnya yang hampir setiap hari memerlukan perhatian khusus dari seorang Ibu, anak rewel, anak berantem sesama kaka adik dll. Ada lagi kasus yang bisa terjadi dengan seorang teman, aah banyak deh pokoknya. Sekelumit permasalahan yang tiap hari hadir dalam kehidupan kita.

Dengan semua itu, tak jarang dari kita hanya bisa berdiam diri, merasakan kegalauan, keresahan  dan kesedihan.  Menurut saya, itu hal yang wajar, namanya juga manusia. Saya sendiri pun tak lepas dari rasa seperti itu. Jika dirasakan kian hari kian dalam, yang terjadi saya hanya akan makin terpuruk, iya gak?

Pada saat inilah, kita harus bisa menggunakan waktu secara bijak. Gak mungkin juga kita akan bergantung pada masa lalu kita yang jelas-jelas ga akan pernah bisa kita perbaiki dan sepatutnya jangan kita sesali. Adalah hari ini, hari yang nyata, dimana kita sebaiknya mencurahkan seluruh perhatian, kebjiakan dan melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan sebaik mungkin. Kita tidak pernah tau, usia kita akan bertahan di angka berapa. dan tidak ada satu orangpun yang bisa menebaknya. Mulailah berpikir bahwa masa hidup kita hanyalah hari ini, setiap menit waktu kita laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksanan ratusan bulan. Maka... kamupun seharusnya mengatakan pada diri sendiri, bahwa "Harimu, adalah hari ini". Yup, dengan begitu.. kamu akan sangat memantaskan dirimu, dan memaksimalkan apa yang bisa kamu lakukan hari ini, melepaskan segala keresahan, kesedihan, dan duka masa lalu. Wake Up Friends...

"Hari ini adalah milik kalian semua". 
Milik kalian yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.
Cemungudh .. :)


*Inspiring - La tahzan

25 comments:

veven said...

setuju mbak :)

Lidya - Mama Pascal said...

setuju banget Mir :)

endangsetiowati said...

setuju juga :)

Della said...

Kadang orang memang sering menyesali masa lalu (termasuk aku, hehe..) tapi masa lalu itu juga yang membuat kita jadi kita yang sekarang. Ambil hikmahnya aja kali ya, Mir ^___^

de said...

'Hari ini adalah esok yang dikhawatirkan kemarin'

so...smangat yaaa

menjadwab pertanyaan disini aja yah. "Manusia Angka" adalah sebutan dari temen de yang pendidikannya sastra. Dia bilang kepala de teknikal banget (maklum anak STM), pikiran de cuma bermain di logika.

De menyebut dirinya "manusia kata" hehehe

Senja said...

masa lalu sudah kita selesaikan,...kini bagian kita menyelesaikan hari ini dan menjemput masa depan :)

semangaaatttt mba :d

mabrurisirampog said...

yupss, setuju,,
masa lalu cukup dijadikan pelajaran untuk bsa melangkah lebih baik lagi hari ini.

Insan Robbani said...

wah... pesaing berat mario teguh nih.., tetep semangat juga ya mbak Mira, karena yg paling bisa menyemangati diri adalah diri kita sendiri.., tidak ada waktu yg ideal, yg ideal adalah hari ini....

Tiyo Harwin said...

waaaa kalo gini siih setuju banget ..
salam kenal ..
kalo ada waktu luang singgah ke blog saya ..
coment and follow ..
http://peluru-tajam.blogspot.com

alaika abdullah said...

keren banget postingannya Ra... setuju. Banget. Tak guna menyesali hari kemarin, tapi jadikan pembelajaran agar hari ini lebih baik dari hari sebelumnya...

have a great week end dear Mira! :-)

Thanjawa Arif said...

keren sekali dan nasihat yang tepat mbak terima kasih

ke2nai said...

setuju.. Cemungudh .. :)

sYam said...

Sepakat mbak mir... nice posting nih :)

Maaf baru sempat main kesini. aku ngeblognya via mobile sementara mobile view blognya mbak mira gak aktif. jadi susah masuk deh :)

Ronald Samudrabiru tour & travel said...

halo salam kenal ya ka...aq mau coba ikutin terus blog punya kk...mohon petunjuk nya y ka..
best regards,

ronald samudrabiru.co.id

NF said...

Hari ini adlh hariku, hari d mana aq hrs jadi orng yg lbh baik tuk hari esokku, krn hari kmrn adlh plajarn untukku.. ;)

Mami Zidane said...

salam kenal mbak mira....saya juga ibu rumah tangga yang sering merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari...ternyata ini memang wajar ya mbak...tapi semoga di balik rasa jenuh yg kerap hadir malah akan membuat kita jadi lebih kreatif mengisi hari-hari dengan kegiatan lain yang lebih berguna.

Anggie...mamAthar said...

Setuju bangettt.. Semangat utk hari ini..

kakaakin said...

Yup, karena itu kita harus selalu berbuat yang terbaik ya... :)

Sarah said...

karna esok belum tentu milikmu :D

@yankmira said...

@Veven, Lidya & Endang : sip, makasih yaa

@Della : sip, insya Allah semakin lebih baik ya della

@de : ooh gitu ya mba dwi... sip, jadi ga penasaran lagi deh

@Senja : Semangat juga Irmaaa, makasih yaa

@Mabrursirampog : setuju, makasih yaa

@Insan Robbani : wah, engga maksud jadi pesaing MT ko mas, jauh banget ilmuku, ckckckck. makasih yaa

@Tiyo Harwin :Salam kenal juga, makasih yaa

@Alaika : sama-sama mba, semoga dari hari ke hari semakin membaik yaa

@Thanjawa Arif : Semoga bermanfaat yaa, makasih sudah berkunjung

@Ke2nai : cemungudh juga mba Chi, apakabarnya nih?

@Syam : makasih akhirnya menyempatkan mampir ke blog sederhana ini Mas.

@Ronald : salam kenal juga yaa, aku mampir ke blognya ko ga bisa yaa.

@NF : mantab, quotenya bagus say, thanks yaa

@Mami Zidane : iya bener banget mama Zidane, semoga kita bisa belajar lebih baik dari kejenuhan kita yaa

@Anggie : siaap kumendan, ckckck

@Kakaakin : bener mba, bismillah action terus

@Sarah : right... makasih sudah berkunjung ya Sarah

isnuansa said...

Kadang ya masih keingetan juga Mbak sama masa lalu, terutama kalau kita bikin kesalahan yang fatal Betul, memang sudah tidak bisa diubah. Tapi ya tetep aja kadang selintas kepikiran. Kepikiran doang sih, abis itu ya dilupain lagi. :)

ascomycotina said...

yups...apalagi yg gagal-gagal dan belum tercapai...susah melupakan...
tapi setelah itu lupa, bukan lupa tapi berusaha mengganti dengan yang baru...

Lyliana Thia said...

learn from the past, live for today, and hope for tomorrow yah Mir :-D

Una said...

Wah nice posttt...
Hari kita hari ini ^^

Anonymous said...

start ur day with smile, go through ur day with smile, keep smiling,
and be happy ^^

*skalian ngetes bisa komen apa gak, kemarin2 gagal komen

Elsha Parawira