February 29, 2012

Kopdar Emak2Blogger

Hai hai hai....
Alhamdulillah bersyukur sekali karena hari ini masih diberi kesehatan kenikmatan dan kekuatan untuk menjalankan aktifitas sehari-hari yaa. Ini lho.. mau kasih info menarik. Udah pada tau kan group Emak-emak Blogger? Nah, dalam rangka silaturahmi perdananya, KEB mau mengadakan kopdar plus belajar Pake Kerudung yang stylis dalam acara "Hijab Class with Blogger", tentunya as tutioral dari seorang Blogger juga. Tapii... acara ini ga tertutup buat kamu yang belum punya blog juga, alias umum alias yang ngerasa perempuan deh. 


Acaranya Insya Allah akan diadakan pada : 

Sabtu, 10 Maret 2012
Resto Bumbu Desa - Bekasi Cyber Park
11.00 15.00 wib
HTM : Rp. 120.0000 (include pashmina, ninja, bross dan softdrink)

Pendaftaran melalui SMS ke no 081389095599 (sebutkan Nama Lengkap dan usia)
Transfer Biaya Pendafataran akan dikonfirmasi melalui SMS
TERBATAS hanya untuk 25 orang Peserta :)

Paling Lambat 5 Maret 2012

oh iyaa, kamu juga bisa bawa kerudung bahan paris sendiri-sendiri yaaa, karena ada bonus style ala kerudung Paris juga

hayuuu buruan daftar yaaa..."Berbagi Tulisan, Berbagi Spirit bareng KEB"

February 27, 2012

Selamat datang Cinta - Inspiring Auk Murat

Aku menyadari, betapa potensi yang aku miliki begitu besar.
Aku menyadari bahwa Aku jualah pribadi yang penuh Cinta & Syukur.
Aku menyadari, untuk sesuatu yang berubah, Aku harus berubah terlebih dahulu
Aku menyadari, betapa aku ini begitu berharga.

Perasaan yang tertulis ini diungkapkan melalui jari indahnya sahabat, kaka kami Moenk yang sama-sama mendapatkan pembelajaran luarbiasa untuk menjadi "Better Me" dari Magnetic BAAR Power (MBP8) with Auk Murat 25-26 feb 2012
===============

Tuhan,
Kemarin .. Aku terpasung dalam kungkungan fikir, bahwa ..
Jika ia mencintaiku,
Ia pun harus lakukan yang sama, persis.. Seperti caraku mencintainya.

Kemarin,
Rantai yakin masih mengikatku,
Bahwa.. Ia salah.. Maka cinta ini akhirnya pudar dan sirna ..

Hari ini, Tuhan ..
Sekeping hati menebarkan cinta,
Cinta yang penuh berita bahagia,
Bahwa ..
Kebaikan tetaplah kebaikan,
Tak peduli berbalas atau tidak.
Tak peduli sama banyak atau bahkan tak kembali sama seperti yang diberikan ..

Hari ini, aku belajar banyak.. Tuhan ..
Lewat keping-keping hati yang penuh cinta ..
Kebajikan sajalah, yang pantas kusematkan pada mereka ..
Wajah-wajah penuh cinta,
Yang tulus datang dari hati mereka ..

Maafkan aku, Tuhan ..
Pembelajaranku selama ini,
Amatlah kurang ..
Kukira aku tlah memahami ..
Kukira, aku tlah mengerti ..
Kuanggap aku tak bersalah ..
Kuyakin, aku bukan perusak hingga cinta itu hilang ..

Ternyata, aku ..
Akulah yang menjadi penyebabnya ..
Cinta itu tetap duduk manis ditempatnya, ataukah pergi dan tak lagi kembali ..
Dariku, seharusnya terus menyiramnya .. Memupuknya untuk terus tumbuh dan ada ..
Menebarkan wanginya, tak peduli mereka menghirup atau tidak ..

Terimakasih tak terhingga, telah mengenalkanku kembali .. Pada Cinta ..
Ternyata, cinta itu begitulah adanya ..
I Love You, All ..
I don't have anything, rightnow ..
Hanya Cinta :)

=================

Selamat datang Cinta...di tempatmu yang terindah... seharusnya Engkau berada, selamanya  di dunia




sekian lama kumenunggu
sekian waktu berlalu
kutahu semua pasti kembali

Tiada pernah kusesali
dan tiada pernah kuragu
kutahu….semua pasti kembali
di dalam hidupku…

Selamat datang cinta
di tempatmu yang terindah
Seharusnya kau berada
selamanya di dunia
selamanya di dunia…

Selamat datang cinta
di tempatmu menghabiskan
seluruh sisa hidupmu
selamanya di dunia
selamanya … di dunia



Salam Cinta "The More You Give The More You Get"
:: @yankmira ::

February 25, 2012

Thank You, I Love You

Thank You...
Untuk Suamiku karena telah memilihku  menjadi istrimu
Untuk Suamiku yang selalu tulus & lembut atas cinta & kasihnya padaku
Untuk Suamiku yang telah setia dalam senang dan sedihku
Untuk Suamiku yang bisa menjadi peran dari segala peran
Untuk Suamiku yang membanting tulang demi menafkahi aku dan anak-anak
Untuk Suamiku atas kesabaran dan  segala nasehatnya untukku
Untuk Suamiku atas setiap pembelajaran hidup yang kau beri padaku
Untuk Suamiku yang selama ini telah mendukung dan mendoakanku
Untuk Suamiku atas segalanya... Thank You Suamiku... I Love You

Thank You...
Untuk Mama yang telah melahirkanku di dunia ini dengan segenap rasa dan seluruh raganya
Untuk Mama yang telah merawatku selama 24 jam tiap harinya
Untuk Mama yang telah dan selalu menebar cinta & kasihnya yang tak pernah putus
Untuk Mama yang senantiasa akan selalu mensupport dan mendoakanku
Untuk Mama yang menjadi penyejuk ku di kala aku merasa kesepian
Untuk Mama yang selalu menjadi Inspirasiku
Untuk Mama atas segalanya... Thank You Ma... I Love You

Thank You...
Untuk Ayah yang telah memberikan bekal dalam kehidupanku
Untuk Ayah yang telah membanting tulang menafkahiku
Untuk Ayah dengan semua pembelajarannya
Untuk Ayah sebagai penolongku di saat aku rapuh, hingga aku menjadi kuat
Untuk Ayah yang menjadi penyemangatku, dan Pahlawanku
Untuk Ayah yang terjaga dalam tidur untuk mendoakanku
Untuk Ayah atas segalanya... Thank You Ayah... I Love You

Thank You...
Untuk kedua anakku (Vinka & Zahran) karena telah hadir menjadi kebahagiaan hidupku
Untuk kedua anakku karena telah menjadi motivasi bagiku untuk dapat meraih mimpi
Untuk kedua anakku atas pengertian dengan segala kesibukan Mama
Untuk kedua anakku atas pembelajaran dari kalian tentang sebuah kesabaran
Untuk kedua anakku yang kelak akan menjadi pendamping hidupku di hari tua
Untuk kedua anakku atas cinta kalian yang begitu besar untuk Mama
Untuk kedua anakku atas segalanya... Thank You Vinka - Zahran... I Love You

Untuk mencintai seseorang tak perlu bersyarat, karena ketika cintamu bersyarat, maka hanya ada ketakutan di dalamnya. dan hanya ketika kita mencintai diri sendiri barulah kita benar-benar mengerti bagaimana mencintai orang lain. 
Sudahkah kamu mengucapkannya pada orang terdekatmu?  
Thank You... I Love You
"The More You Give, The More You Get"
Inspiring by Auk Murat Home

February 22, 2012

Sensasi Sotoji

Kebiasaan online di malam hari, bukan hal yang asing buat saya, bisa dikatakan tiap malam saya selalu tidur di atas jam dinihari, weks? ko bisa? bisaaa... karena biasa alias membiasakan diri. Tapi kalau buat yang jarang begadang mending ga usah ditiru deh yaaa, efeknya kurang bagus. Lho... ko malah cerita soa begadang, hhihihihi... opening aja ko, yo wes langsung aja kita review Sotoji yaa.

Udah pada tau Sotoji belom? Sotoji adalah Soto Jamur Instant yang mengandung tinggi kandungan serat dan protein nabati. Di kalangan Blogger saat ini, Sotoji memang lagi banyak dicari. Karena apa? Melalui Komunitas deblogger, sotoji diperkenalkan kepada masyarakat umum melalui para blogger dengan diadakannya kontes untuk review produk tersebut. Dan Alhamdulillah kemarin saya baru saja terima samplenya, penasaran aja gitu dengan rasanya. Mari kita bedah bersama ya...




Kemasan dari Sotoji ini memang berbeda dari yang lain, pada umumnya kemasan Mie Instant memberikan nuansa warna cerah, namun sotoji memilih warna hijau tua (walaupun tidak secara keseluruhan) namun pandangan pertama langsung pada warna tersebut. Berhubung saya ga suka warna hijau, jadi untuk kemasannya, biasa aja buat saya. Tapi dari kemasan hijau yang langsung menarik perhatian saya adalah label di sebelah kanan bawah. Apakah itu? penting bagi saya untuk sebuah produk memiliki label seperti ini, biar makannya nikmat :)


Untuk Ukuran kemasan Sotoji, seperti pada kebanyakan, nampaknya ukurannya standar aja, namun yang berbeda ketika saya memegang kemasan tersebut, tidak terkesan gendut alias tipis. Sebenernya heran, kalau bentuknya tipis gitu, bagaimana isinya yaa? Pastinya sedikit. Dan saya memang ga salah nebak, begitu saya buka, sohun dalam kemasan Sotoji ukurannya tidak terlalu besar. Yah...kalau segini mana kenyang yaaa? eits tapi nanti dulu deh... coba kita racik dulu yaa. Cara racik nya gimana? sama seperti mie instant kebanyakan ko, saya rasa udah pada tau kan ya?

Dan ini hasilnya... apa pendapatmu?


Masih nampak sedikit kah hasilnya? ternyata saya salah menebak, walau dalam keadaan mentahnya terlihat tipis, begitu direbus dan matang, hasilnya tetap semangkok penuh lho, ditambah yang coklat-coklat itu (bukan bawang goreng yaa), itu adalah jamurnya. Kalau bakso nya itu bonus dari saya. Karena saya suka pedas, 2 cabe itu cukuplah saya padukan dengan Sotoji supaya lebih menantang rasanya.

Sruullpp... pertama yang saya coba adalah kuahnya sebelum terkontaminasi oleh rasa pedas. Bagaimana rasanya? Gurih, namun tidak terlalu menyekat seperti mie instant lain, dan karena ini soto... bersyukurlah saya, sotoji tidak memberikan rasa aroma jeruk yang berlebihan (soto kan memang identik dengan jeruk nipis yaa). Tapi sotoji memberikan paduannya secara pas, saya ga keblinger sama aroma jeruknya.

Satu hal yang saya garis bawahi yaa, "Saya ga suka Sohun" laah, trus piye? Sotoji kan sohun. Ini dia memang tantangannya, saya terpaksa harus mencobanya. Dulu pernah ngerasain sohun, sayangnya ada sedikit meninggalkan aroma yang kurang sedap, pasti tau deh aroma sohun itu kaya gimana. Lagi-lagi saya kaget, karena sotoji netral banget alias aroma sohunnya ga terlalu kentara. Cukup pada sekali suapan? Ternyata Engga, hahahahha. Mulut saya ko nagih gitu sama rasa sotoji itu, saya bener-bener resapi lho aroma nya (sampe merem2 gitu), *Biarin disebut lebay, kan biar tau persis aroma dan rasanya. Bisa saya simpulkan, Istilah bahasa sunda = Pulen. Artinya semua rasa dipadukan secara pas oleh sotoji. Jamurnya pun beda lho, dari kelembekan sohun yang sudah matang direbus, si jamur mampu mengkombinasikan antara gigitan lembut dari sohun dan genyal-genyal dari jamurnya. Ada sensasi apaa gitu yaaa... *makin lebay. Udah pada tau kan manfaat jamur bagi tubuh kita? nah, Sotoji itu ga cuma enak, tapi juga makanan sehat. Praktis kan, udah satu paket deh.

Untuk porsinya sotoji dalam keadaan matang saya rasa cukup untuk dimakan sendiri, dan memang pas sebagai pendamping nasi. Apalagi kalau campurannya bakso, telor, keju dan kornet (*halah) koo malah maruk ya, hhihihihi... biar makin maknyos donk (minjem slogannya Pak Bondan). Satu hal yang ingin saya kasih masukan buat sotoji, agar bisa lebih banyak memvariasikan tingkatan rasa pedasnya, karena bagi saya cabe bubuk nya kurang terasa pedas, dan untuk pecinta pedas seperti saya, rasanya kelengkapan rasa hanya bisa ditunjang oleh rasa pedas yang bikin keringat bercucuran dan bibir temerah-merah, wkwkwkwk

Penasaran kan sama rasanya Sotoji? coba deh request samplenya dan review produknya.  
Sotoji emang beda Lho..
Ga percaya? "Tak kenal maka tak sayang, Tak kenyang, berarti harus makan Sotoji" :)))

February 19, 2012

Ini Tentang Sebuah Kejujuran



Beberapa waktu yang lalu saya pernah posting tentang "Mampukah kita memaafkan diri sendiri?". Bukan di blog saya, tapi saya postinganya di sini. Nah kali ini masih ada kaitannya dengan postingan tersebut. Setiap kehidupan itu selayaknya memberikan pembelajaran buat kita, setuju? dan sharing saya kali ini murni dari pembelajaran yang saya dapatkan, mungkin jauh dari pemikiran sempurna, tapi sejauh pengamatan saya, hal ini sangat masuk akal.

Kita dilahirkan dengan segala kelebihan yang Allah kasih. Alhamdulillah saya dikaruniai tubuh yang lengkap tanpa kurang satu apapun, saya juga bersyukur telah dikaruniai akal pikiran, perasaan dan mesin hidup sebagai penggeraknya (keinginan untuk bertindak). Saya menjalani segala macam rangkaian peristiwa, tentu semuanya itu bukan karena kebetulan, Allah Swt telah dengan pasti menggariskan setiap rentetan cerita yang akan saya lalui dengan segala kolaborasi rasa di dalamnya. 

Sebelum saya menemukan pembelajaran ini, saya bisa yakinkan diri sendiri bahwa saya sudah berhasil melalui tahapan-tahapan itu, namun sayangnya jika saya telaah lebih runut, saya menemukan ketidak sinkronan saya dalam setiap proses itu. Sebagai contoh begini...

Pernah suatu ketika saya dihadapkan dengan nikmat Allah yang di luar dugaan (baca masalah). sebagai manusia lemah yang punya Rasa, saya hanya bisa "mengeluh, "kenapa saya begini? kenapa harus terjadi sama saya?" dan segala macam pertanyaan lainnya. Lalu setelah saya rasakan, saya berpikir "bagaimana mencari jalan keluar dari permasalahan. Sampai pada tingkat akhir adalah bagaimana saya bertindak dalam mengekspresikan apa yang telah saya pikirkan. Nah, sejauh ini temen-temen bisa paham kan maksud saya? dan ini mungkin juga pernah dialami oleh kalian, c'mon kalau kita berbicara soal manusia, "no body's perfect". terkadang kita terlalu angkuh untuk mengakui titik lemah kita. dan itu terjadi pada saya.

Saya coba tarik garis merahnya dalam tulisan yang di block, yakni Rasa, Pikiran dan Tindakan. kenapa mesti ketiga hal ini? karena yaa yang 3 inilah yang menjadi kunci utama kita agar bisa sadar, siapa diri kita!
Dalam keseharian, kita tak pernah lepas dari yang namanya lingkungan sosial, dimana kita saling berinteraksi dengan sesama. Apalagi jika hubungan tersebut berjalan dengan baik, alias ga punya musuh. lagian siapa juga yang pengen punya musuh. Lalu bagaimana dengan kejujuran kita terhadap diri kita sendiri terhadap 3 hal tersebut? Mampukan kita menyatukannya sebagai kekuatan untuk menjadi pribadi yang betul-betul qona'ah? Saya pribadi akan menjawab "belum mampu", namun saya akan berusaha merubahnya untuk terus menjadi lebih baik. Dan jika kamu masih memiliki penyakit hati, bisa dikatakan tandanya kamu pun belum bisa jujur sama diri kamu sendiri. Seperti contoh kasus misalnya : 

"Kita dengan tidak sengaja melakukan suatu kesalahan, hal yang harus dilakukan jelas "meminta maaf" dan kembali menyambung tali silaturahmi. Namun bagaimana jika... dalam tindakannya kamu sudah memaafkan, tapi hati kamu masih penuh amarah, sehingga kamu sendiri mengirim signal negatif pada pikiranmu, "sorry, gue ga mau temenan lagi sama Elo". Nahh inii dia yang saya sebut "Tentang Sebuah Kejujuran". Bagaimana mungkin kamu atau saya membodohi diri sendiri, dengan berkata "ok, gue maafin elo" (tapi rasa hati masih mengkel)... Naudzubillah, saya sendiri ga mau seperti itu. Saya ingin memberishkan hati saya dari segala penyakit hati yang jelas akan merugikan saya. Adapun jika ada salah satu dianatara temen-temen begitu, jangan sungkan untuk langsung menegur saya. Rasanya lebih bijak jika itu dilakukan  tanpa perlu melibatkan orang lain.

Saya belajar dari setiap kejadian, dari setiap rasa yang hadir dan dari setiap penglihatan yang saya lihat. Terkadang untuk menuju ke arah lebih baik, hambatan itu akan jauh lebih banyak. Dan mampukah saya merubahnya seorang diri? ga bisa, saya bukan Tuhan. Inilah pentinganya bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan teman, karena setiap kali ada hal yang tidak pas, seorang teman mampu mengingatkan bahkan mampu jua menjadi penunjuk arah yang lebih baik. Aamiin, Insya Allah...

So, untuk semua teman-teman saya...jika saya pernah dengan sengaja atau tidak telah melukai perasaan, saya mohon dibukakan pintu maaf yaaa. Rasanya hidup lebih indah jika kita saling menjunjung tinggi kekeluargaan tanpa satu pun prasangka dalam diri kita. Walaupun pada kenyataannya, manusia akan mengalami pasang surut dalam menjaga konsistensi rasa, pikiran dan hatinya. Semoga kita bisa membersihkan hati kita masing2 dan mampu jujur pada diri sendiri dalam mengaplikasiakan sinkronisasi ketiga hal tersebut. Biarkanlah pikiran rasa dan hati selaras, dan tegurlah diri sendiri ketika salah satunya tidak bersahabat. 

Kejujuran sebenarnya kesederhanaan. 
Kita mengungkapkan sesuatu sebagaimana adanya, sesuai kenyataan 
Walaupun mungkin hal itu menyakitkan dan membuat kecil hati. 
Ketakutan menghadapi kenyataan membuat orang berpura-pura 
dan lebih suka bersembunyi di balik topeng. 
Andaikan kita semua berani melihat kenyataan dengan jujur, 
hidup pun jauh lebih mudah dan ringan" 
(no name) 

Sudahkah Kamu meminta maaf dan memaafkan?

February 15, 2012

Mengejar Cinta ke Papua

Lagi-lagi malam ini terpaksa bikin postingan agak sedikit galau, sedikit aja lah ya. Dan mohon dimaklum, karena apa yang saya rasakan kali ini sungguh rasa yang tak biasa, darah mengalir begitu derasnya, pikiran melayang sampai ke awan di langit ke tujuh, hentak kaki seolah ga bisa lagi ditahan, ya... rasanya ingin berlari mengejar cinta ke Papua. *haiyaah, sok romantis banget yak. 

Tau gak?...
Kalau ditanya saat ini apa yang ada dalam pikiran saya? apa kegalauan saya? jawabannya cuma satu, apalagi donk kalau bukan kangen (*ciyeeeeh). iyya lah... sudah sebulan lewat menghabiskan waktu hanya bersama anak-anak... sementara Sang Ayah bertugas di sana. Bukan perkara mudah ketika saya harus menguatkan diri untuk terbiasa dengan situasi seperti ini. Namun alhamdulillah, ternyata walau dengan galau karena kangen yang naik turun, saya bisa bertahan tanpa kekasih di samping saat ini. Gak apa-apa... Everything's gonna be allright, ya kan? see? saya semakin kuat toh.

Sebenernya minggu ini diperkirakan Ayahnya anak-anak bisa pulang ke rumah, hanya saja, kerjaan di sana masih belom bisa ditinggal. ga ada sanggahan lain, saya harus ikhlas dan rela menerimanya. Karena kalau saya galau melulu, kesian kekasihku itu, pasti kerjaannya terhambat. dats why... kenapa lah saya ingin sekali terbang ke Papua secepatnya. Impian ke luar negeri bisa terkalahkan oleh keinginan hati menemui sang pangeran di Papua. Bagiku saat ini eropa pun engga lebih bagus dibanding harapan ingi pergi ke Papua. Tapi  sayangnya kali ini harus bersabar dulu, sambil nabung-nabung dulu yaa. 

Saya sendiri meyakini campur tangan Allah di sini. ya, saya punya keinginan kuat untuk bisa terbang ke sana, dan saya yakin Allah Swt akan kasih jalannya, akan mudahkan langkahnya, pintu-pintu itu akan dengan sendirinya terbuka untuk saya. Aamiin. biasa nih, kalau udah kangen sampe ubun-ubun, adrenalin terpacu semakin keras, pengennya terbang aja. bahkan menclok langsung seperti Bintang.

Ini bukan mimpi saya, tapi secepatnya saya akan mengejar cinta saya itu. Papua... menjadi satu kata yang paling saya garis bawahi dalam pikiran dan alam bawah sadar saya kali ini. I'll be there hunny :) 

Photobucket

February 13, 2012

Kalau Emak2Blogger Kumpul

Pagi semua... semoga kalian selalu sehat yaa, biar bisa update terus *lho ... ckckckc
Kali ini saya mau share yang mungkin sebagian temen-temen, khususnya emak-emak udah pada tau. apaan sih? masih ada kaitannya ko sama blogger

Jadi gini, melihat banyaknya blogger yang ada di Indonesia, terutama perempuan, entah itu remaja, dewasa, ataupun ibu-ibu, dan seperti kebanyakan group lainnya yang saya tau di FB juga sudah ada beberapa group blogger, ternyata ada juga nih group blogger yang mengkhususkan perempuan, yang disebut-sebut dengan nama "Kumpulan Emak-emak Blogger". Buat emak-emak aja ya? "Engga ko" emak2 wanna be juga bisa gabung di group nya. Dan ternyata pada saat dibentuk tanggal 18 Januari 2012, dalam  satu hari bisa langsung terkumpul sekitar 100 emak-emak blogger, dan sampai sekarang masih terus bertambah mencapai jumlah 200 blogger. Semua itu otomatis atas bantuan dari para emakemak juga yang saling invite blogger satu ke blogger yang lain. Serunya, ada yang lama ga bersilaturahmi, ketika masuk ke group ehh bisa ketemuan lagi, dan yang luar biasanya.. perlahan emak-emak blogger yang hiatsu dalam ngeblognya mulai pada rajin lagi buat update. Insya Allah satu tujuan para adminnya bisa berjalan dengan lancar, yaitu Mengajak semua Emak-emak untuk menulis. Karena kita semua udah tau kan yaa, kekuatan menulis/ tulisan bisa membantu kita para emak-emak agar lebih kreatif,biar terbebas dari yang namanya #Galau.

Mendekati jumlah membernya ke 200, saya rasa ini masih sedikit yaa, karena saya tau di luar sana masih banyak banget emak-emak blogger ngeblog, dan lewat postingan ini... saya mengajak sama semua Emak2Blogger dan emak-emak wanna be untuk gabung di group FB KEB juga. Alhamdulillah, beberapa admin yang juga emak blogger semangat bener membangun group ini dan terus mengajak virus menulis. Adminnya siapa aja? Ada saya , trus juga ada Sary Melati Emak Blogger Jakarta yang saya tau konsistensinya dalam menulis. Insya Allah deh bisa terus memberi support ajakan menulis sama para EmakBlogger. Ada juga Nike Rasyid di Palembang yang saya ajak buat support jadi MakMin nya. Alhamdulillah juga lewat Nike, Web cantik KEB bisa jadi seperti di bawah ini. dan Ada juga EmakBlogger Indah Juli yang ga diragukan lagi deh konsistensinya dalam dunia penulisan. beliau juga saya mintain bantuan untuk support jadi MakMin nya. Ini dia beberapa penampakan group KEB di dunia Maya nya.

Web nya KEB
Web nya KEB

 
Group Fb KEB
Twitternya KEB follow @emak2blogger
Sebenernya dibentuk group ini tujuannya simple aja ko, seperti tadi saya bilang, yaitu ingin mengajak emak2 dan semua perempuan Indonesia untuk menulis. Dan untuk ke depannya mau seperti apa, kami berharap bisa terus memberikan segala hal positif baik secara silaturahmi di dunia online, maupun kegiatan offline ke depannya. Bismillah, sambil berjalan yaa, ga usah terburur-buru juga lah. Dan kalu emak-emak blogger udah kumpul... seru yaa, apalagi kalau blogger yang kumpul, Insya Allah jarang gossip, tapi semua berlomba, saling unjuk hal positif dan support menulis. kalau ada satu emak yang update, pastinya emak yang lain pengen update juga. Positif kan? hihihihi, seru deh. 

Buat yang belom gabung, ga usah malu-malu. Yuk gabung di rumah maya sama emak-emak. walaupun emak2, ga usah khawatir yang diobrolin bakal kagak nyambung. Insya Allah kalau yang diomongin soal blog, pasti nyambung deh. oh iya, di web KEB juga, kamu bisa lho turut serta jadi kontributor. sudah ada beberapa nama yang tercantum di situ. lah trus yang belom punya blog, boleh gabung ga? yaa boleh banget donk, kan bisa sambil belajar dan bertanya sama emak2 yang lain. banyak lho emak2 yang mahir blog di group KEB. Pastinya ga akan pada pelit ilmu ko :)
Ok Mak... mari kita sebarkan virus menulis, supaya emak2 kaya saya yang sehari-hari di rumah bisa terus mengolah pikirannya, bisa tetep eksis, bisa tetep berteman walau di dunia maya, dan juga bisa saling support dalam hal positif yaa. "Tetaplah menulis, maka kamu akan tau siapa dirimu"

February 09, 2012

Wajahku Memerah Karena Pakdhe


"Hahahahahaha... *apaan sih, awal postingan udah ngakak aja?"
Ini lho... seharian kemarin saya dibuat ngakak ga abis-abis dan pastinya tuh sesuai dengan judul kali ini, wajah saya memerah. Gimana engga coba, saya dijadikan  idola sehari sama Komandan Blogcamp di blognya, tau kan siapa? Iya..Pakdhe Cholik. Hadeeeh, lap iler dah :D

Awalnya ketika ada email masuk, dari nama pengirim udah keliatan sih namanya Pak Abdul Cholik. setelah di baca, beliau minta saya untuk jadi model dalam quiz tebak wajah di bulan Februari. Awalnya mau nolak, karena saya orangnya pemalu (*masa sech?). Tapi foto di page saya udah di comot sama pakdeh, ya udah, ga berani nolak. Lah wong mau dijadiin model kok. Yah, saya cuma heran aja, ko saya yang kepilih? beneran yaa, katro banget. ga pernah nampang, sekalinya dibantu nampang, eeh belingsatan. beginilah Emak2 yang pengen eksis, "selalu ada jalan menuju Roma (kata Pakdhe). qiqiqiqi

Di blognya, quiz tersebut pakdhe memberi nama judul "Keajaiban Cahaya Bulan Februari" dengan bahasa pengantar yang lembut. seperti nya Pakdhe tau banget deh karakter saya seperti apa, tutur bahasanya lembut banget. apa karena Pakdhe udah kena syndrome bulan cinta gitu? aah tapi kan pakdeh ga suka merayakan Valentine, yayayaya.. ay now, beliau memang blogger hebat, luarbiasa, fantastic bombastic. sampai-sampai, pakdhe tau berapa blog yang saya punya. *(ya iyyaa laah, gampang aja sih kalau soal begituan nyarinya). Cuma yang saya salut, pakdhe ni bener2 mempersiapkan segalanya dengan apik. Cover foto saya dibuat mengarah ke kata kunci yang berkaitan dengan blog saya. Eh tapi beneran yaaa, maap maap nih kalau hal beginian baru saya bahas, walaupun hal ini sebenernya udah dilakukan oleh pakdhe beberapa kali dengan model lain. Cuma ya itu tadi saya bilang, numpang nampang di blogcamp kan emang "Sesuatu" bangedh deh. *Biarin mau dibilang katro juga. Mungkin ada sebagian yang belom sempet tau quiz nya, nah silakan aja klik di sini yaa.   Tapi quiz nya udah berakhir kemarin sore jam 5. dan diumumkan tadi pagi. 

Dari total yang ikutan, yang menjawab dengan lengkap ada sekitar 18 orang. Quiznya adalah diminta menyebutkan nama lengkap saya. Sebenernya banyak yang ga tau (harusnya), karena di dunia maya saya biasa pake nama @yankmira atau Mira Ayank, paling banter pake nama belakang Mira Sahid. Tapi di postingan saya sebelumnya, saya jelas-jelas menyebutkan nama aseli saya. dan dengan clue yang dikasih pakdhe, tentu mesin pencari google bisa dengan mudah menemukan saya. Ditambah pula, beberapa dari mereka (mungkin) sudah kenal saya alias berteman. Yang lucunya, ada yang PD kasih jawaban, ternyata mengarahnya ke nama Mira Sahid, padahal itu masih belum lengkap, wkwkwkwk ah seru deh pokoknya, itu kenapa tadi saya bilang "Saya dibuat ngakak seharian" karena baca komen temen-temen di blognya pakdhe. Alih-alih karena lagi dijadikan model kuis tebak nama, saya pun sengaja ga muncul di komennya pakdhe (*halah, sombong amat Mak...!!) "Kapan lagi?...wkwkwkwk *becanda yaaaa.

Nah ini saya comot juga dari blog nya beliau, foto-foto dan gambar yang emang dibuat apik sama Sang Komandan. 
Cover Foto dengan clue tentang saya... Pakdhe tau banget saya suka Ungu :) | Blogger | Cofffee Lover
Ini Foto dengan tambahan nila 100, tandanya untuk komen dengan jawaban "benar" (*duh, nyengir pulak)

Ini gambar untuk yang jawabannya kurang tepat alias kurang lengkap. (Pakdhe menggambarkan sosok aku tua kaya gini kali ya?) *Tetap Semangat Mak, hahahahah

Ini ibarat anakku (Zahran) yang tereak, "Salaaaahhhh" karena jawabannya emang salah. cup cup, nanti coba lagi ya Nak
Nah, ini ada bagian yang bikin aku sampe ketawa-ketiwi sendiri. Namanya Mas Vizon Beliau dengan PD jawab bahwa nama lengkap saya "Mira Sahid" dan beliau pun sudah terdampar di blog saya dan berkomentar (sepertinya lega sudah bisa menemukan jawaban tepat) Sayangnya itu bukan blog utama saya., sa,a sekali ga ada tulisan yang menjelaskan nama lengkap saya. Dan, karena merasa sudah melakukan investigasi, mas Vizon langsung memberikan komen lagi secara lengkap. Isinya gini 
Oalah, kok kurang lengkap, Pakde?
Baik, saya akan sampaikan hasil investigasi saya:
Nama model: Mira Sahid
Blognya:
1. http://www.mirasahid.com/
2. http://ayankmira.blogspot.com/
3. http://www.mamamandiri.com/
Foto di atas, diambil dari page facebook beliau, yakni Mira @yank Sahid
Bagaimana Pakde? Sudah lengkap kan?
Hahaha… :D
Dan coba liat gambar di bawah ini, saya ga tau apa ini buatan pakdhe atau mas Vizon nya sendiri, tapi ngebayanginnya, saya bener-bener ngakak, sambil nulis ini pun saya nyengir2, ampun dah... :))))) aya aya wae

gokil abeesss.... :))))

Wfiuhh...saya bener-bener berterima kasih sama Pakdhe karena saya jadi model seharinya Blogcamp, ditambah lagi, saya dibuat ketawa yang katanya "Ketawa itu sehat", plus nya lagi, saya juga kecipratan hadiahnya. Duh Alhamdulillah banget yaaa rejeki dari Allah ini, ga brenti-brenti. Mungkin ini yang disebut Silaturahmi memperbanyak rejeki yaa (walaupun hanya silaturahmi dalam dunia maya) ga hanya dalam bentuk materi, tapi dengan hati kita senang, merupakan rejeki tak terhingga juga dari Allah.

Untuk Pakdhe Sang komandan Blogcamp, makasih yaa karena udah banyak memberikan insprasi untuk blogger piyik kaya saya. konsistensi Pakdhe dalam menulis tentu akan menjadi panutan buat kita semua. Kehangatan Pakdhe ga cuma di sebatas tulisan, tapi juga dalam interaksi secara langsung (walaupun saya belom pernah bertemu langsung), saya yakin pakdhe orangnya baik, tulus, bersahaja, Insya Allah. Semoga pakdhe dan keluarga selalu diberi kesehatan, kemudahan, kelancaran dan keselamatan dunia akherat. Aamiin.

Last... culamedh yaaa buat para pemenang.... jangan lewatkan lagi quiz-quiz yang digelar sama Blogcamp, karena pastinya bkalan seru dan berbeda dari yang lain. "BlogCamp menjadikan hidup anda semakin cerah ceria"

udah yaa segitu dulu cerita siang ini.  Ambil baiknya... abaikan buruknya "Tetaplah menulis, maka Kamu akan tau siapa dirimu"

February 06, 2012

Reborn

Halo teman-teman... selamat pagi  (walaupun saya tau ini sudah pukul 23.00) tapi biarlah saya menyapa dengan kata itu yaa, supaya saya bisa terus menyemangati diri saya sendiri juga. Mohon maaf lho karena sudah hampir seminggu ternyata saya melewatkan lagi sebuah niatan untuk bisa terus meng update blog ini. Tapi walau agak sedikit terlambat gak apa-apa lah yaa. Insya Allah saya akan terus menjalin silaturahmi sama temen-temen semua.

Dari judul di atas, tentu temen-temen tau apa arti dari kata tersebut. Reborn dalam bahasa Indonesia yang berarti "Terlahir Kembali". Ada angin apa yaa kira-kira saya tiba-tiba mengambil judul itu?! Jadi gini...

Hari ini (*bukan suatu kebetulan) saya telah mendapatkan lagi sebuah pembelajaran yang luarbiasa (Subhanallah). Sungguh Allah itu Maha Bijak, dengan kelembutannya DIA mampu membawa saya pada sebuah (proses) jawaban dari pertanyaan hati yang selama ini saya pertanyakan., Tentu temen-temen semua bertanya "apa sih sebenernya proses yang telah saya lewati?". Jujur jika pertanyaan itu muncul, saya ga bisa menggambarkannya secara jelas, karena semua itu betul-betul hanya bisa dirasakan. Dan jikalau saya sharing pun, bisa jadi itu hanya sebuah cerita. Tapiii.... jika teman-teman mampu mengambil yang baik dari postingan saya kali ini, ya Alhamdulillah. Apapun penilaiannya, ijinkan saya sedikit berbagi mengenai apa yang saya dapat dari setiap proses dan pembelajaran yang saya lalui saat ini.

Sudah hampir sebulan, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, tak banyak hal yang istimewa yang bisa saya kerjakan. Setelah beres dengan urusan rumah tangga dan anak-anak, saya hanya berkutat di depan laptop. Blogwalking, browsing, follow up bisnis dan mencari-cari artikel yang bermanfaat. Tentunya jika itu dilakukan terus menerus, akan terasa membosankan. Tapi di sinilah sebuah proses saya mulai. 

Siapa bilang sebagai seorang Ibu rumah tangga tidak bisa mendapatkan sesuatu dari rumah? banyak! banyak banget. Ternyata waktu 24 jam sehari itu jika kita bisa memanfaatkannya secara baik, maka akan menghasilkan yang baik pula, walaupun hanya dari rumah saja yaa, terutama untuk diri kita sendiri. Berkaca dari beberapa kasus atau kejadian yang terjadi di sekeliling saya, saya mencoba selalu mengambil makna dari setiap permasalahnnya. Ternyata, jika kita mampu melihat suatu masalah dari sudut pandang secara positif, maka tentunya akan dengan mudah pula kita mengambil solusi dan pembelajaran dari hal tersebut. 

Namun kadangkala, (*seperti yang pernah saya alami). Ketika kita terjebak dalam suatu permasalahan, kita justru malah sibuk menganalisa, "mengapa begini?" "ko bisa begitu?" "Sampai kapan saya begini?"  "ah, jangan-jangan begini deh"...dan segudang keluhan pertanyaan yang kita lontarkan. Secara tidak sadar pun, Saya  masih melakukan hal tersebut. Sungguh yaa, saya ini manusia sombong yang egois. Saya ingin sekali bahagia, tapi saya belom memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Saya ingin diperhatikan, namun saya sendiri belom memberikan perhatian yang baik, saya ingin didengarkan, maka seharusnya saya bisa menjadi pendengar yang baik toh? "The More You Give, The More You get" itulah yang seharusnya kita lakukan. Janganlah ragu dengan matematika dan analisa Allah Swt, tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, bahkan ketika daun jatuh berguguran, siapa yang menghendakinya kalau bukan DIA? Allah SWT menjamin 1 : 10 (satu berbanding sepuluh). Jika kita mampu memberikan 1, maka Allah akan ganti sampai 10x lipat, bahkan berkali lipat. tergantung kamunya... Sanggup ga meyakini hal tersebut?

Reborn kali ini membawa saya pada suatu proses perbaikan hati yang Insya Allah  akan terus saya gali, mencari dari setiap sudut, baik itu sebatas sharing dengan teman, bertemu teman baru, masuk dalam komunitas baru, memperbanyak silaturahmi, belajar..belajar dan belajar... walaupun pada kenyataannya, ketika kita berusaha menginginkan yang terbaik bagi diri sendiri atau ingin menyebarkan kebaikan kepada orang lain tentu harus melalui segala macam proses. Dan dalam proses tersebut akan berkaitan erat dengan segala rasa yang ada dalam diri kita. Mampukan kita melakukannya? di sinilah kita diuji agar bisa menyelarasakan pikiran, hati dan tindakan kita. Cinta, adalah salah satu bahan bakar untuk melewati proses tersebut. Jika kita sudah menyukai/mencintai, maka senantiasa kita akan bersyukur atas segala nikmatNya, dan dari rasa Syukur itu Allah Swt tentu akan menjamin kita dengan kelimpahan RahmatNya, jika sudah begitu tentu kita akan merasa bahagia. dan dari rasa bahagia itu kita akan dengan sendirinya mampu memberikan Energy Giver (Suka menolong, suka memberi) pada sesama tanpa perlu melakukan analisa lagi. Jika energi positif telah tertanam dalam diri kita, temen-temen pasti setuju jika sehat adalah hasil dari energi positif yang ada dalam diri kita. Orang sehat, tandanya produktif kan? Nah, jika kesemuanya itu mampu kita lewati, Insya Allah kedamaian akan selalu bersama kita. Mau hidupnya damai kan? #StopGalau bersihkan hati.

Intinya, jika kita ingin melakukan suatu kebaikan, jangan pernah menunda lagi dan jangan merasa ragu. "Do It" atau kamu akan menyesal. Jangan pernah menyamakan analisa kita dengan analisaNYA, matematika kita jelas berbeda jauh dengan matematikaNYA. Nah, daripada kita sibuk menganalisa, lebih baik mari kita sama-sama sebarkan kebaikan, mulai dari dalam diri kita sendiri aja dulu. Caranya gimana? Be Positive, Be Tawakal, Be Thankfull and keep smiling. "Yuk sama-sama ngaca deh",  kita ini cuma mampir ko di dunia ini, ga ada yang abadi. Di atas langit selalu ada langit.  Dan Untuk suatu perubahan, otomatis kita sendiri harus berubah terlebih dahulu, iya kan? "You are what You Choice". Jangan pernah ragu dengan niat baikmu, karena Allah Swt akan menggantinya berkali lipat.


*Postingan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Karena tulisan ini saya posting murni dari pengalaman saya sendiri dan untuk pembelajaran saya sendiri, cmiiw :D

February 01, 2012

Bukik bertanya : "Bintang Terbang yang Tak Sempurna"


Beberapa hari ini aku mencoba berfikir, mencari ide dan gagasan yang akan aku tuliskan kali ini.  Bagaimana mungkin aku dengan antusias mencoba melibatkan diri untuk ikut dalam tantangan yang sama sekali belum pernah aku coba, dimanapun. Hey, ini bukan sekedar ajakan tulisan biasa, semua sudah disesuaikan dengan alurnya, hingga kini segala pertanyaan muncul dalam pikiranku. “Apakah aku bisa? Apakah aku mampu?”. Ah, tak ada sesuatu yang tidak mungkin, bukankah selama ini aku memampukan diriku untuk melewati segala hal? Kali ini pun aku tetap akan mencobanya.

Adalah ketika seorang sahabat, menuliskan sebuah cerita dengan judul nama unik “Bukik…” nama apakah itu? Setelah kutelusuri, “oh, ternyata Bukik adalah nama seseorang”. Nama yang langsung mencuri perhatianku dengan keunikannya. Walau aku belum mengenalnya secara langsung, Mas “Bukik” lah yang telah mendobrak adrenalinku untuk menuliskan sebuah catatan kali ini.

Ini adalah tentang seorang wanita yang memasuki usia ke 31 di bulan Maret 2012, ia lahir dari keluarga sederhana. Namun dari kesederhanaan itu, ia memiliki pandangan yang luas tentang hidup, cita-citanya, termasuk dalam pencarian jati dirinya hingga sekarang. Terlalu berlebihan jika kukatakan bahwa ia adalah wanita pintar, karena dalam dunia pendidikan ia bukanlah seseorang yang selalu mendapat nilai A dalam setiap pelajaran sekolah hingga kuliah. Ia hanyalah seorang Pisces yang selalu memiliki keinginan untuk terus mencoba sesuatu yang baru, bahkan di luar keinginan standarnya. Yah, ia memang wanita penghayal, ia bisa sangat dengan kuat berusaha untuk bisa mewujudkan apa yang ia inginkan.

Tentang Nama

Mira Nurfahlia Sahid, itulah namaku. Nama yang diberikan oleh kedua orangtuaku. Mira sendiri dalam bahasa Inggris bisa menjadi “Miracle” yang artinya keajaiban. “Nur” adalah cahaya. “Fahlia” adalah pahala. Dan “Sahid” adalah gabungan dari nama kedua orangtuaku. Sa (saodah) Hid (Hidayat). Mamaku pernah berucap bahwa nama yang beliau berikan merupakan doa, kelak nama yang diberikan ini akan membawaku pada suatu kehidupan dengan penuh pahala, rejeki dan kenikmatan. Aamiin.

Selain nama resmi yang kusandang, tentu aku memiliki nama panggilan yang kusesuaikan dengan kenyamanan hatiku. Sejak SMP, aku selalu memberikan paraf di setiap tulisanku dengan nama “Ayank”, hmm… nama yang umum, bahkan terdengar manja. Tapi tidak apalah, aku berharap semua orang bisa memanggilku dengan nama “Kes Ayank an” (kesayangan). Dan ternyata itu berhasil, perlahan teman-temanku mulai memanggilku dengan nama “Ayank”, sungguh jauh dari nama asliku. Memasuki masa kuliah, “Blue Angel” menjadi pilihan nick name ku, jelas sekali… Aku menggemari warna biru saat itu. Namun nama Ayank masih tetap melekat pada diriku. Hingga akhirnya memasuki dunia kantor, panggilan “Ayank” memang tidak begitu banyak orang yang tau, jadi bisa kupastikan bila ada seseorang yang memanggil nama asliku (Mira) mereka adalah orang yang hadir dalam masa-masa setelah aku lulus kuliah. Tapi tidak sampai situ, karena sebagian dari mereka pun memiliki panggilan sendiri untukku. “Mirce”!! Nama yang paling mudah diingat sebagai bentuk pelesetan dari nama asliku. Sejauh ini aku tidak keberatan, toh aku pun nyaman dengan panggilan tersebut. Nama bagiku doa dan sebuah identitas diri, Berbahagialah kalian dengan nama indah yang kalian miliki.

Ayah Ibu Pahlawan dalam kehidupanku

Seperti kutuliskan dalam paragraph sebelumnya, nama kedua orangtuaku tercatat di bagian akhir namaku. Dengan begitu, bukan hanya nama mereka saja yang terukir dalam hati, namun kehadirannya selama ini mampu memberikan kekuatan padaku dalam segala suasana. Aku selalu teringat semasa kelas 1-3 SD, Ayahku selalu mengantarku ke sekolah dengan motornya. Kalian tau? Ayahku adalah seorang yang hebat, seorang yang di idolakan oleh teman-temanku. Mereka selalu senang ketika aku tiba di sekolah dengan Ayahku, mereka bilang “Papa kamu ganteng”. Yah, itu karena Papaku bergaya sangat cool, setelan sepatu boots, jaket kulit, kacamata rayban, praktis membuat teman-temanku sumringah dengan kehadirannya. Aku tersenyum jika mengingat itu. 

Hingga aku memasuki usia remaja, aku termasuk anak perempuan yang tidak terlalu dekat dengan Ayah. Aku hanya bisa merasakan suasana hati Ayah dari alunan lagu-lagu yang beliau nyanyikan dengan gitarnya dalam keseharianku. Yah, Ayahku hebat. Bahkan dengan seorang Piyu pun, Ayahku masih lebih jago bermain gitar. Dari kebiasaan Ayah bermain gitarlah, sampai kini aku mengenal lagu-lagu lama di era 80an. Walau aku tidak terlalu dekat dengannya, kebiasaan beliau selalu aku ingat dalam segala suasana, Ayah mampu melantunkan lagu-lagu dengan suaranya yang merdu. Itulah sosok Ayah yang selalu kuingat sampai sekarang. Hingga menjelang masa pernikahanku…ada satu kejadian yang menimpa Ayahku.

Aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, kakakku keduanya laki-laki. Jadi, ketika calon pendamping hidupku melamarku, Ayah lah yang berjuang sekuat tenaga untuk mempersiapkan kebutuhan financialnya. Aku sudah meminta untuk melaksanakan secara ijab qobul tanpa resepsi. Namun karena aku anak perempuan satu-satunya (bungsu), maka diadakanlah resepsi sederhana di rumah. 

Dalam Perjalanan persiapan pernikahan, aku tidak begitu antusias. Bodohnya aku, aku tidak memikirkan segala perencanaan yang sedang disiapkan oleh kedua orangtuaku. Aku tidak tahu bahwa mereka tidak memiliki uang lebih untuk pernikahanku, bahkan aku tidak tahu Ayahku rela mengorbankan harga dirinya demi aku (anaknya) dengan meminta bantuan saudara agar terlaksana resepsi ini. Sampai dalam proses berkunjung dari satu rumah saudara ke saudara lainnya, Ayahku mengalami kecelakaan motor. Ya Allah… aku terkejut mendengarnya. Namun Allah memang selalu melindungi orang baik, Alhamdulillah Ayahku tidak mengalami luka serius. Tapi jika kubayangkan, bukan lecetnya saja yang membekas dalam pikiranku,  namun perjuangannya demi aku. Ya Allah, ampuni aku selama ini yang telah berdosa pada orangtuaku. Ayahku…

Tak hanya sampai di Ayahku, Mama adalah seseorang yang menjadi sumber inspirasiku selama ini. Masih teringat ketika suatu malam aku berada dalam kebimbangan, kehampaan, keputusasaan ketika suatu masalah menghampiriku. Aku tak tau harus bicara pada siapa. Putus cinta saat itu bagiku terlalu menyakitkan. Karena aku telah berharap banyak dari kekasihku itu, seseorang yang kini menjadi suamiku. Di tengah malam yang mencekam hatiku saat itu, aku menagis sejadinya, aku tutup suara tangisanku dengan bantal. Namun karena tak kuasa menahan rasa sakit dan kecewa, aku menangis sejadinya, sampai akhirnya Mama masuk ke kamarku dan menghampiriku. Mama memelukku dengan erat, tak banyak yang diucapkan, Mama cukup tau agar sebisa mungkin aku bisa tenang dulu dalam tangisku yang deras. 

Bagai pelukan seorang Bidadari, akupun akhirnya bisa menenangkan diri dan menceritakan semuanya pada Mama. Entah apa sebabnya, ceritaku tidak sampai di rasa sakit hatiku saja, aku mengemukakan semua hal yang telah aku lewati, termasuk dari sikap jahatku yang masih selalu melawan Mama dan Ayahku. Maafkan aku Ma…Pah

Aku dan kehidupanku
Memang, hidup tak pernah lepas dari setiap cobaan, kita diuji olehNya agar senantiasa kita terus belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam perjalanan hidupku selama kurun waktu 30 tahunan ini, aku telah melewati banyak hal, dan aku yakin akan selalu ada cerita dari setiap episodenya. Ada beberapa kejadian yang telah mengubah diriku, cara pandangaku dan kepribadianku. Tentunya untuk menjadi yang lebiih baik. Beberapa kali aku pernah merasa dilecehkan dalam suatu lingkungan, sungguh itu sangat menyakitkan bagiku. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali. Namun dengan begitu, aku bangkit. Aku mampu melewatinya dan aku berusaha sekuat tenaga untuk bisa lebih baik di lingkungan selanjutnya. Dan kamu tau? Aku cukup bisa membuktikannya pada mereka. 

Aku mengerti, semua saling berinteraksi
Rasa sakit, senang ataupun duka akan selalu menjadi pembelajaran yang luarbiasa. Tentu karena di sini aku tidak merasa sendirian. Jika aku tak mampu akan diriku, aku bisa bersandar pada yang Kuasa untuk tetap membimbingku ke arah yang lebih baik. Terdengar standar, namun ini sudah kubuktikan setiap kali aku merasa terpuruk. Lalu ketika kita tak mampu berdiri sendiri, aku selalu yakin ada keluargaku, orangtuaku, suamiku dan anak-anakku kini yang mampu tetap memberikan kekuatan agar senatiasa tiang yang kubangun ini tetap kokoh. Begitupun dengan hadirnya kalian dalam kehidupanku, teman, sahabat.. selalu akan ada pembelajaran dari setiap kisah dan cerita antara kita. Karena kita memang ditakdirkan untuk hidup bersosialisasi, berinteraksi satu sama lain, seperti kesatuan dalam sebuah kekuatan Bhineka Tunggal Ika. 

Inilah aku…“Bintang Terbang yang tak Sempurna”. 
Sekalipun aku tak dipandang orang, aku tetap bisa memberikan sinar dan keindahan dengan segala lebih kurangku.

18 tahun yang akan Datang
Aku tak bisa menebaknya. Namun jika Tuhan menghendaki, Kelak di tahun 2030 nanti aku bisa menjadi seseorang, yang telah menggenggam duniaku dengan cara pandangaku sendiri. Tak ada lagi kemunafikan, tak ada lagi permusuhan, tak ada lagi kekerasan, seperti yang kulihat saat ini, khususnya di negaraku. Kelak semua orang akan saling menyayangi, memberikan kasih sayangnya tanpa syarat dan mampu menjadi diri sendiri dengan semua imajinasi positif dalam dirinya. Jujur dan ikhlas… akan menjadi kekuatan yang dahsyat untuk tetap bertahan hidup.

Tanda Diri
Seperti Indahnya bintang dalam kegelapan. Aku akan ungkapkan semuanya dalam tanda diriku untuk menjadi “Bintang Terbang yang Tak Sempurna”.

Kucukupkan kebodohanku
Jika ada hal yang bisa kunikmati, tak jarang ada pula hal yang sering menyebabkan aku tersipu dengan kebodohanku. Sisi sensitivitasku mampu membuatku ceroboh dalam berkata ataupun bertindak. Namun dengan begitu, tak jarang aku selalu menegur diriku sendiri agar tak luput dalam kebodohanku yang lalu. Inilah kehidupan, terus menghantarkanku dalam  pelajaran dan makna hidup yang tak henti-hentinya. Aku merasa, Aku melihat, Aku belajar. Karena Aku, adalah Aku… seorang pembelajar hidup, walau ku tau.. aku tak pernah menjadi sempurna dalam kehidupanku. 

Tulisan ini diikutkan dalam "“Rubrik Kolaborasi Bukik Bertanya”

"Tetaplah Menulis Maka Kamu akan tau Siapa Dirimu"