March 30, 2012

Smart karena Berkomunitas

"Wah, si Ibu ini memang aktif dimana-dimana Uy, salut deh... Sukses ya Mak"

Sepenggal Komentar yang saya temui di salah satu jejaring sosial yang diperuntukkan untuk saya ini, sempat membuat saya mikir sebentar. "Ah, apa betul yaa saya ini keliatan aktif dimana-mana?". Secara kalau saya mereview kegiatan saya selama ini, semua berjalan sesuai dengan kemampuan saya dan tidak memaksakan melebihi waktu dan tenaga saya. Tapi... jika saya list apa-apa saja kegiatan dan keterlibatan saya dalam berbagai kegiatan. Yup... pantas sekali julukan itu melekat pada diri saya *pede yaa... hehehe, gak apa-apa deh, ini adalah bagian hasil dari saya bergaul di dunia maya terutama keterlibatan saya dalam komunitas.

Dulu saya berpikir bahwa suatu komunitas adalah suatu wadah yang biasa saja, tempat berkumpulnya orang-orang menghabiskan waktu atau sekedar sharing tentang segala hal. Sampai sejalan dengan waktu dan pemikiran saya yang terus di upgrade, kini keberadaan suatu komunitas menjadi bagian dari kebutuhan saya. Kenapa? "Karena saya senang menambah teman baru, sebanyak-banyaknya". Sejak jaman SMA, saya sudah mulai aktif di beberapa komunitas, mulai dari komunitas Radio di Bandung, kemudian bergabung dalam Marching Band Gita Pakuan. Lanjut kuliah, saya bergabung dengan "LISMA" (lingkung Seni Mahasiswa) yang dalam programnya saya mempelajari seni tari, dan teater. Alhamdulillah, dari hobi menari, saya sempat menjadi koreografer dan menghasilkan beberapa karya tarian (walau masih dalam taraf dunia kampus). Saya juga sempat tergabung beberapa waktu di "Gerakan Anti Narkoba" Bandung sampai akhirnya hijrah ke Jakarta.

Kini, status saya sudah menjadi Ibu dari 2 orang anak dan menjalani bisnis online dari rumah. Tapi tahukah teman? jiwa entrepeneur (*tsaah) saya ga berhenti sampai saya kuliah saja. Menjadi Ibu dan berkegiatan di rumah dengan rutinitas itu-itu saja membuat saya merasa ingin kembali meretas apa yang menjadi kegiatan saya dulu, yaitu : ga jauh-jauh dari bentuk kegiatan event-event off air, dan terlibat dalam kepanitiaan. Saya memang mencintai dunia seperti itu. Sampai di tahun 2009 saya mulai melirik dunia Internet. Di situlah awal sebuah loncatan lagi bagi "The New Mira". Demi menyalurkan keinginan saya itu, saya mengupgrade otak saya melalui dunia internet. Pertama kali yang saya kenal adalah Social Media Friendster. Lalu mengenal dunia blog, Facebook, twitter, Linked dll. Dan saya menemukan kenikmatan dalam hobi ini, terutama dalam hal blogging.

Ngeblog bagi saya bukanlah hanya sebuah tulisan yang tercatat dalam diary online kita, namun di dalamnya ada suatu kehidupan, suatu hubungan interaksi yang bisa terbangun dengan besar. Karena melalui pertemanan blog lah, tercipta suatu komunitas yang jumlahnya mungkin ratusan. Lalu apa sih sebenarnya manfaat ketika kita tergabung dalam suatu komunitas dan kaitannya dengan hobi kita?

1. Menambah Pertemanan
Ini sudah jelas yaa, karena melalui komunitas lah hadir orang-orang baru yang sebelumnya tidak kita kenal namun memiliki hobi yang sama.

2. Memperpanjang Silaturahmi
Ini fungsi yang krusial bagi saya, karena jika kita mampu mengikat tali silaturahmi dengan siapa saja, Insya Allah memperpanjang rejeki juga. Rejekinya juga bervariasi lho, ga hanya materi saja. Bisa jadi pengalaman-pengalaman teman yang memang bisa menjadi inspirasi buat kita.

3. Menambah Wawasan
Biasanya nih, seperti pemikiran saya dulu, bergabung dalam suatu komunitas yang di dapat hanyalah nongkrong-nongkrongnya saja, tapi sebaliknya... tidak hanya sebatas itu. Karen dalam suatu komunitas banyak sekali pembelajaran yang bisa kita ambil, melihat atau mendengar sharing teman-teman, mengenal berbagai macam pikiran dan karakter, itu adalah poin-poin yang bisa didapat dari sebuah komunitas. Apalagi jika komunitas itu dibangun dengan niat saling berbagi. Yang terjadi apa? Komunitas tersebut akan semakin besar, kuat dan kompak.

4. Bikin Pede
Kalau dalam dunia nyata ada yang memiliki sifat pemalu kaya saya (weks,, iya gitu?)...hihiih. Wajib deh ikutan komunitas-komunitas yang sesuai dengan hobi. Biasanya kalau sudah bergabung dengan yang satu visi/ misi, kita lebih mudah bergaul dan membaur dengan yang lain. Kalaupun enggak, mencoba sesuatu hal dengan bergabung dalam komunitas lain, yaa ga ada salahnya juga yaa. Belajar itu harus dari segala penjuru toh? Kalau perlu segala bidang juga biar bertambah pengalamannya.

5. Menghasilkan Uang
Nah kalau soal ini, sebenernya hanya dampak dari apa yang telah kita bangun atas kerjasama dengan komunitas. Memang tidak semuanya berorientasi pada hal ini, namun jika ada kemungkinan ke arah itu, baik dalam bentuk kerjasama atau personal job, yaa Alhamdulillah donk... dari hobi bisa menghasilkan, kalaupun tidak secara materi, batin kita puas. 

Poin-poin yang saya sebutkan di atas sebetulnya bukan harga mati terhadap apa-apa yang bisa dihasilkan dari bergabungnya kita dalam suatu komunitas, akan banyak sekali pembelajaran yang kita dapat. Semakin sering, semakin kita aktif dari satu tempat ke tempat lain, maka semakin bertambah pula manfaat yang kita dapat. Apalagi kalau kita terlibat dalam kepengurusan atau aktif di komunitas tersebut. Smart iya, dikenal juga iyaa (Numpang narsis) hihihihi. Nah, siapa diantara teman-teman yang belom bergabung dalam sebuah komunitas? Ayo, buruan gabung yaa... terutama buat Para Mommies nih. Banyak sekali  lho komunitas yang bisa kita ikuti sesuai dengan hobi kita.  Kita ga boleh kalah update sama anak-anak kita kelak. Hari gini melek internet itu penting, hari gini bersosialisasi itu menjadi wajib buat kita. Dengan begitu, kita bisa menjadi sosok Ibu yang lebih tangguh, yang bisa saling menginspirasi, bisa berbagi, dan menjadi Ibu yang lebih smart. Dan inilah saya.... Seorang Mama yang menemukan banyak sekali manfaat dari sebuah komunitas.
"Banyak yang membatasi ruang gerak pribadi, namun jangan batasi diri Anda. Karena Anda dapat melakukan apa saja sejauh apa yang Anda pikirkan. Ingat, apa yang Anda percaya...Pasti dapat Anda capai."

March 28, 2012

Tentang Watak dan Sifat

Halooo teman-teman.. waduh sudah menjelang akhir maret yaa, dan kali ini saya akui "blog saya terlantar".. . nangis ngeden2 deh. Bukan karena disengaja, tapi saya terkontaminasi dengan kegiatan mobile sejak acara Seminar di Bali minggu lalu. *Alasan!!! :) Siapa suruh juga yaak, aah tapi sudah lah yaa, tak perlu membahas alasan yang saya keluarkan. Apapun itu, alasan yaa tetap alasan, "dont try this with your self" yah :D

Tiba-tiba saja setelah beberapa hari tak sempat punya ide menulis, kali ini seperti layaknya angin topan yang lewat di depan mata saya, menghembuskan tiupan yang menderu dengan suara yang lantang (isssh, apa lagi sih ni ko jadi panjang) ckckckc. Yup, jadi ceritanya... eh eh eh, lupaaa... saya mau minta maaf dulu buat semua teman-teman yang belom sempat saya kunjungi balik yaa, maaaaaf banget.... Insya Allah saya akan mulai bw lagi dambil mencari-cari inspirasi.

Ok, sekarang cerita benernya yaa...
Teman.. sesuai judul yang saya tulis, Inspirasi kali ini adalah mengenai sebuah "Watak & Sifat". Jujur yaa, sejauh mata saya memandang, saya belom paham sekali mengenai perbedaan keduanya. Ada yang bilang dan sukses menjadi pemikiran saya selama ini, bahwa sifat tentu masih bisa diubah selama seseorang itu menginginkannya. Sebaliknya kalau watak, yaa sudah menjadi bagian yang melekat dengan dirinya. Apa betul?

Seperti contoh kasus begini : Ketika saya memiliki sifat : suka ngambekan, sensitif, atau masih terbawa emosi dengan mudah. Saya selalu ada niatan ingin merubahnya dengan lebih baik, ketika intropeksi itu datang, keinginan untuk merubah diri ke arah lebih baik sangat besar. itu sifat kan yaa? Nah, dari sisi pribadi saya yang lain, saya ini orangnya super aktif (pede), suka nyoba2 hal baru dan pekerja keras, itu apa namanya? karakter? atau watak? ah jujur kali ini saya bingung. Karena pembelajaran saya hari ini berkaitan dengan watak dan sifat. Bingung aja ketika melihat suatu perbuatan yang "ko kayanya diulang2 gitu yaa", maslaah kecil sih, tapi ya itu tadi... saya jadi bertanya "Apa memang sifat atau wataknya yang begitu?" 

Dan walaupun kali ini saya punya pandangan sendiri mengenai watak & sifat, boleh donk temen-temen berbagi inspirasi juga mengenai hal itu supaya saya makin jelas dan paseh, serta mengerti akan keduanya. Untuk apa? Jelas untuk pembelajaran saya ke depannya. Mohon responnya ya teman-teman :)

========================== Seminar Director & The Gala Dinner Oriflame 2012 (iklan) hihi

Jangan Lupa Untuk Ikutan "Catatan Hati 10 Maret #1 GA - @yankmira" yaa, masih ada waktu lho sampe 31 Maret. Yuk berbagi Inspirasi...

March 14, 2012

Being Inspiration

Dalam sebuah perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah sebuah kesempurnaan. Walaupun sudah dipastikan setiap insan itu tak kan pernah ada yang sempurna, karena hanya Allah Swt  lah pemilik kesempurnaan. Namun dengan begitu, selayaknya kita pun dapat menyikapi sebuah perjalanan hidup ini dengan sebuah pembelajaran. Mencari berbagai hal yang mampu menginspirasi, atau pun kita sendiri yang memberikan inspirasi kepada yang lain. Sungguh, karena setiap dari kita masing-masing begitu istimewa, jadi jangan pernah sungkan untuk tetap berbagi sekecil apapun, Insya Allah jika kita dengan niat tulus memberinya, akan sangat bermanfaat bagi yang lain.

Ketika mengunjungi salah satu grup di Facebook (Bloofers), ada satu postingan yang membuat saya langsung melirik, sebenernya saya kenal orang tersebut. Tentu, kenal hanya di dunia maya. Namun yang menarik dari tulisannya, sang mpunya itu sedang berbagi inspirasi mengenai keberadaannya (nge blog) selama 3 tahun, alias sedang berbagi award. Dan Alhamdulillah saya termasuk dalam salah satu penerima award tersebut. Senang sekali, karena untuk kategori award itu adalah "blog yang selama ini telah menginspirasi" beliau. Saya sendiri ga begitu tau dari segi apa blog saya bisa menginspirasi? Namun, dengan award inilah, saya semakin tau.... bahwa ketika kita mau bersilaturahmi, apapun bentuknya... Insya Allah akan selalu ada award untuk sebuah pertemanan. 


Terima kasih atas Award nya ya mas Insan Insya Allah ini jadi pemicu saya untuk tetap bisa menjaga tali silaturahmi dan tetap menulis.

Senang mendapatkan sebuah award Inspirasi, kebahagiaan saya bertambah, karena ternyata Mba Alaika pun menerima award yang sama dari seorang blogger dan memberikan juga award yang sama salah satunya ke saya. terima kasih Mba Alaika, semoga kita bisa menjaga silaturahmi terus yaaa. Hug

Bagi saya, pertemanan dunia maya tidak kalah indahnya dengan dunia nyata. Keterikatan hati satu sama lain, kunjungan rutin ke sesama blogger, tentunya akan selalu memberikan inspirasi setiap saat, dan memberikan pembelajaran setiap harinya. Melalui mereka saya belajar, melalui mereka saya tau bahwa selalu ada yang  indah dari sebuah pertemanan. Terima kasih untuk teman-teman semua :)

Sebagai penyambung tali silaturahmi ini, rasanya saya juga ingin sekali memberikan award ini pada semua teman-teman blogger, terutama Para Emak-emak Blogger yang setiap saat selalu berbagi tulisan, berbagi spirit dan begitu meninspirasi. Award ini untuk kalian semua yaa Mak. Juga buat semua Blogger. "Tetaplah Menulis, maka Kamu akan tau Siapa Dirimu"

March 13, 2012

Bila Sudah tak ada

Ada sepi merajut malam, saat detik-detik hari mulai tenggelam
Menyimpan semua cerita yang berganti setiap saat
Mengantarkan segala kisah, tanya dan ungkapan

Bila sudah tak ada hari...
Kemana waktu akan kutempuh
Bila sudah tak ada hati...
Kemana rasa akan kulabuhkan
Bila bibir terkatup bisu...
Kemana kata akan kuucapkan
Bila jari tak mampu menggores...
Bagaimana tulisan mampu mewakili
Bila sudah tak ada jalan...
Kemana kakiku melangkah
Bila pikir menjadi belenggu...
Mampukah nurani mengurainya?

Teman... Dalam sebait dan terakhir...kita tak bisa lari dari kenyataan
Karena kita semua mempunyai hak yang sama atas waktu.
Dan bila semua itu sudah tak ada, tolong jawab yang satu ini. Masih pedulikah kamu pada soal hati?

March 10, 2012

Catatan Hati 10 Maret

Hari ini, seperti yang terlihat di samping kiri... adalah sebuah tanggal yang menjadi saksi akan sebuah prosesi kehidupan yang baru. Lahir dari rahim seorang Ibu yang menyerahkan seluruh jiwa dan raganya demi sang buah hati agar bisa segera melihat dunia... 31 tahun yang lalu...

Ada permulaan, pasti ada akhirnya... Ada kedatangan, ada kepergian...
Kehidupan berjalan dengan segala cerita di dalamnya. Aku bersyukur karena Allah Swt lagiii... memberikan nikmat yang tak terhingga. Adanya aku sehat hingga kini, bersama anak-anak, orangtua, keluarga, walaupun kini  seseorang yang mampu memberikan pelukan dan kecupan istimewa setiap harinya tak bisa menemani hari ini, aku tetap bersyukur, karena Allah Swt semakin mempererat cinta dan kasih kami dengan kekuatan, kesabaran dan saling percaya yang luarbiasa hebatnya. Terima kasih Ya Allah atas ikatan yang engkau berikan ini, semoga Engkau meridhoi.

Kini... aku tak meminta apapun seperti sebelumnya, namun aku yakin harapan itu selayaknya aku gapai, karena aku tau...aku mampu.. aku istimewa dengan caraku sendiri. Sungguh kali ini aku hanya bersujud kepadamu Ya Allah... Alhamdulillahi robbil alamiin, terima kasih ya Allah.

**************

Dear Sahabat....
Mohon maaf yaa beberapa hari ini aktivitas bw belom sempat saya rutinkan kembali, terlalu banyak ide dan energi yang ingin coba saya keluarkan, sampai akhirnya semua energi itu berbalik pada keterbatasan saya sebagai manusia. Saya paham... terkadang ada hal-hal di luar kuasa kita, walau segala cara telah kita upayakan, "just is"... lepaskan sejenak keinginan dan kembali menata hati, Insya Allah.

Rasanya, ingin sekali saya berbagi kebahagiaan dengan teman-teman semua. Entah apa yang bisa saya suguhkan, tidak terlalu besar memang... hanya sebuah tali asih atas kunjungan sahabat ke blog sederhana ini. Terima kasih untuk semua sahabat yang tetap menjalin silaturahmi, semoga ga bosen dengan rumah maya ini. 

Untuk itu, sebagai bagian dari pembelajaran yang masih saya jalani hingga saat ini, saya berharap teman-teman berkenan memberikan postingan/ tulisan apa saja berkaitan dengan tema "Better Me" (sebuah inspirasi tentang begitu istimewa nya diri kita atau kesadaran diri tentang sebuah potensi yang ada dalam diri kita) . Terkadang kita begitu rendah hati terus memikirkan kebahagiaan orang lain, ... tanpa kita sadari kita sendiri pun sangat istimewa dan patut berbahagia. Tuliskanlah apa yang teman-teman rasakan saat ini, apaa saja, dan masukkan segala afirmasi positif ke dalam alam bawah sadar teman-teman. Nikmati rasa yang mengalir melalui jemari yang merangkai sebuah kata. Yuk, kita sama-sama memaknai hidup dalam "Catatan Hati 10 Maret 2012 - @yankmira #1 Giveaway"


Silakan tulis apa yang dirasa, didengar, dilihat ataupun dipikir di blog masing-masing dengan flatform bebas tanpa menggunakan bahasa singkatan atau alay. Saya berharap siapapun bisa berpartisipasi, laki-laki maupun perempuan. Tua muda, single, berpasangan :) dengan hasil karya sendiri tanpa copas atau saduran, apalagi mengandung unsur sara, pornografi dan menyudutkan pihak lain. Dan sebagai tanda apresiasi teman-teman... silakan cantumkan banner di atas pada postingan. Lalu di akhir tulisan,  ijinkan saya berada dalam "catatan hati" teman-teman dengan keterangan "Tulisan ini sebagai Inspirasi untuk Catatan Hati 10 Maret 2012 - @yankmira #1 Giveaway" dengan link mengarah ke postingan ini. Periode "Catatan Hati" ini saya buka sejak tulisan ini terbit (10 Maret) hingga 31 Maret 2012. Insya Allah... 9 April, 2012 saya uraikan "Catatan Hati" teman-teman yang menginspirasi saya sebagi bahan pembelajaran saya. Ada 10 bh buku dengan judul terbaru sebagai tali asih. Insya Allah kalau ada rejeki lebih, akan saya infokan penambahannya di tanggal 9 April 2012.

Silakan tuliskan URL postingan temen-temen melalui kolom komentar di bawah dengan format
Nama :
Url postingan :

Semoga dengan ada atau tak ada GA ini, kita masih tetap bisa bersilaturahmi dan terus berbagi hal yang positif walau hanya tulisan yang mewakili perjumpaan kita. 
"Tetaplah Menulis, maka Kamu akan tau Siapa Dirimu"

=========
Teruntuk seorang sahabat... Kita hadir di dunia ini di hari yang sama, kuucapkan Selamat Milad untuk Puteri Amirillis, semoga sehat selalu, diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala hal. Barakallahu Fiikum Pu... :) *hug & kisses

March 08, 2012

Engkaulah Anakku, Engkaulah Buah Hatiku

Semangat Pagi..

Alhamdulillah hari ini penuh nikmat dan saya bersyukur Allah Swt masih memberikan segala karunianya kepada saya, sehat, masih bernafas dan masih diberi kesempatan untuk terus belajar. Tentu bukan suatu kebetulan, ketika pagi tadi di salah satu grup BB membahas tentang anak, kaitannya dengan persoalan sekolah di usia balita. Alhamdulillah, banyak sekali pembelajaran walau dari sekedar membaca ataupun turut sharing dalam pembicaraan tersebut.

Banyak sekali, bahkan di antara kita atau saya pribadi pun dengan sadar ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Apalagi prioritasnya kalau bukan soal sekolah, memberikan makanan yang bergizi dan tambahan kebutuhan-kebutuhan lainnya, terutama berkaitan erat dengan psikolog anak Selalu saja, para orangtua bekerja tiada lain untuk memenuhi itu semua, demi sang buah hati. Sangat disadari bahwa emosional seperti itu ada dalam setiap diri orangtua, ga mungkin kita tidak mengusahakan secara maksimal untuk anak-anak kita. Istilahnya, apapun caranya, apapun jalannya selama itu halal pasti akan diusahakan demi anak-anak. wow, PR besar yaa bagi kita sebagai orangtua :)

Namun, entah menjadi kultur atau kebiasaan, atau entahlah... hal-hal seperti itu (mengusahakan sesuatu demi anak) pada akhirnya mengarah kepada keinginan sang orangtua agar anaknya begini atau begitu, harus ikut ini itu, harus masuk sekolah dan jurusan ini itu, dengan alih-alih orangtua tau yang terbaik untuk anak. (bisa dimaklumi jika sang anak masih berada dalam pengaruh teman-teman di saat usia yang masih dini) , Namun kita sebagai orangtua selayaknya harus bisa bersikap bijak juga, mengetahui keinginan sang anak dan memfasilitasinya secara baik. Saya ga mau munafik, beberapa kali dalam mengawasi anak-anak atau mendidik anak-anak saya kehilangan keseimbangan secara nalar dan emosional, hingga sampai pada akhirnya tercetuslah perkataan "Kamu harus begini atau begitu" naah... adakah yang seperti saya? tak perlu malu, untuk sebuah pembelajaran, hukumnya wajib bagi setiap insan terbentur dalam lubang kecil dulu agar mampu melewatinya dengan lebih baik, karena dari situ kita belajar. Memang pada kenyataan akan selalu ada yang menyatakan "coba aja deh lo, ngomong sama praktek kan beda" yes, memang akan susah jika kita menempatkan pikiran kita pada hal tesebut. Ada baiknya kembali kita merubah pola pikir kita bahwa "ok, tidak ada yang tidak bisa saya kerjakan, karena saya adalah apa yang saya pikirkan".  (terbaca lebih ringan kan?)

Lalu bagaimana dengan persoalan ketika pada saat anak kita masih di usia balita, tentu setiap pertumbuhan hari demi harinya merupakan suatu prestasi bagi para orangtua, benar? Namun sayangnya lagi... ketika kita tidak menemui hal tersebut dalam kepribadian anak kita, yang kita lakukan pada akhirnya menjudge atau malah membanding-bandingkan. "iya nih, anak gue ni susah diatur, anak gue ga bisa diem" (saya pernah mengucapkan hal seperti itu, namun alhamdulillah saya sudah mengurangi hal-hal yang negatif, saya tau bahwa setiap perkataan adalah doa, jadi semaksimal mungkin akan saya hindari kata-kata yang berimbas negatif pada anak-anak. Bagaimana dengan teman-teman yang mengalami hal serupa? *mari kita sama-sama intropeksi. Semakin lama kita mengatakan bahwa anak kita "seperti ini dan itu..." semakin lama hal tersebut akan masuk ke dalam alam bawah sadar anak kita. Jadi jangan heran ketika besar nanti, kita sebagai orangtua pun akan dibanding-bandingkan oleh anak kita. Ga mau kan? *sama :)

Keinginan anak versi keinginan orangtua jelas berbeda. masih inget ketika saya jaman-jaman smp sma dan kuliah, rasanya ga nyaman aja kalau saya diminta melakukan tidak sesuai keinginan saya. (tapi itu dulu, berbekal emosi yang labil atau ababil) sekarang justru saya memahami betul setiap kejadian tersebut. "ohh ternyata... ini hanya masalah komunikasi saja dengan orangtua" Nah.....

Orangtua saya ga pernah melarang saya melakukan kegiatan apa-apa, bahkan ketika saya meminta untuk masuk ke tempat les sekolah sampai selesai tanpa hasil memuaskan, orangtua saya pun tak mempermasalahkan berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk saya, karena saya tau bahwa saya adalah investasi terbaik buat mereka. Investasi yang tak perlu dihitung untung ruginya, karena orangtua sama sekali tak menghitung laba dari setiap pengorbanannya. *betul ga? mohon koreksi kalau saya kurang tepat yaa.

Kini... saya telah menjadi orangtua, yang setiap detiknya sepenuhnya apa yang saya lakukan akan ditiru atau diduplikasi oleh anak-anak saya. Vinka 8 tahun dan Adik Zahran 4 tahun, memang usia yang pas dari mereka menerima segala pembelajaran baik dari rumah, maupun lingkungan sekitar. Bagaimana saya bisa membatasi hal-hal yang datang dari luar? karena ketika vinka sekolah, saya tidak bisa melihat apa dan dengan siapa dia bergaul. Untuk itu, ketika dia sampai di rumah, inilah saatnya saya untuk melakukan pendekatan terus dengannya juga dengan adik zahran. Saya dengan segala apa yang saya miliki harus lebih memaksimalkan dan memprioritaskan anak-anak terlebih dahulu. Tentu saya ingin sekali menjadi ibu kesayangan mereka. Saya senang ketika mereka sedikit demi sedikit mengerti bahwa, meminta maf itu perlu (jika melakukan kesalahan), berterima kasih itu penting agar kita lebih menghargai sesama. Setelah itu... dengan sendirinya mereka akan mengatakan bahwa "Aku sayang Mama" *berpelukan deh .... :)

Semoga kita bisa menjadi orangtua yang betul-betul amanah ya teman-teman... Karena anak kita hanyalah titipan dari sang Khaliq. Yuk... kita peluk anak-anak kita dan katakan pada mereka, "Thank You I Love You dear, maafkan Mama ya Nak" *bighug... Ketjup juga :D
"Engkaulah anakku, Engkaulah Buah Hatiku"

March 07, 2012

Being Love Giver

Bertemu adalah KESEMPATAN...
Mencintai adalah PILIHAN...
Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik
Itu bukan PILIHAN, namun KESEMPATAN...
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..
Itu bukan KESEMPATAN, namun PILIHAN...

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya..
Itu bukan KESEMPATAN, itu adalah PILIHAN...

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai KESEMPATAN dalam hidup kita..
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan TUHAN dan manusia adalah PILIHAN...

Mungkin KESEMPATAN mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita..
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah PILIHAN yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan TUHAN dan manusia.

Kita berada dunia bukan untuk mencari seseorang yang SEMPURNA untuk dicintai.. 
Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang BELUM SEMPURNA.. Dengan cara yang SEMPURNA...
Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi suami/istri kita yang BELUM SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA.. Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita.. Agar jiwa kita pun menjadi SEMPURNA di hadapan TUHAN, Aamiin ya robbal alamiin...

=================

"Sebuan notes yang menginspirasi, tersimpan rapi dalam file BB ku... siapapun yang memberikan broadcast ini dulu, sungguh... terima kasih karena telah memberikan pemahaman yang luarbiasa tentang cinta dan kesempurnaan... I love it"

"The More You give, The more You get"

March 05, 2012

Dear You... Karena Kamu, AKu Belajar

Lagi.... ini mengenai sebuah pembelajaran...
Semoga teman-teman ga bosen yaa baca postingan saya, hihihi mohon dimaklum, saya memang sedang dalam taraf menyesuaikan dengan kondisi pembelajaran yang sepenuhnya melibatkan segala pikiran, rasa dan tindakan saya. Bahkan ketika jemari ini mampu menuangkannya dalam coretan sederhana, rasa ini hanya mampu menahannya dalam draft saja untuk beberapa hari. hasilnya...? tak ada tindakan apa-apa.

Namun setelah saya membacanya lagi, saya menelaahnya lagi, saya akan mempublish coretan saya ini, tentang sebuah rasa ingin tahu yang begitu besar, bahkan telah menimbulkan simbol tanda tanya terbesar dalam pikiran saya. Daripada terus menjadi beban pikiran saya, lebih baik saya ungkapkan. Dan jika tulisan ini mampu tersampaikan, hanya kuasa Allah lah yeng mengantarkannya kepadamu.
============

Dear You...

Aku tak kuasa... ketika ada sesuatu yang membatasi ruang gerak antara kita, entah apa yang menjadi penyebab utamanya sehingga kamu mampu begitu menutup hatimu yang terdalam. Aku sedih? yaa... tentunya... bagiku hal seperti ini sungguh tidak membuat nyaman. Ada kalanya suatu hal terjadi di luar batas kemampuan kita, dan jika itu terjadi... siapa yang dapat dipersalahkan? Kamu mau menyalahkanku? silakan... katakan apa salahku. Bukankan itu lebih bijak? ini persoalan aku dan kamu, tak perlu kita mengajak hati-hati yan tulus menjadi penuh prasangka dengan apa yang menimpa kita. Tunjukkan kesalahanku, Aku akan meminta maaf. Namun tak pula dalam hal ini maaf menjadi suatu kata yang biasa bagimu. Ahh... aku sungguh tak mau menjudge-mu dengan prasangkaku, aku tak mau berfikir bahwa kau memusuhiku, karena aku yakin... kamu orang baik, yaa.. aku tau karena aku  mengenalmu. Bahkan sampai pada saat kamu membatasi segala komunikasi antara kita, aku tak menyerah... aku ingin tau, dan yakin... bahwa kamu bisa membuka hatimu yang tulus. Jika sampai saat ini kau masih menututpnya dengan rapat, itu bukan dirimu sayang... itu hanya sisi gelap dalam dirimu. Apakah kamu menyadarinya?

Kali ini, aku sudah menyerahkan sepenuhnya pada Sang Ilahi... Jika kamu mau membuka pintu hatimu, maka Allah pula lah yang akan membukakannya, namun jika kau akan tetap menutupnya rapat-rapat, tak apa... aku akan berterima kasih sekali padamu. Yaa... aku berterima kasih karena kamu telah mengajarkanku satu hal yang sangat mendasar, tentang sebuah kesabaran. Terima kasih kamu telah mengajarkanku tentang bagaimana harus tulus dalam memberi tanpa syarat. Terima kasih karena kamu telah memberikan aku pandangan lebih indah tentang hidup ini, terimakasih... karena kamu... aku belajar.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway "Aku Sayang Saudaraku" yang diselenggarakan oleh Susindra


March 01, 2012

Energy Giver

Aku Bersyukur... hari ini Allah Swt memberikan nikmat yang luarbiasa bagiku. Kesehatan, kesenangan, kedamaian dan kenikmatan lainnya. Sungguh nikmat mana yang mampu kudustakan Ya Allah? Alhamdulillah...
gbr by google
Sepenggal kata inilah yang setiap harinya harus selalu aku ucapkan agar senantiasa aku mampu memberikan lebih banyak rasa cinta dan syukur terhadap apa yang kuterima. Dan seharusnya sudah tak ada lagi segala ucap penyesalan, kekurangan dan hal yang membuatku merasa tidak cukup. Setuju kan temans?

Oh iya... saya ingin berterima kasih buat sahabat saya Irma Senja yang hari ini bisa sharing dan jalan bareng dengan saya, dan tau apa yang bikin saya lebih bahagia? yeaayy...Saya dapat oleh-oleh banyak sekali darinya ketika Irma berangkat ke SG. Subhanallah, Jazakillah sahabatku... *girang banget yak...eyyaalaahh

Di postingan sebelumnya, saya memang membuat artikel yang bergenre cinta. Bukan karena saya sedang jatuh cinta atau melow karena inget sang pujaan hati (*tapi kangen memang selalu ada sih)  tapi ini dikarenakan saya betul-betul mulai memahami makna cinta yang sesungguhnya, belajar lebih tentang mencinta, cinta yang didasari rasa syukur. Dan semua pembelajaran ini saya dapatkan semenjak mengikuti workshop dari mba Auk Murat tentang "Magnetic BAAR Power" (BAAR = Believe, Act, Action & Receive) yaap... Saya adalah sumber kekuatan untuk merubah hidup saya. 

Me & Auk Murat
Dalam pembelajaran selama 2 hari ini, saya dan 29 orang teman-teman lainnya yang turut berpartisipasi diajak agar bisa lebih menyentuh hati kita masing-masing dan bertanya pada diri sendiri "Saya Terjaga atau Saya Tertidur?". Saya yakin teman-teman bisa memaknai kata-kata tersebut, yang jelas memiliki makna yang luas sekali, terutama dalam hubungannya dengan kehidupan kita. Kita tidak bisa memungkiri bahwa kenyataan hidup ini telah banyak membuat kita terlena dengan segala macam cerita di dalamnya. Hingga akhirnya, kita sendiripun tak menyadari bahwa betapa diri kita ini begitu berharga, diri kita ini begitu penuh rasa cinta , syukur dan kedamaian. Namun karena kita tertidur, tak disadari kita telah melupakan kekuatan terbesar dalam energi jiwa kita, yaitu Energi untuk selalu memberi tanpa syarat. Oleh karena itu... sudah sepantasnya kita layak menjadi energy giver positif bagi orang-orang di sekeliling kita. Akuur? Harus! Karena 100% kita bertanggung jawab pada apa yang kita fikir, kita rasa, kita bertindak dalam rangka menggapai hasil di kehidupan kita. Itulah titik kesadaran yang harus kita miliki, because "for things to change, we ( I ) must change first, right?". Lalu... mengapa kita masih sibuk dengan urusan orang lain? Mengapa kita masih sibuk mengharapkan orang lain agar berubah demi kita? Mengapa kita masih mengharapkan balasan terhadap apa yang kita lakukan? "Seharusnya kan, kalau gue udah baik...dia harus lebih baik donk" - Mengapa bukan kita dulu yang berubah? Menjadi energy giver pertama bagi orang di sekeliling kita...!! Sadarkah bahwa kita terlalu banyak menuntut tanpa kita mampu memberi terlebih dahulu? its enough... Saya ingin sekali meraih ketenangan dan kedamaian hati dengan rasa yang positif.Saya ingin berubah.

Memang, pada kenyataanya... segala hal yang ingin saya lakukan akan kembali dengan segala pro kontra perasaan yang ada pada diri saya, namun di sinilah letak pembelajaran yang saya lakukan, sanggupkah saya? YES, Saya percaya Saya dapat meraihnya, karena Saya yakin setiap kejadian yang hadir dengan cepat dalam kehidupan Saya adalah sesuatu yang sudah Saya yakini. Saya percaya... Jika Saya pikir "bisa", maka Saya Bisa. Jika saya pikir "Saya tidak bisa", maka Saya tidak bisa. Saya percaya bahwa Saya menjadi apa yang Saya Pikirkan, karena saya mencintai diri Saya.

Rasanya... damai sekali yang saya rasakan setelah saya mengikuti workshop tersebut. Namun Saya juga tau, adalah sebuah PR besar buat Saya agar  mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan Saya sehari-hari, karena ini adalah awal kesadaran Saya, Awal perubahan saya to be "Better Me", Insya Allah...
"For Things to Change, I Must Change First.. and The More You Give The More You Get"...
Jadilah Energy Giver positif untuk orang-orang di sekeliling kita. Sanggupkah kamu melakukan Perubahan?

Cinta & Syukur
I Love You Thank You I Share... Big Hug to all of You


"Tetaplah Menulis, maka Kamu akan tau Siapa Dirimu"