March 13, 2012

Bila Sudah tak ada

Ada sepi merajut malam, saat detik-detik hari mulai tenggelam
Menyimpan semua cerita yang berganti setiap saat
Mengantarkan segala kisah, tanya dan ungkapan

Bila sudah tak ada hari...
Kemana waktu akan kutempuh
Bila sudah tak ada hati...
Kemana rasa akan kulabuhkan
Bila bibir terkatup bisu...
Kemana kata akan kuucapkan
Bila jari tak mampu menggores...
Bagaimana tulisan mampu mewakili
Bila sudah tak ada jalan...
Kemana kakiku melangkah
Bila pikir menjadi belenggu...
Mampukah nurani mengurainya?

Teman... Dalam sebait dan terakhir...kita tak bisa lari dari kenyataan
Karena kita semua mempunyai hak yang sama atas waktu.
Dan bila semua itu sudah tak ada, tolong jawab yang satu ini. Masih pedulikah kamu pada soal hati?

25 comments:

marsudiyanto said...

Meski beda kalimat, tapi kebetulan yang kita ungkapkan ada benang merahnya Mbak...
Jika Mbak Mira mengatakan "Bila Sudah Tak Ada", maka saya mengungkapkannya dengan istilah "Meredup"
Yang sekarang ada, bukan tak mungkin akan meredup diwaktu berikutnya.
Ada yang setelah redup bisa terang kembali, tapi tak jarang setelah redup lalu berhenti dan mati. Kita tidak tau kapan redup datang menghampiri, tapi siap tak siap kita pasti menemui.
Salam!

Ririe Khayan said...

Wah ngeri Mbak jika kita sdh tak perduli dengan hati..

Semoga kita tdk termasuk golongan yg demikian...

Puisinya indah dan sarat makna, I like it:)

@yankmira said...

@Pak Mars : Subhanallah, terima kasih pak Mars, inspiratif sekali

@Ririe : Aamiin...makasih ririe...

Lidya - Mama Pascal said...

bolak balikbaca, tetep ga ngerti mir :) otakku terlalu fokus sama ilmu pasti hihihi.punten

@yankmira said...

@Lidya : hihihi, padahal ini bahasa ringan lho teh :D

yuniarinukti said...

Masih pedulikah kamu pada soal hati?
Masih, Semoga menjadi orang yang selalu berhati-hati, baik ucapan maupun perbuatan

AstyNNS said...

Dalem banget...

choirul said...

kalau aku... peduli engga ya

semoga aku tetap bisa peduli

ah g paham

u n n i said...

insha Allah, masih dan semoga akan tetap masih...

Atma Muthmainna said...

kalau soal hati,bagaimanapun keadaannya aku akan peduli..hehe#nyambung ga ya?

@yankmira said...

@Yuniarimukti : Aamiin, Insya Allah yaa

@AstyNNS : hihihihi, apanya mbaa?

@Choirul : Aamiin, Insya Allah...

@Unni : Aamiin, semoga yaa Unni

@Atma : Alhamdulillah, semoga diijabaha yaa

Mayya said...

Love this!

(^_^)b

@yankmira said...

@Mayya : thank You Dear

windflowers said...

tak peduli soal hati, tetapi satu yang pasti kekal selamanya adalah cinta

mimi RaDiAl said...

sukses membuat nganga :D

tp nanti dulu ada pantun nih

kepasar membeli loyang
loyang terbuat dr tembaga
duh...puisi indah dr ter-Ayank
sukses bikin mimi nganga hihihi

@yankmira said...

@Windflowers : emm... terkadang cinta juga membutuhkan hati yang lebih ya mbaa. makasih lhoo

@Mimi : wkwkwkwkw, mimi gokil. lucu banget itu pantun, bisa-bisanya, hahahaha. keren Mi *hug

covalimawati said...

wah dalem bgt say... aku tuh klo baca puisi apik gini, rasanya ada yg berdesir2 gmn gt.. hehehe..

@yankmira said...

@covalimawati : hehehe, inspirasi itu kadang datangnya ga di duga, yaa seperti puisi ini yang tiba-tiba saja mengalir dari rasa dan pikirku.

obat herbal demam berdarah said...

sangat menyentuhhhhh,,,,,,,

outbound malang said...

kunjungan sob ..
salam sukses selalu ..:)

khasiat manggis said...

puisi yang penuh dengan makna,,,,,,

Obat Herbal Demam Berdarah said...

puitis bgt

obat herbal penyakit saluran kemih said...

nice to artikel...
salam kenal ia...

Damayanti said...

sempat tersentak membacanya mba..
bermakna sekali ^__^ follow back yaa mba, makasih!!

obat herbal kanker serviks said...

bagus puisi nya...