March 05, 2012

Dear You... Karena Kamu, AKu Belajar

Lagi.... ini mengenai sebuah pembelajaran...
Semoga teman-teman ga bosen yaa baca postingan saya, hihihi mohon dimaklum, saya memang sedang dalam taraf menyesuaikan dengan kondisi pembelajaran yang sepenuhnya melibatkan segala pikiran, rasa dan tindakan saya. Bahkan ketika jemari ini mampu menuangkannya dalam coretan sederhana, rasa ini hanya mampu menahannya dalam draft saja untuk beberapa hari. hasilnya...? tak ada tindakan apa-apa.

Namun setelah saya membacanya lagi, saya menelaahnya lagi, saya akan mempublish coretan saya ini, tentang sebuah rasa ingin tahu yang begitu besar, bahkan telah menimbulkan simbol tanda tanya terbesar dalam pikiran saya. Daripada terus menjadi beban pikiran saya, lebih baik saya ungkapkan. Dan jika tulisan ini mampu tersampaikan, hanya kuasa Allah lah yeng mengantarkannya kepadamu.
============

Dear You...

Aku tak kuasa... ketika ada sesuatu yang membatasi ruang gerak antara kita, entah apa yang menjadi penyebab utamanya sehingga kamu mampu begitu menutup hatimu yang terdalam. Aku sedih? yaa... tentunya... bagiku hal seperti ini sungguh tidak membuat nyaman. Ada kalanya suatu hal terjadi di luar batas kemampuan kita, dan jika itu terjadi... siapa yang dapat dipersalahkan? Kamu mau menyalahkanku? silakan... katakan apa salahku. Bukankan itu lebih bijak? ini persoalan aku dan kamu, tak perlu kita mengajak hati-hati yan tulus menjadi penuh prasangka dengan apa yang menimpa kita. Tunjukkan kesalahanku, Aku akan meminta maaf. Namun tak pula dalam hal ini maaf menjadi suatu kata yang biasa bagimu. Ahh... aku sungguh tak mau menjudge-mu dengan prasangkaku, aku tak mau berfikir bahwa kau memusuhiku, karena aku yakin... kamu orang baik, yaa.. aku tau karena aku  mengenalmu. Bahkan sampai pada saat kamu membatasi segala komunikasi antara kita, aku tak menyerah... aku ingin tau, dan yakin... bahwa kamu bisa membuka hatimu yang tulus. Jika sampai saat ini kau masih menututpnya dengan rapat, itu bukan dirimu sayang... itu hanya sisi gelap dalam dirimu. Apakah kamu menyadarinya?

Kali ini, aku sudah menyerahkan sepenuhnya pada Sang Ilahi... Jika kamu mau membuka pintu hatimu, maka Allah pula lah yang akan membukakannya, namun jika kau akan tetap menutupnya rapat-rapat, tak apa... aku akan berterima kasih sekali padamu. Yaa... aku berterima kasih karena kamu telah mengajarkanku satu hal yang sangat mendasar, tentang sebuah kesabaran. Terima kasih kamu telah mengajarkanku tentang bagaimana harus tulus dalam memberi tanpa syarat. Terima kasih karena kamu telah memberikan aku pandangan lebih indah tentang hidup ini, terimakasih... karena kamu... aku belajar.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway "Aku Sayang Saudaraku" yang diselenggarakan oleh Susindra


41 comments:

Bung Penho said...

duh-duh, tulisan yang menggugah perasaan nich!

Mami Zidane said...

jangan sedih mbak mira....semoga suatu saat nanti ada jalan keluar terbaik untuk mbak mira dan dia..dan pasrahkan semuanya pada Allah, karena Allah maha membolak balik kan hati setiap manusia.

IndahJuli said...

Tulisanmu semakin bagus, Mira.
Terharu membacanya.
Keep writing, dear :)

@yankmira said...

@ Bung Penho : qiqiqi, makasih yaa

@Mamizidane : Insya ALlah engga mba, toh aku juga sudah meras alebih tenang karena aku tidak punya beban. Soal dia sekarang, sudah menjadi tgg jawabnya sendiri dan hatinya :D

@Indahjuli : Makasih mba, setiap hari pembelajaran

...Uzay Gingsull... said...

Tetap semangat kaka... =)

Ririe Khayan said...

Jika 'dia' membaca surat ini..semoga hatinya bisa terbuka ya Mbak. Agar ukhuwah bisa membaik kembali...

NF said...

semoga terungkap agar tidak ada lagi boundaries ya Maak, kan ga enak kalo dekat di mata tapi jauh di hati *apasih

Nia said...

smoga si dia segera dibukakan hatinya dan mau menerima maaf dari saudaranya.....(eh si dia ini saudara apa temen yach heheh....)

sukses utk kontesnya....

Andy said...

Inilah hidup mba,ada warna warni yang kadang membuat kita tertawa riang kadang juga membuat kita menangis haru
tapi biar lebih tegar menghadapi itu semua,alangkah lebih baiknya kita terus & terus mencoba untuk positif thinking

mimi RaDiAl said...

iye mak...setiap mampir disini pasti ada aja pembelajaran hidup yg menggugah,,,hmmm sabar ya sayang...smg ada sesuatu yg buat kamu dan dia bisa bercengkrama spt sedia kala

@yankmira said...

@ UZay Gingsul : yes I will, makasih yaa

@Ririe : Aamiin, aku juga berharap seperti itu rie

@NF : Aamiin. betul Nur, makasih yaa

@Nia : Aamiin. kita semua bersaudara juga kan? :)

@Andy : betul.. Insya Allah selama ini terus mencobanya, makasih yaa

@Mimi : Aamiin, Insya Allah Mimi... The More You give, The More You get

Syamatahari said...

mbaca ini jadi ingat pengalaman sendiri, saya pernah begitu marah dg sahabat sy sendiri dn menutup pintu hati saya, tiba2 dia terhapus dlm otak saya.

tapi mungkin namanya juga sahabat. lama2 hati saya luluh karena rindu, dan mungkin rasa bersalah. dalam Marahnya saya mungkin terselip keangkuhan..

Thanks mbak mir buat sharingnya :)

Bunda Kanaya said...

enggak bosan kok baca tulisannya mba mira... ah saya pun pernah merasakannya, cuma ga mampu menuliskannya

windflowers said...

hatinya begitu teguh...tapi aku yakin, suatu saat nanti hatinya akan luruh karena kesabaranmu mba... :)

moga sukses yaaa kontesnya... :D

Michael Angelo said...

yg sabar aja sob...

BTW, salam knl, aku follow blognya, folback ya...

Orin said...

Uh...sebagian orang memang menjadi ujian bagi sebagian yg lain ya mba Mir.

Terima kasih, jd ikutan belajar jg :D

@yankmira said...

@syamatahari : Alhamdulillah, no body perfect ya mba, kadang kita hanya terbelenggu oleh amarah kita. makasih

@Bunda Kanaya : alhamdulillah, makasih bunda. tadinya aku juga ga mau mempublishnya. hanya keinginan berbagi lah agar semua bisa sama-sama mengambil makna

@Windflowers : aamiin, makasih ya mbaa

@Michael Angelo : namanya kere, makasih udah mampir dan salam kenal juga

@Orin : betul say...makasih yaa

Bundanya Nay dan Carissa said...

peyuukk emak mira geulis..
Semua pasti ada hikmahnya say...cemungut yaa :D

alaika abdullah said...

tulisannya makin tajam, keren, dan menyentuh. Sukses untuk kontesnya ya Mira sayang... :)

Media Bisnis dan Pariwisata said...

bisa belajar banyak dari sini..thanks bu.

Obat Tradisional Asam Urat said...

cerita yang sangat mengaharukan saya,,, salam kenal!!!ya karena kamu aku belajar sahabat,thanks,,!

DewiFatma said...

Semoga si dia membaca postingan ini dan lalu membuka hati untuk hubungan yang lebih baik dan lebih indah :)

advertiyha said...

Semoga dibukakan pintu hatinya sang "kamu"
bener banget mak, diambil pelajaran dari hal ini aja, bahwa sabar dan tulus memang tak berbatas, dan pasti berbalas manis.. yakinlah,, hehehe..

kata2nya sungguh lembut, seneng bacanya.. :)

ke2nai said...

semoga "si dia" segera terbuka hatinya ya

Lidya - Mama Pascal said...

peluk mira deh :) otakku gak nyampe euy itu tentang apa ya?

Ely Meyer said...

sukses buat kontesnya ya :)

Susi Susindra said...

Selalu ada pembelajaran baru dari setiap sakit. Dari sakit kita belajar menjadi orang yang lebih baik.
Semoga dia membaca dan segera membuka hati ya mbak. Terima kasih unutk pelajaran barunya.
Maaf komen-nya terlambat.

Salam hangat dari Jepara,
Susindra

Nurmayanti Zain said...

wahhhh pasti penuh hikmah nih mbak miraaaa... hem... rumit x_x

de said...

I Feel You *peluk*

De masih merasakan yang sama, sampai kangen banget sama sahabat de yg menjauh itu

AstyNNS said...

Aku suka kalimat: Jika kamu mau membuka pintu hatimu, maka Allah pula lah yang akan membukakannya...dalem bgt.

Atma Muthmainna said...

sampai pada kata2 mbak yang ini "karena aku yakin kamu orang baik.."
duch,salut sama mbak mira dech yang selalu berpikiran positif dan ikhlas ..

@yankmira said...

@Bunda Nay & Carissa : Insya Allah ya bun, aamiin

@Alaika : alhamdulillah, makasih mba alaika

@Media : sama-sama pak, terima kasih sudah berkunjung

@Obat tradisional :Salam kenal juga (udah dua kali lho mampir sini) :)makasih

@Dewi Fatma : Aamiin, indah sekali yaa kalau segalanya damai

@Advertiyha : Aamiin Ya Rabb. makasih sayang

@Ke2nai : Lidya : gpp Teh Lid, tak perlu dianalisa, akupun tak memikirkannya lagi :)

@Ely : makasih mba Ely

@Susi : gpp mba susi, makasih banyak yaa

@Nurmayanti : Insya ALlah, banyak banget hikmahnya

@de : thanks ya mba de...

@AstyNNS : pada kenyataannya, hati manusia tertutup adalah kemauan manusia nya itu sendiri, benar kan mba?

@Atma : Insya Allah... semoga saya selalu menjadi pembelajar, makasih mba Atma

Pencerah said...

dengan membaca di sini, saia juga belajar

Goiq said...

sukses yah ngontesnya... aku juga mo ikutan kontes ini. mudah-mudahan keburu sebelum deadline :)

Anggie...mamAthar said...

Selalu suka baca postingan di sini.. Langsung bikin kita interopeksi diri dengan segala sesuatu yang akan atau telah dilakukan.. Baik buruk buat pertimbangan di masa depan..

covalimawati said...

bagus sekali.. bs mengambil hikmah dr setiap keadaan. Bahkan disaat sedihpun kita bs belajar.. belajar sabar..
sukses ya say kontesnya.. 'n moga2 si you bs terbuka hatinya.. :)

@yankmira said...

@Pencerah : Alhamdulillah...sama-sama belajar yaa

@Goiq : makasih Ri.. ayoo masih ada waktu ko

@Anggie : Alhamdulillah. makasih yaa

@Covalimawati : Insya Allah,setiap hal adalah pembelajaran yaa. aamiin, makasih

Obat Herbal Infeksi Saluran Kemih said...

azip bangett

windflowers said...

waaa...sukses ya bwt kontesnya...aku jg pngen ikutan ah...hehehe

obat herbal demam berdarah said...

waw............

Obat Herbal Demam Berdarah said...

keren sob postingannya