October 30, 2012

Everthing Happen for a Reason

"It's Ok, just breathing, Mira"...
Itulah kata yang sering saya ucapkan untuk mengingatkan diri sendiri ketika dalam keadaan yang kurang kondusif. Sama seperti malam tadi, sepertinya kesunyian begitu lekatnya memelukku dalam keheningan yang semakin terasa dingin. Walau nyatanya mata ini terasa begitu lelah, pikiranku masih terus berlari-lari berupaya merangkai partikel-partikel kisah yang terurai melalui catatan-catatan hati. 

Hidup, adalah sebuah proses di mana akan selalu ada serangkaian kisah yang kita lalui dalam setiap langkah yang kita tempuh. Adanya kita di dunia ini pun tidak terlepas dari sebuah permulaan, hingga menuju sebuah akhir di mana kita tak lagi mampu berpijak. Ya, itulah yang dinamakan 'Prosesi', ada awal dan ada akhir.

Pernahkah mendengar sebuah kata, "Everything happen for a reason"?
Kata itu jelas tersampaikan dalam sebuah film layar lebar yang sempat tayang beberapa waktu yang lalu. Kata yang memiliki makna begitu dalam, bahkan ketika kita mencoba meneleaah ke dalamnya, tak ada satu pun yang bisa mengelak, bahwa nyata... itu benar adanya. 

Berbagi tentang cerita seorang sahabat dalam rumah maya ini, tak lantas memberiku rasa nyaman. Karena di sinilah (*mungkin) babak baruku dimulai. Bukan karena merasa tidak nyaman dengan cerita mereka, tapi sungguh, semua ini menjadi cambuk bagiku agar tetap dan berusaha ada untuk mereka. "That's what's friend are for, right?" Sekalipun harus kuakui, aku bukanlah sahabat satu-satunya yang siap siaga menemani mereka dalam setiap kesulitan. 

Tak bisa dipungkiri, rasa sedih dan perasaan hati tersayat menghampiri hati ini ketika ada yang tidak biasa kutemukan dalam sosok itu. Ada yang berbeda kali ini, karena catatanmu tak lagi terangkai dalam sebuah bait-bait indah. Dia telah menjelma menjadi seseorang yang begitu tegar dan seolah ingin mengatakan pada dunia, "Inilah Aku", yang tetap mencari tawa dalam di balik air mataku. Dalam temaramnya Senja, sebuah sinar memancar dalam dirinya dan menyilaukan setiap mata yang memandangnya. "Hey, ada apa denganmu, sahabat?". Tanpa perlu waktu yang lama, Tuhan telah menitipkan catatan kisah kehidupannya padaku. "Aku bisa apa?". Kini, muramnya Senja bisa jadi menghampiriku di saat Senja yang sebenernya bertahan dalam kegelapan. Cukup... kali ini aku tak kuasa, berpura-pura bahwa segalanya akan baik-baik saja. Seperti kataku tadi, aku bukanlah sahabat terhebat yang kau pikirkan. Kali ini aku rapuh. Ingin rasanya aku memelukmu di setiap hening yang membawamu pada sebuah asa yang tak berujung. huuft.... Lets breathing... Kita semua tahu dan meyakini akan sebuah permualaan dan akhiran. Jika kita terlahir ke dunia ini, maka ikhlaskanlah diri kita untuk kembali kepadaNYA dalam keadaan apapun. Dan kita tidak pernah tahu, siapa yang akan lebih dulu menghadap sang Ilahi. Yakinlah akan kebesaranNya, sahabatku. Doaku selalu untukmu. 

Belum habis rasa sedih ini, kabar tentang kematian aku terima dari salah satu sahabat terdekatku. Lagi, kulihat mendung dari wajah-wajah yang sangat kukenal. Saat itu, nampaknya senyum bukanlah sahabat terbaik baginya. Hanya airmata dan doa yang terlihat ketika Sang Ibunda pergi untuk selama-lamanya. Aku bernafas kembali dalam rangkaian malam-malam beberapa hari terakhir ini. Aku merenungi setiap hal yang terjadi, bukan tanpa alasan Allah Swt mengajakku untuk melihat setiap kejadian yang menimpa orang-orang terdekatku. Aku yakin bahwa Allah Swt memiliki alasan dengan semua ini. Apakah itu?, akupun tak mengetahuinya.. Bersabarlah, sahabatku. Kau telah mengupayakan segalanya secara maksimal. Jika kini Sang Bunda telah tenang di siniNya, itu karena Allah menghendaki seperti itu. Memang berat sekali kehilangan sosok yang telah begitu banyak memberikan hidupnya untuk kita. Tapi yakinlah, keikhlasan Sang Bunda semasa hidupnya, telah menjadikanmu seorang wanita kuat dan tegar. Karena engkau seperti apa yang Mamamu katakan, Anakkon hi do hamoraon di au (Anakku adalah kekayaanku, kebangganku)

Keluar sejenak dalam kepenatan yang menyeretku pada sebuah kesedihan, akhirnya aku mulai bisa bangkit kembali dan tetap memberikan apa yang bisa kuberikan untuk mereka. Senyuman, pelukan hangat dan doa untuk mereka. Hingga akhirnya aku mulai terhibur dengan kegiatanku yang lain. Namun, ternyata Allah Swt berkehendak yang lain lagi. Usai melewati kegembiraan bertemu dengan teman-teman baru, nafasku kembali sesak ketika Allah Swt menitipkan kembali 1 kisah dari seorang sahabat. Tapi kenapa, Ya Allah? Kali ini harus kuakui, aku bukanlah sahabat terdekatnya. Namun dengan seijinMu, rangkaian kata hingga tetesan air matanya mengalir dari mulutnya dan sampai pada pendengaranku, hingga akhirnya tercerna dalam hati dan pikiranku. Ya Allah, Tak ada satupun yang mampu melawanMu ketika Engkau sudah berkehendak. 
Aku tak bisa membayangkan, bagaimana perasaan sahabatku itu ketika harus menerima kenyataan bahwa orang yang diandalkannya mampu memberikan nafkah, harus terkondisikan di rumah dan belom memiliki pekerjaan pengganti? Bersyukur sahabatku itu memiliki keahlian menjahit. Setidaknya, itulah harapan dia saat ini, agar senantiasa mampu menopang kebutuhan keluarga yang tidak sedikit. Be strong my dear, yakinlah bahwa Allah Swt akan selalu ada untukmu dan keluarga.

Apakah ini bagian dari rencanaMU, ya Allah? Engkau tunjukkan setiap episode kehidupan dari orang-orang yang dekat denganku? Apakah Engkau sedang memperlihatkan bahwa masalahku tidaklah seberat apa yang mereka hadapi? Sementara Engkau Maha tahu, aku baru saja bangkit dari keterpurukanku. Sesak rasanya dada ini. Aku ingin bernafas sesaat, ya Allah... Kisah mereka membuatku pilu.

Aku kembali menata hati dan pikiranku, dan mulai berprasangka yang lebih baik padaNya. Everything happen for a reason. Allah Swt memilihku dengan jalanNya, dan aku tak mungkin berpaling. Sekalipun kisah mereka membuatku pilu, aku adalah seorang teman untuk mereka, yang harus memiliki lebih banyak kekuatan dan kesabaran untuk membantu mereka berdiri. Aku mulai menyadari, bahwa sahabat di sekeliling kita adalah keluargaku. Merekalah yang nantinya akan turut mendoakanku ketika kontrak duniaku usai.

Cukup sampai di situ? Belum :)
Berada di rumah beberapa hari ini membuatku lebih produktif untuk memutar otak dan pikiran akan sebuah karya. Aku yang sebenernya tidak memiliki keahlian menulis ini, ingin sekali rasanya memiliki sebuah catatan yang terangkum dalam sebuah buku. Namun entah rencanaNya untukku. Aku hanya akan terus mengupayakannya, karena aku memiliki mimpi, dan di sini ingin kupertegas, bahwa mimpi adalah nafas kehidupanku. Hingga akhirnya, kembali lagi seorang sahabat datang padaku...

"Mira, kemarin aku hampir saja mau bercerai dengan suamiku". Sontak, nafas yang mulai teratur kembali lagi terasa sesak mendengar apa yang diutarakan oleh sahabatku. Dan kali ini, Insya Allah aku lebih kuat menerima sebuah catatan kehidupan dengan episode yang berbeda.

"Ya Allah, kenapa? Apa yang terjadi?" tanyaku.
Tak ada satu wanitapun di dunia ini yang rela ketika mendapati pasangan hidupnya bermain api dengan orang ketiga. Apalagi hubungan yang terjalin terlewati begitu jauhnya. Jika aku harus membayangkan apa yang sahabatku rasakan kala itu, tentu saja akan sangat memekik hati. Bagaimana mungkin, kenapa, apa yang salah? Sementara aku tau sahabatku itu berjuang lebih dari 4 tahun menjalani keseharian tanpa suami di dekatnya dikarenakan tugas kantor yang selalu mengkondisikan dirinya berada jauh dari keluarga.
Drop? terlhat jelas sekali dari raut wajahnya, lagi-lagi akupun harus menarik nafas mendengar kisah ini.
Aku bisa apa lagi, selain turut mensupport dan mendoakannya, agar kekhilafan sang suami menjadi pembelajaran yang sangat berharga dan tidak terulang lagi. Sebagai seorang istri, tentu sudah menjadi tanggung jawab kita juga ketika pasangan hidup berbelok pada arah yang kurang tepat. Semua sudah terjadi. Jika kamu mampu memaafkannya, maka peluklah suamimu, karena dia sedang rapuh dalam gelapnya lorong, maka datanglah dengan sinarmu, sekalipun sinar itu meredup, pertahankalan agar tetap menyala. Tetaplah menjadi wanita yang tegar, sahabatku. Allah Swt tentu memiliki alasan dengan semua ini.

Aku, bukan pula tanpa cerita, namun aku meyakini, Allah Swt sebaik-baiknya penolongku, Akan kurangkai cerita kehidupanku dalam sebuah lembaran hati yang bernama doa, cinta dan syukur. Aku ikhlaskan apa yang menjadi kehendakNya.

============

Sahabatku,
Semua catatan kehidupan ini akan menjadi pembelajaran untukku dan bekal nantinya akan sebuah misteri kehidupan yang belum terungkap. Dan semoga saja tulisan ini bisa menjadi pembelajaran untuk teman-teman lainnya, yang mungkin sedang mengalami hal serupa. Maafkan jika aku membaginya pada yang lain, tapi percayalah, aku tak akan mengatakan siapa sahabat-sahabatku di balik cerita-cerita ini.

Meyakini bahwa kita tidak sendiri, adalah salah satu langkah agar kita tidak terlalu terbebani dengan apa yang sedang kita alami. Dunia ini hanyalah persinggahan, maka setiap proses yang kita lewati pun hanyalah sementara saja. Untuk itu, tetaplah berbaik sangka pada Allah Swt, agar kita senantiasa merasa tenang, ikhlas, sabar dan tawadhu.

October 22, 2012

Keindahan dalam Lukisan R.B Ali

Masih inget tulisan saya beberapa waktu lalu tentang "Memelihara Hasrat"?


Alhamdulillah Jumat pekan lalu saya berkesempatan hadir di acara pembukaan pameran tunggal R.B Ali di Graha Cipta II TIM bersama teman-teman dari grup blogger reporter. Ga usah panjang lebar lagi deh, ya. Kali ini saya mencoba memberikan jawaban atas kepenasaranan beberapa teman akan lukisan-lukisannya. Silakan menikmati. (Sumber foto  : Hazmi Srondol, Dian kelana, Ani Berta)


Sengaja ke salon (hihih) karena diminta jadi MC acara. (foto : Ani Berta)
Acara dihadiri oleh Mantan Gub DKI, Bapak Sutiyoso (Kika : Pak Bambang Subekti dari TIM, Pak Sutiyoso, R.B Ali)








Lukisannya keren-keren

Sebuah gambar telinga di atas tugu Monas

Emak-emak blogger dalam Vblog Blogger reporter, Kika : Elisa Koraag, Sumiyati, Vemma


Prasasti lukisan yang ditanda tangani oleh bapak Sutiyoso

Lukisan yang paling besar karya mas R.B Ali

Blogger reporter bersama R.B Ali

Apa pendapat teman-teman tentang lukisannya? bagus, keren? Yang pasti kalau memang masih penasaran dengan gambar lukisan lainnya? Dateng aja langsung ke Graha Cipta II, TIM - Jakarta Pusat. Pameran masih berlangsung sampai dengan tanggal 28 Oktober 2012.

October 14, 2012

(Liputan) Womens Talk bareng Tabloid NOVA

Senang, termotivasi, dan makin yakin melangkahkan kaki untuk terus berbagi bersama emak-emak blogger dalam membangun komunitas KEB ini. Itulah yang saya rasakan setelah mengikuti acara "Women's Talk" yang diselenggarakan oleh Tabloid Nova dan Tupperware Indonesia. Sebanyak 36 komunitas perempuan di seluruh Indonesia berkumpul dalam kehangatan acara ini.

Menyusuri jalanan yang cukup panas, dan ditemani oleh suami tercinta, kami berdua berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 pagi. Setelah menebak-nebak jalanan di kawasan Kemang, akhirnya kami menemukan tempat yang dituju, Mezzaluna Resto. 

Sesampainya di sana, tampak sudah 50% sahabat perempuan dari komunitas lain yang sudah hadir. Dan dari KEB sendiri sudah ada Mak Indah Juli, dan mak Fiki. Ternyata oh ternyata ada member KEB lainnya juga di sana, yaitu mak Fitria dan Tri sapta yang kebetulan hadir dengan bendera komunitas Muslimah Backpacker Indonesia. Senang sekali rasanya, ketika kami bisa berkumpul untuk terus menjalin silaturahmi dalam setiap acara-acara.

Tepat pukul 11.00 acara dibuka oleh MC cantik Shanaz Haq, dilanjutkan dengan fashion show dari komunitas ibu-ibu.. (*lupa nama komunitasnya). WOW, udah ibu-ibu masih eksis untuk fashion show? Keren banget. Mereka tampil cantik dengan balutan pakaian ala hijabers. Emm... Kudu banyak belajar fashion juga nih, biar bisa tampil cantik dan match kaya mereka. Hihihihi.

foto : koleksi pribadi
Yang menarik dan menjadi perhatian saya di acara ini adalah hadirnya Mba Rosalina Verauli, M.Psi. atau yang dikenal melalui akun twitternya @Verauli, Seorang psikolog cantik yang memberikan talkshow seputar pentingnya bergabung dalam komunitas dengan gayanya yang sangat nyaman, Tema yang diusung kali ini adalah "Pertemanan dan Networking Perempuan Masa Kini". Nah, cocok banget kan buat semua yang hadir di acara tersebut?. Saya coba share hasilnya, ya.

Dalam era modern saat ini, sebuah tantangan besar bagi kita adalah hidup dalam era teknologi yang terus berkembang setiap saat. Semua itu menuntut diri kita untuk lebih banyak berkontribusi dan berpacu dengan cepatnya waktu. Tak jarang, karena besarnya tantangan yang dihadapi oleh kita, banyak hal yang akhirnya membuat kita keluar dari rutinitas dan mengurung diri dalam kesibukan masing-masing.

Sebuah komunitas, bisa menjadi salah satu tempat dalam membangun kembali kepercayaan diri dan pencarian jati diri. Saat ini fenomena komunitas semakin marak. Banyak sekali hobi-hobi yang bisa disalurkan melalui sebuah komunitas. Saya ambil contoh Kumpulan Emak-emak Blogger ya. Di dalam grup KEB rata-rata adalah seseorang yang memiliki hobi menulis dan ngeblog. Dengan begitu, siapapun di dalamnya akan terus saling memberikan spirit dalam menulis, sekalipun mereka bukan seorang penulis profesional. Itulah yang dimaksud membangun kepercayaan diri. Semuanya berkontribusi dan bertanggung jawab terhadap satu sama lain.

Lalu, mengapa komunitas menjadi penting saat ini?
"Hidup dalam kepercayaan diri itu kunci untuk semua wanita". Dan komunitas lah salah satu jalan yang bisa membantu mewujudkan hal itu. Komunitas merupakan sebuah networking. Dan prinsip networking itu sendiri adalah, Like-able (siap memberi dan menolong sebelum siap diberi dan ditolong), Promoting (menampilkan strenght point secara jujur). Pertanyaannya adalah, "Am I a good friend in my community?" JLEB.... pertanyaan yang cukup menampar hati dan pikiran saya.

Jujur saja, sekalipun saya adalah seorang inisiator atau penggagas dalam komunitas emak-emak blogger, bukan berarti saya bisa menjawab pertanyaan di atas. Karena untuk menjadi teman yang baik dalam komunitas, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti hal-hal berikut :

1. Visi Misi Komunitas
Sebuah komunitas awalnya dibuat hanya untuk menyalurkan hobi dan berangkat dari seglintir orang. Namun dalam perjalannya, dengan semakin besarnya komunitas tersebut, maka harus ada sebuah visi dan misi kuat yang menjadi ciri khas dari komunitas tersebut.

2. Memahami ilmu Pertemanan (a good friend)
Berkumpul dalam sebuah komunitas dengan latar belakang yang berbeda-beda, tentu akan memunculkan segudang perbedaan, baik tujuan, pemikiran dan aksi. Untuk itu menjadi penting bagi semua orang yang tergabung dalam komunitas, agar bisa  memiliki keahlian "mendengar", menciptakan iklim positif, dan menguasai "seni berbicara dengan hangat". Walaupun kenyataannya, semua orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Tapi di sinilah tantangannya. Sebuah komunitas akan semakin kuat jika mampu melewati sebuah proses kebersamaan yang dilandasi hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan.

Berangkat dari acara inilah, semua peserta yang hadir diminta untuk membuat sebuah quote dan note untuk komunitasnya masing-masing. Dan semua itu dirangkum dalam sebuah catatan indah melalui Fanpage Tabloid Nova. Silakan ditengok yaa.

Dan Surat cinta dari saya untuk KEB adalah sebagai berikut :

Dear Emak2 Blogger...Jadikanlah ngeblog & menulis sebagai catatan sepanjang masa yang akan kita wariskan untuk anak-anak kita kelak. Tetaplah saling menginspirasi melalui tulisan.We’re together as a family “inspirasi perempuan, kami ada untuk berbagi”.(Mira Sahid - Emak2 Blogger) 
Terima kasih untuk Tabloid Nova yang selalu melibatkan Kumpulan emak-emak blogger dalam berbagai kegiatannya. Semoga silaturahmi yang terjalin membawa berkah untuk kita semua.

October 08, 2012

Ancol Semakin Ideal dengan Lukisan JAA 2012

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis reportase pertemuan saya dengan salah seorang pelukis, mas R.B Ali di sini. Banyak hal yang telah di sampaikan oleh mas Ali yang menjadi pembelajaran untuk saya, begitupun dengan kehadiran saya beberapa waktu lalu di Taman Impian Jaya Ancol, pada acara "Jakarta Art Award 2012". Ternyata, Seni lukis masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama antusias dari para pelukis itu sendiri dan para pecinta seni lukis.

Bertempat di Pasar Festial, Taman Impian Jaya Ancol, saya bersama Nunik sudah tiba pada pukul 4 sore. Suasana nampak masih sepi, tapi tidak masalah bagi kami. Karena dengan pergi lebih awal, tentu membuat kami terhindar dari lalu lintas yang padat menuju kawasan Ancol. Selain itu, kami masih bisa menikmati suasana sore yang menyegarkan di tempat itu. 

Menikmati suasana sore hari di Pasar Festival, Taman Impian Jaya Ancol bersama putri cantikku, Vinka.
Mendapatkan informasi bahwa para blogger diundang di acara ini, merupakan kebanggaan tersediri untuk saya. Bagaimana tidak, dalam acara tersebut, selain mendapatkan kesempatan untuk melihat karya-karya luarbiasa dari para seniman, mendapatkan oleh-oleh goody bag, kami pun berkesempatan untuk bertemu dengan salah satu sosok yang fenomenal beberapa waktu lalu pada euforia Pilkada, yaitu Bapak Fauzi Bowo. Jadi tentu saja, ini merupakan acara yang berkesan untuk saya sekaligus memberikan banyak manfaat. Terlebih lagi ketika dalam sambutannya, pak Fauzi Bowo menyebut komunitas blogger, yang diharapkan dapat turut berpartisipasi, tidak hanya dalam acara JAA 2012 saja, namun dalam setiap acara yang digelar do DKI Jakarta ini. Setelah itu pak Fauzi mengapresiasi para blogger dengan meminta hadirin untuk bertepuk tangan. Whuaaa, walau tidak secara personal, tapi saya sangat berterima kasih atas apresiasi dari pak Fauzi tersebut. Yes, saya bangga jadi emak-emak blogger. *Ditunggu undangan selanjutnya ya,  pak Fauzi dan Ancol :)

Saat hadir di sana saya tidak menyimak secara keseluruhan rangkaian acaranya, karena membantu mba Indah dan mas Amril di bagian registrasi khusus para bloggger. Dan itu bagian menyenangkan :). Saya bisa bertemu dan melihat langsung para blogger yang hadir di acara, walau nyatanya tidak semua saya kenal. 

Tepat sekitar pukul 19.00 Pak Fauzi Bowo hadir di tempat acara, setelah sebelumnya banyak pula para undangan dan peserta pameran yang hadir di sana. Dan baru kali itu saya bisa melihat sosok pak Fauzi dalam jarak kurang lebih 1M. "Oh, ini dia bapak yang memiliki ciri khas dari kumisnya itu", gumam saya dalam hati.

Acara pameran lukisan ini adalah acara yang bertaraf internasional yang kembali digelar oleh Taman Impian Jaya Ancol dengan tema, "Dunia Ideal" - Menafsirkan Kehidupan yang Sempurna". Kalau membaca tema tersebut, sepertinya ringan ya, teman. Tapi bagaimana jika itu diungkapkan dalam bentuk seni lukis? Saya sendiri mungkin hanya bisa menggambarnya dalam secark kertas, dengan simbol sebuah lingkungan yang aman, tertib, damai dan harmonis. Yah... pemikiran yang terlalu standar, mungkin :). 

Tapi tidak dengan apa yang telah diuangkapkan oleh mas Sapto Sugiyo Utomo, seorang pelukis dari Solo. Beliau dengan sempuran menafsirkan tema tersebut dalam sebuah lukisan indah yang tidak biasa. Pantas saja karyanya menjadi pemenang utama dalam pameran lukisan tahun ini. Setidaknya itulah yang dilihat oleh team juri. Dan menurut saya, lukisan tersebut memang layak jadi juara, karena erat hubungannya dengan tema yang di usung. Selamat ya, mas Sapto (*kaya yang kenal aja), hehehehe.

Pemenang Karya Utama - "Keluarga Sakinah", karya Sapto  Sugiyo Utama asal Solo
Selain mas Sapto, ada beberapa pemenang yang diumumkan oleh panitia. dan saya yakin kesemuanya itu bagus-bagus. Iyalah, kalau saya mengomentari kurang bagus, berarti saya orang yang tidak menghargai seni. Walaupun dengan berkomentar seadanya ini juga tidak menjamin saya mengeti tentang seni lukis, *pliplan :)).

Fauzi Bowo bersama para pemenang Jakarta Art Award 2012 
(Foto minjem dari blog Haya Aliya Zaki)
Memang, saat ini blogger lebih banyak dilibatkan dalam acara-acara sebagai pewarta/ jurnalis warga. Dan hal tersebut dianggap efektif oleh beberapa pihak. Terbukti dengan seringnya undangan yang ditujukan untuk para blogger. Tentu saja kita harus mengambil kesempatan itu, selama situasi dan kondisinya memungkinkan, jangan pernah melewatkannya. Karena melalui acara-acara tersebut, banyak manfaat yang kita dapat, termasuk ilmu, pertemanan dan networking ang lebih luas. Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa masih banyak pula teman-teman blogger lainnya yang aktif menulis namun belum berkesempatan untuk hadir dalam dunia offline karena berbagai hal. Tapi saya yakin, teman-teman semua berkeinginan untuk turut berkontribusi dalam acara apapun agar dapat memberikan berita-berita up to date untuk masyarakat luas. Untuk itu, semoga saja semakin banyak undangan-undangan yang akan diberikan pada para blogger, terutama dari pihak Taman Impian Jaya Ancol ke depannya. 

Semoga acara pameran ini dapat berlangsung kembali tahun depan, dan lebih banyak mengajak para pelukis untuk berkontribusi. Sehingga, yang (katanya) seni lukis sudah mulai kurang diminati, akan terangkat kembali gairahnya dan terdengar gaungnya oleh semua lapisan masyarakat. Sukses terus untuk Taman Impian Jaya Ancol dengan kegiatan-kegiatannya.

October 07, 2012

Musibah karena Rasa Kantuk

Q.S Al Baqoroh 2 : 156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali)

***********
""Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun", Inilah status BBM yang sempat saya pasang kemarin sore. Tak disangka, reaksi dari beberapa sahabat langsung mengirim pesan di bbm dan menanyakan "siapa yang meninggal dan apa yang telah terjadi". Alhamdulillah tidak ada yang meninggal. Jika kita terkena musibah, apapun bentuknya saya selalu mengucapkan bacaan tersebut. Terima kasih atas doa dan dukungan sahabat yang kembali menguatkan saya dan membuat saya tersadar akan kebesaranNYA.

Kemarin, pada waktu memasuki dzuhur, saya berangkat dari rumah hendak mengantar Mama dan Mpah ke terminal Bekasi menuju Bandung, setelah paginya mengikuti 2 rapat orang tua di sekolah adik Zahran dan KK Vinka. Tak ada firasat apapun, hanya kondisi yang diserang kantuk tak kunjung hilang. keluar dari komplek tempat saya tinggal, tak disangka jalur menuju pintu tol jatiasih begitu padat. Biasanya waktu tempuh dari rumah menuju pintu tol hanya 30 menit, kali ini ternyata saya diuji kesabaran kemacetan yang luarbiasa hampir 2,5 jam lamanya. Ya Allah... Saya benar-benar di uji kesabaran di sini. "Ada apa sebenarnya lalu lintas bisa sebegitu macetnya?", pertanyaan yang terus menerus saya ucapkan dalam hati.

Singkat cerita, alhamdulillah tepat pukul 15.00 sore saya sampai di terminal Bekasi dan orangtua saya pun sudah menaiki bus nya. Setelah saya mengantar orangtua, rencananya saya dan anak-anak akan langsung menuju BCP untuk menonton film "Finding Nemo 3D". Tapi ternyata, kami sampai di MM dan hanya membeli donat. Itu dikarenakan rasa kantuk dan kondisi tubuh yang masih belum hilang dan stabil. Akhirnya kami segera memutuskan untuk pulang.

Menuju arah pulang, seperti biasa jalur yang kami lewati adalah Kalimalang, tembus Galaxy dan sampai di Jatiasih kembali. Tak dianya, ternyata daerah itu masih penuh dengan desakan mobil yang sangat padat. Ya Allah... Lagi-lagi saya bertanya dengan sedikit kesal..., "ughhh, ko masih macet, sih?". Tapi kondisi lalu lintas memang sudah seperti itu adanya, saya hanya bisa pasrah sambil menahan kesal di hati karena rasa pegal di kaki akibat menginjak gas dan rem mobil terus-menerus.

Biasanya kondisi macet sangat rentan membuat emosi meningkat, dan itu terjadi pada saya. Saya jadi tidak sabaran dalam hiruk-pikuk mobil yang saling menempel. Saya jadi tidak mau mengalah pada mobil-mobil lain yang berusaha mendahului saya. Setelah melalui kemacetan di daerah Jatiasih, saya bisa sedikit bernafas lega karena mendekati R.M Sangkuriang lalu lintas sudah bergerak agak lancar. Sayangnya, kelancaran jalanan di daerah tersebut, memancing rasa kantuk yang luar biasa. Beberapa kali saya hampir tertidur, dan berusaha membuka mata. Hingga sampai pada detik yang benar-benar tidak saya sadari. "Braaakkkk".... suara benturan tepat di kaca depan mobil menyadarkan saya. Innalillahi.... ada orang di atas kap mobil saya....."Ya Allah".. Saya sempat terdiam hingga membuat lalu lintas agak tersendat. Tapi alhamdulillah, saya cepat tersadar dan segera menepi ke pinggir untuk meihat kondisi di luar, terutama orang yang tak sengaja saya tabrak. 

Alhamdulillah, orang tersebut masih bisa berdiri dan sepertinya masih sadar. Tapi karena benturan tersebut sangat keras sampai menyebabkan kaca mobil saya retak, saya segera membawa Andri (namanya) ke klinik terdekat. 

Bodohnya lagi, saya masih mempertanyakan, "ko bisa ya ada orang tiba-tiba sudah berada di atas kap mobil saya, sementara saya merasa hanya mengedip satu kali". Andri yang sedang menyebrang dari arah kanan, merasa tak melihat mobil melaju, sementara saya pun tidak melihat Andri menyebrang. "Plaaaak..." Sadar, Mira..!! Ini sudah terjadi, dan memang, rasa sakit saya rasakan ketika saya mencubit pipi saya sendiri untuk meyakinkan bahwa ini nyata. Berbekal ilmu MBP, saya mencoba tarik nafas dan menenangkan diri dengan membaca "Astagifurllah hal adziim", berulang-ulang. Alhamdulillah, di klinik saya bisa lebih tenang dan mulai konsentrasi pada pemeriksaan dokter pada Andri.

Secara fisik, Andri tidak mengalami luka serius. Tapi yang dikhawatirkan adalah benturan kepala belakangnya. Akhirnya dokter memberikan rujukan untuk dilakukan ct scan jika dalam 2 hari ke depan ada muntah-muntah dan rasa pusing yang tak hilang.

"Saya akan bertanggung jawab untuk pemeriksaan Andri, Pak, Bu"... Itu yang saya katakan pada orangtua Andri yang nampak shock ketika saya mengantarnya pulang. Tak lupa saya meminta maaf atas musibah ini, sungguh ini di luar kuasa saya. Alhamdulillah keluarga Andri bisa diajak bicara secara kekeluargaan, dan saya pun pamit pulang sambil saling tukar informasi no Hp dan alamat rumah agar memudahkan kami berkomunikasi dan sama-sama melihat perkembangan ke depannya.

Keluar dari rumah Andri, dengan sedikit berkaca-kaca di sekitar mata (saya harus kuat di depan anak-anak) , saya mengucap dalam hati, "Suamiku, aku butuh kamu berada di sini".... Dan hingga sekarang masih saya ucapkan. Tapi saya pun sadar, Allah SWT akan menolong saya dalam segala situasi. Saat ini saya hanya perlu lebih menguatkan diri saya. Termasuk anak-anak yang sepertinya juga masih merasa kaget dengan kejadian kemarin. 

Benturan kepala Andri pada kaca mobil bagian depan
*********

Musibah, akan selalu datang pada siapa saja, tak kenal waktu dan tempat. Kini, Allah SWT menegur saya dengan sedikit tamparan yang lebih shock. Tapi saya yakin, semua musibah ini karena Allah masih memperhatikan saya, agar saya tidak lalai dalam menjalankan kewajiban padaNYA. saya memohon agar saya selalu diingatkan, hingga akhirnya setiap musibah yang saya terima memberikan hikmah dan pembelajaran kepada saya untuk lebih mawas diri. Terima kasih, Ya Allah. Semoga musibah ini bisa memberikan kesabaran kepada hamba dalam setiap situasi dan kondisi, semoga musibah ini mampu membuat diri hamba lebih istirja', meyakini bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendakMu, dan hamba bersyukur atas segalanya. 

Mohon doa dari teman-teman semua, ya. Besok saya akan ke RS untuk melakukan ct scan Andri. Semoga hasilnya tidak terlalu serius dan Andri bisa kembali pulih tanpa efek samping apapun. Dan semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari apa yang saya share kali ini. Jika merasa tidak fit apalagi mengantuk pada saat menyetir, lebih baik menepi, jangan memaksakan diri.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberikan kemudahan, kekuatan, kelancaran serta kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

October 05, 2012

Melukis untuk Memelihara Hasrat

"Hidup, bukanlah tentang apa yang dikatakan, namun tentang apa yang sudah kita lakukan"
Sebuah tagline yang sangat dalam dan penuh makna ini terucap dari seorang pelukis yang baru saja saya kenal beberapa waktu yang lalu di sebuah Cafe Resto di TIM. Beliau bernama R.B Ali. Tampilan sederhana dan pembawaannya yang kalem serta rambut khas ala seniman (gondrong) sepertinya sudah sangat mencirikan seorang R.B Ali pada saat ini. Lalu, apa yang menarik dari seorang R.b Ali?

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali lagi mencoba potensi lain dalam diri saya. Apalagi kalau bukan cuap-cuap di depan kamera dan bergaya ala reporter. Tim kali ini terdiri dari 6 orang, yaitu : saya sendiri, mas Hazmi Srondol, mba Indah Julianti, Sam me, Ajeng Leoditta, dan mas Yulef. Bendera yang kami bawa kali ini adalah blogger reporter. Bertempat di resto di TIM, sekitar pukul 18.30 kami berkumpul semua dan mulai berkenalan lebih jauh dekat dengan mas Ali.

Seperti yang saya duga, ketika mas Hazmi mengajak kami untuk melakukan reportase ini, dalam bayanganku, seorang pelukis ini pasti rambutnya gondrong, kalem, cuek dan idealis...eaaa, sok tau tuh yang trakhir. Tapi memang benar, ada beberapa poin dari apa yang beliau sampaikan yang menurut saya itu menjadi bagian idealisme dari seorang seniman. Walaupun secara terang-terangan mas Ali mengatakan bahwa dirinya tidak menjudge ke idealismeannya, tapi rasa sok tau saya meyakinkan itulah yang selalu mencolok dari seorang seniman. Ada prinsip yang kuat dan melekat pada dirinya.

Berbicara soal lukisan, saya kasih pengertian dulu yaa berdasarkan sumber dari sini


Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

Untuk aliran seni lukis juga terbagi dalam beberapa kategori, seperti : surrealisme, kubisme, romantisme, plural painting, dan masih ada beberapa lagi. Dan ketika sebuah pertanyaan ditujukan pada mas Ali tentang aliran yang dibawanya dalam melukis, mas Ali mengatakan bahwa ciri khas kuat yang selalu dituangkan dalam lukisannya adalah, "Memelihara Hasrat", namun itu bukanlah sebuah aliran tok yang diusungnya. Tema yang diambil tersebut adalah demi dirinya sendiri, agar apa yang menjadi keinginannya tetap digeluti , tetap dijalankan selamanya, yaitu melukis. Nah, apakah teman-teman juga memelihara hasratnya? Boleh sharing ya di kolom komentar.

Yang menarik dalam perbincangan kami pada saat itu, ketika mba Indah menanyakan, spaka indol mas Ali. Ternyata, sewaktu kecil mas Ali pernah mengidolakan seseorang, tapi seiring dengan berjalannya waktu, pembelajaran hidup telah mengantarkannya pada sebuah cita-cita yang luarbiasa. "Kenapa saya harus melihat orang lain terus, kalau ternyata saya sendiri bisa menjadi seseorang?!". Setuju mas... langsung saya garis bawahi. Tidak salah memang kita mengidolakan sseorang, hanya saja semua itu jangan sampai menjadi tolak ukur untuk kemampuan kita. ALih-alih pengen seperti yang di idolakan, di tengah jalan ternyata ga sesuai bisa jadi malah hopeless. yeaay, jadi diri sendiri itu memang poin no 1.

Tepat pada tanggal 19 oktober 2012 nanti, mas R.B Ali akan menggelar sebuah perhelatan besar, pameran tunggal yang akan mengangkat karya-karyanya selama ini dan akan diresmikan oleh mantan Gubernur DKiI, pak Sutiyoso. Pameran ini merupakan sebuah "pembuktian" darinya atas apa yang telah digelutinya selama ini. Dan untuk pangsa pasarnya sendiri, pameran ini menyebar undangan resmi untuk 300 orang kalangan  atas dan pecinta seni, serta 1000 undangan umum. Hmm... kalau judulnya kalangan menengah ke atas, bisa dibayangkan dong harga setiap lukisannya berapaan? Yah, siapa tau abis reportase kemarin, blogger reporter bisa berkesempatan lagi untuk mengunjungi pamerannya secara gratis. Teteup ya bo, gratisaaan wkwkwkw.

Semoga saja pameran tunggalnya mas R.B Ali berjalan lancar, sukses dan penuh prestasi. dan semoga kami bisa bersilaturahmi lagi di lain kesempatan :)