October 05, 2012

Melukis untuk Memelihara Hasrat

"Hidup, bukanlah tentang apa yang dikatakan, namun tentang apa yang sudah kita lakukan"
Sebuah tagline yang sangat dalam dan penuh makna ini terucap dari seorang pelukis yang baru saja saya kenal beberapa waktu yang lalu di sebuah Cafe Resto di TIM. Beliau bernama R.B Ali. Tampilan sederhana dan pembawaannya yang kalem serta rambut khas ala seniman (gondrong) sepertinya sudah sangat mencirikan seorang R.B Ali pada saat ini. Lalu, apa yang menarik dari seorang R.b Ali?

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali lagi mencoba potensi lain dalam diri saya. Apalagi kalau bukan cuap-cuap di depan kamera dan bergaya ala reporter. Tim kali ini terdiri dari 6 orang, yaitu : saya sendiri, mas Hazmi Srondol, mba Indah Julianti, Sam me, Ajeng Leoditta, dan mas Yulef. Bendera yang kami bawa kali ini adalah blogger reporter. Bertempat di resto di TIM, sekitar pukul 18.30 kami berkumpul semua dan mulai berkenalan lebih jauh dekat dengan mas Ali.

Seperti yang saya duga, ketika mas Hazmi mengajak kami untuk melakukan reportase ini, dalam bayanganku, seorang pelukis ini pasti rambutnya gondrong, kalem, cuek dan idealis...eaaa, sok tau tuh yang trakhir. Tapi memang benar, ada beberapa poin dari apa yang beliau sampaikan yang menurut saya itu menjadi bagian idealisme dari seorang seniman. Walaupun secara terang-terangan mas Ali mengatakan bahwa dirinya tidak menjudge ke idealismeannya, tapi rasa sok tau saya meyakinkan itulah yang selalu mencolok dari seorang seniman. Ada prinsip yang kuat dan melekat pada dirinya.

Berbicara soal lukisan, saya kasih pengertian dulu yaa berdasarkan sumber dari sini


Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

Untuk aliran seni lukis juga terbagi dalam beberapa kategori, seperti : surrealisme, kubisme, romantisme, plural painting, dan masih ada beberapa lagi. Dan ketika sebuah pertanyaan ditujukan pada mas Ali tentang aliran yang dibawanya dalam melukis, mas Ali mengatakan bahwa ciri khas kuat yang selalu dituangkan dalam lukisannya adalah, "Memelihara Hasrat", namun itu bukanlah sebuah aliran tok yang diusungnya. Tema yang diambil tersebut adalah demi dirinya sendiri, agar apa yang menjadi keinginannya tetap digeluti , tetap dijalankan selamanya, yaitu melukis. Nah, apakah teman-teman juga memelihara hasratnya? Boleh sharing ya di kolom komentar.

Yang menarik dalam perbincangan kami pada saat itu, ketika mba Indah menanyakan, spaka indol mas Ali. Ternyata, sewaktu kecil mas Ali pernah mengidolakan seseorang, tapi seiring dengan berjalannya waktu, pembelajaran hidup telah mengantarkannya pada sebuah cita-cita yang luarbiasa. "Kenapa saya harus melihat orang lain terus, kalau ternyata saya sendiri bisa menjadi seseorang?!". Setuju mas... langsung saya garis bawahi. Tidak salah memang kita mengidolakan sseorang, hanya saja semua itu jangan sampai menjadi tolak ukur untuk kemampuan kita. ALih-alih pengen seperti yang di idolakan, di tengah jalan ternyata ga sesuai bisa jadi malah hopeless. yeaay, jadi diri sendiri itu memang poin no 1.

Tepat pada tanggal 19 oktober 2012 nanti, mas R.B Ali akan menggelar sebuah perhelatan besar, pameran tunggal yang akan mengangkat karya-karyanya selama ini dan akan diresmikan oleh mantan Gubernur DKiI, pak Sutiyoso. Pameran ini merupakan sebuah "pembuktian" darinya atas apa yang telah digelutinya selama ini. Dan untuk pangsa pasarnya sendiri, pameran ini menyebar undangan resmi untuk 300 orang kalangan  atas dan pecinta seni, serta 1000 undangan umum. Hmm... kalau judulnya kalangan menengah ke atas, bisa dibayangkan dong harga setiap lukisannya berapaan? Yah, siapa tau abis reportase kemarin, blogger reporter bisa berkesempatan lagi untuk mengunjungi pamerannya secara gratis. Teteup ya bo, gratisaaan wkwkwkw.

Semoga saja pameran tunggalnya mas R.B Ali berjalan lancar, sukses dan penuh prestasi. dan semoga kami bisa bersilaturahmi lagi di lain kesempatan :)

12 comments:

IrmaSenja said...

Gak ditampilkan foto lukisannya disini mba ? jd penasaran pengen lihat lukisannya...:)

sukses ya mba untuk blogger reporternya ^^

Enny Mamito said...

wah mb mira sekrg jd reporter.. suksess trss ya mb mira :)

@yankmira | Mira Sahid said...

@IrmaSenja : contoh lukisannya mas Ali ada di dalam video nya. klik ajah :)

@Enny Mamito : hihi, masih nyoba-nyoba, mak. makasih doanya ya

marsudiyanto said...

Nunggu penampakan lukisannya Mbak Mira...

@yankmira | Mira Sahid said...

@Pak Mars : Contoh lukisannya ada dalam video itu, pak :)

Mami Zidane said...

mbak mira ini emang serba bisa deh...

jadi reporter rasanya pasti seru ya mbak...:)

@yankmira | Mira Sahid said...

@Mami Zidane : pastinya ga cuma aku, ko mba. Semua orang bisa melakukan apa aja, asala dilakukan dengan optimis dan penuh cinta *tsaah :D

penho said...

sebuah tekad, keuletan dan ketekunan yng luar biasa. salut deh!

Thanjawa arif said...

RB Ali nama yang tidak asing-asing banget ditelinga, tapi singkatan RBnya itu apa ya mbak

zachflazz said...

nanti berarti akan ada postingan tentang lukisan beliau yang dipamerin kan? seru nih

@yankmira | Mira Sahid said...

@Penho : Iya, saya juga salut sama mas Ali

@Thanjawa Arif : wah, aku lupa nanya, mas. Insya Allah kalau ketemu di pamerannya akan aku tanyakan ya :)

@Zachlazz : Wah, hihihih udah ditagih duluan, nih. Ok Insya Allah ya, mas. Semoga saya bisa hadir di pameran tunggalnya

Pengobatan Kencing manis said...

iktu menyimak......