November 06, 2012

Catatan Hati untuk Anak-anakku

Zahran & Vinka
Adalah sebuah kebahagiaan terbesar, ketika seorang anak hadir dalam kehidupan keluarga kami. Kehadirannya mampu membuatku melewati indahnya hari dan melalui setiap langkah, bahkan menjadikan helaan nafas yang kuhembuskan, sebuah kekuatan terbesar dalam pijakan di kehidupan ini.

Aku mengingat saat itu, ketika kalian lahir ke dunia ini dengan tubuh mungil dan bersih. Subhanallah.... hanya tetes air mata haru dan ucap syukur yang mampu kulakukan. Bahkan, aku tak lagi merasakan rasa sakit akibat jahitan dan gemetarnya tubuh ini karena lemas. Sekalipun Mama harus berusaha lebih keras ketika  mengetahui bahwa kaki indah kaka Vinka telah menjulur keluar, sementara dokter belum datang pada waktu itu. Namun, sungguh, mama menikmati saat itu. Antara khawatir dan mengucap syukur, mama diberikan kekuatan oleh Allah Swt untuk melihat bagian tubuhmu menari-nari menjelang proses persalinan. Ya, kaka vinka lahir dengan sungsang, dan alhamdulillah persalinannya berjalan lancar tanpa sesar. Serangkaian proses persalinan itu adalah bagian dari masa-masa indah yang Allah berikan untuk mama, hingga mama dan ayah kalian menyadari, kalian adalah anugerah terbesar yang sangat indah untuk kami. Hingga akhirnya pikiranku menerawang pada sosok yang selama berpuluh tahun lalu telah mengalami hal yang sama, seperti apa yang aku alami saat itu. Dalam diam aku merenung, dalam mata yang terpejam aku menghela nafas seraya menyebutnya, "Mama"... Lagi-lagi air mata ini menetes. Begitu besar perjuangan mama pada saat melahirkan kami, anak-anaknya ke dunia ini.

Kini, aku merasakan betul, betapa seorang Ibu mampu memberikan segalanya, bahkan ketika dia harus merelakan terkurasnya pikiran, tenaga dan waktu, demi anak-anak yang dicintainya. Dan dalam catatan hati yang kulewati beberapa tahun ini, aku menyadari betul bahwa akupun akan melakukan hal yang sama demi anak-anakku. Sekalipun tak mungkin menjadi mama yang sempurna, aku akan mencoba menjadi Mama terbaik untuk mereka. 

Kupandangi wajah-wajah lugu itu dalam keheningan malam, seraya kupanjatkan doa-doa terindah untuk mereka. Sungguh besar karyamu, Tuhan. Engkau titipkan 2 cahaya kecilmu pada kami. Apalah jadinya kami jika melewati hari-hari tanpa kehadiran mereka? Gelak tawanya, candanya, bahkan segala tingkahnya yang unik, akan selalu menjadi catatan kehidupan kami menuju sebuah kehidupan yang setiap saat terasa semakin indah. 

Anak-anakku ...
Dalam sebuah rahim ini, kalian tumbuh 9 bulan lamanya. Apa yang Mama rasakan, mampu kalian rasakan melalui detak jantung dan helaan nafas ini. Begitupun dengan doa yang selalu Ayah kalian panjatkan di sudut malam. Sungguh tak ada yang mampu menggambarkan kebahagiaan ini akan hadirnya kalian dalam kehidupan kami. Kami menyadari, sebuah kehidupan merupakan rangkaian proses yang memiliki permulaan dan akhiran. Kami bisa saja menjadi tak sesempurna yang kalian harapkan, namun kami berjanji, bahwa kami senantiasa akan selalu mengawal kehidupan kalian demi sebuah kehidupan yang kalian harapkan.

Terima kasih untuk hati ikhlas kalian yang begitu luas ketika merelakan kami menghabiskan waktu di luar rumah untuk sekedar memenuhi kebutuhan. Mama tau kalian ingin sekali setiap saat bermain dengan kami, ingin selalu bercerita tentang hal-hal baru setiap harinya, dan hanya pada malam hari lah kita bisa bersenda gurau, serta berbagi kasih. Mama tau waktu-waktu tersebut masih sedikit untuk kalian. Karena setiap waktu yang terlewatkan, menjadi sebuah PR besar bagi kami untuk membayarnya degan kasih sayang yang berkali lipat. Maafkan mama ketika hanya bisa mendiamkan kalian dalam tangisan di sudut ruangan saat mama mengalami siklus bulanan yang membuat mama agak sulit mengontrol emosi. Atau ketika mama tak sengaja mengacuhkanmu ketika mengerjakan pekerjaan rumah, sementara kamu meminta mama untuk menemanimu bermain. Maafkan atas semua kekurangan itu, sayang.

Tangisanmu, membuat hati ini ingin lebih banyak memberikan cinta dan kasih sayang lebih dan lebih.
Tanya-tanyamu, membuat pikiran ini memiliki harapan yang indah akan sebuah masa depan.

Kami tak meminta banyak dari kalian, tapi kami akan berusaha semaksimal kami, agar senantiasa kami mampu memberikan yang terbaik dan sesuai dengan harapan kita bersama.
Doa tulus selalu kami panjatkan, agar kelak kalian menjadi pribadi yang rendah hati, memiliki akhlaq yang baik, selalu menyerukan kebenaran dan tetap menyusuri jalan kebenaran. Perbanyaklah jalinan persaudaraan antar sesama. Kelak kalian akan mengetahui makna semua itu.

With  Love
Mama & Ayah

25 comments:

Astin Astanti said...

mau.... kecipratan inspirasi mak...
anak adalah titipan dari Allah, semaksimal mungkin melakukan yang terbaik dan bersikap adil bersamanya.

Mak tulisannya jempol bgt dah...belajar lagi dari mba mira. semoga aku bisa menulis dengan baik lagi.

hana sugiharti said...

nice mak.. cerita anak tak ada habisnya yah :D

mimi RaDiAl said...

wah...bisa jd sumber inspirasi postingan nih.
tq Dichan...anak2 mu pun bangga punya ayah dan mama spt kalian ;-)

Niken Kusumowardhani said...

Anak2 memang sumber inspirasi. Tidak saja untuk menulis, tapi juga bagaimana kita menghadapi hari2...

waya komala said...

PR kita sebagai orang tua akan terus bergulir ya,mak. Semoga semua doa indah kita sebagai orang tua selalu dikabulkan Allah..,Aamiin..

Ririe Khayan said...

Membaca tulisan mbak Mira ini, membuat imaji saya pun jatuh pd sosok tua Simbk saya nun jauh di Lamongan sana, yang dgn segala adanya telah melahirkan anak-anakny dan fight utk memperlebar batas-batasanya demi kami anak-anaknya bisa meraih derajat hidup yg lebh baik. TFS ya MBak, semoga saya bisa jd anak yg tdk mengecewakan orang tua saya. Dan semoga kelak saya bisa jd sosok Ibu yang bijaksana

IrmaSenja said...

sungguh catatan seorang mamayg sangat menyentuh mba,..

kelak akan mereka baca catatan hatimu dengan mata yg mengembun ^^

Rina S Esaputra said...

haru....#tisu mana ...mana tisu...#

Siti Nurjanah said...

hiks . . .
kok jadi sedih ya.

seorang ibu memang sosok yang penuh perjuangan dan tak layak dikecewakan

Goiq said...

kasih ibu memang sepanjang masa...

Bung Penho said...

wah, catatan hati atau boleh dibilang curahan hati melalui sebuah catatan. bukan hnya terpatri di hati tetapi tertulis di lembar blog.
anak adalah harapan semua orang untuk melanjutkan hidup kita!

Lyliana Thia said...

subhanallah ya mir... anak adalah hadiah terindah dari Allah...

alhamdulillah... :-)

Nurmayanti Zain said...

Ya Allah, vinka tuh mirip banget sama mbak~ manisnya XD

Nurmayanti Zain said...

mbak mira, verifikasi komennya dihilangin dong :( susah komennya hiks

MF-Abdullah said...

Anak adalah Anugrah...

ke2nai said...

itulah kenapa sy bikin blog http://www.kekenaima.com krn utk anak2 sy :)

obat kanker payudara said...

luthu2 anaknya mbak,,,

unikgaul.com said...

Artikelnya bagus bagus sob, senang baca baca di sini :D. Salam kenal ya !

obat maag kronis said...

waw is good is beautifull.. danke für die Information

Obat Penyakit Maag Kronis Tradisional said...

kasih bsayang ibu sepanjang jalan ..............

cara alami mengobati asam urat said...

artikel yang sangat menyentuh bun .. :)

Pengobatan Tradisional Penyakit Kanker Payudara said...

Artikel yang menarik...!
salam kenal dan semgoa sukses selalu...

Anonymous said...

The 100 percent materials which is very best for all skin color varieties is cotton.You will discover various different types of winter season [URL=http://www.northfacedenalijacket.org/#744]north face denali[/URL] recommended as finest regarding dressing up children during the winter season time. Winter season [URL=http://www.northfacedenalijacket.org/#633]north face denali jacket[/URL] may be quite high priced but unbelievably effective and cozy to the pores and skin of a child.

Info Unik said...

benar benar menyentuh :')

blog segala info said...

keren gan ceritnya