December 17, 2012

Ketika "Malas" menjadi Temanmu

Males..., males?, *males, MALES!
Pernah merasakan suasana seperti itu? Bo'ong banget kalau diantara kita ga pernah ngerasain zona yang bernama "malas". Sepertinya hidup ga akan penuh warna jika kita tidak berkenalan dengan si malas. 

Kita sudah hampir sampai pada penghujung tahun 2012, dan nyatanya sebagian dari kita masih selalu bertanya, "mengapa kita belom merasakan perubahan?", "mengapa ko hidup ya gini gini aja ya?". "Pengen deh punya ini itu, pengen deh hidupnya lebih baik", daaan segudang kepengen lainnya yang memenuhi list notes kita. Sayangnya keinginan itu akhirnya mentok dalam sebuah catatan kecil saja, yang lebih parah menguap dan kita ga tau apa-apa saja target yang sudah kita capai di tahun ini. "Parah?" jawab aja sendiri deh.

Manusia dengan segala kehidupan sosialnya, tentu akan menemui suatu titik yang membuat kita malas melakukan apapun. Sekalipun kita termotivasi oleh sesuatu, perbandingannya 1 : 10 antara orang yang mau angkat Pan*at untuk melakukan perubahan dengan orang yang hanya "MAU' saja. Gemes juga ya kalau ada temen atau siapapun yang kita kenal, seolah mimpinya cetar membahana dengan segala keinginannya, nyatanya ketika dihadapkan pada sebuah langkah, hasilnya? NATO (No Action Talk Only). Berasa ketampar? Gak apa-apa, tulisan ini saya buat untuk mengingatkan diri juga ko. Sekalian nampar "seseorang", hihihi, *piss

Saya mengakui, kegiatan saya dengan status Ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis networking, belum lagi kegiatan blogging dan lainnya, kerap kali membawa saya pada zona tersebut. "Tapi keren ya, Mira. kayanya kegiatannya di mana-mana, hampir tiap hari jalan, semangat terus deh. Rahasianya apa?". Nih saya kasih tau ya, "Jangan dikira saya ga pernah merasa males juga". Hanya saja, bedanya mungkin saya ga mau "si malas" itu terus menerus menggelayuti diri saya. Rugi amat kalau saya membiarkan perasaan itu menguasai saya. Sementara orang telah berubah, maju 1 langkah dengan prestasinya masing-masing, sementara kita masih ga tau apa yang harus dilakukan. "Parah, kan?" *lemparkompor

Ada satu titik ketika saya menemui rasa malas, dan ga tanggung-tanggung saya langsung tampar diri saya melalui twitter yang kebetulan saat itu (*mungkin) beberapa dari teman sedang mengalaminya. Akhirnya saya ngomel aja tuh di twitter, tujuannya sih buat nampar diri sendiri, dan ternyata itu berhasil bo. Silakan baca TL saya deh ya. Bacanya dari bawah ke atas :)


Tamparan diri melalui #TweetSelf
"Trus, mesti gimana dong ya supaya si malas ga dateng-dateng lagi?" Sebenernya jawabannya sih ada di diri masing-masing yaa. Kita tau betul ko apa yang harus kita lakukan, bedanya itu tadi. "Kamu MAU apa engga?". Coba deh itu mulutnya di kontrol sedikit-sedikit. Tanpa sadar kita sering berucap, "Iya aku mau, tapi ko males ya". Nah, akhirnya kata itu tidak lagi terucap hanya sekali, bahkan bisa jadi kata pengantar yang akhirnya selalu kamu ucapkan dalam setiap pembicaraanmu. Mau temen bicara kamu jadi menjauh dan risih gara-gara kamu sering mengucap kata "males?". "Kalau udah gitu, itu kata-kata bakalan masuk ke alam bawah sadar kita dan tertanam layaknya kamu memberi pupuk terus menerus. Kalau bunga dikasih pupuk sih bagus ya, tapi kalau memupuk rasa malas, sepertinya kita cukup pintar untuk tidak melakukannya. "Coba deh, jangan biarkan diri kita tuh berada 1 langkah di belakang". Jika belum sanggup mengambil seribu langkah, kan ga ada salahnya kamu mencoba satu persatu langkahnya. "Ga susah kan?" Engga. Asalkan kita memulai untuk tidak mengatakan "malas" detik ini juga. 

Pembawaan orang memang berbeda-beda, tapi saya yakin dalam diri setiap orang itu punya "sesuatu" yang bisa membantu dirinya untuk selalu bangkit. Tinggal bagaimana ia bisa menemukan "sesuatu" yang ada dalam dirinya itu sebagai amunisi untuk membuatnya semakin terpacu melakukan perubahan setiap saat. Setidaknya, jika kita tidak bisa menjadi yang terbaik, maka jadilah yang berbeda. Caranya? "Stop bilang Males!". Karena untuk sesuatu perubahan itu, kan kita harus berubah dulu, toh? "For things to Change, I Must Change First".

Sahabatku yang Super (ala Mario Teguh)
Pliss... kamu sudah tau sejauh mana kamu bisa melangkah, jangan pernah berhenti sampai di pikiranmu saja, lakukanlah apa yang menurutmu bisa, dan jangan pernah menyangsikan kemampuanmu. Stop bilang males, karena males bukan istrimu, bukan suamimu, males bukan sahabatmu, juga bukan kekasihmu. Ketika  "malas" menjadi temanmu, maka jangan heran jika selamanya kamu hanya akan berteman dengan hal itu. Akhirnya, kamu kembali lagi pada kondisi yang itu-itu lagi. "Trus, kapan mau berubahnya dong?" Inget mimpinya ya, inget maunya apa tuh. Semangat itu jangan cuma diucap dan ditulis aja, tapi dipraktekkan. Karena hanya dengan begitulah, kamu bisa meraih impianmu. Maapkeun kalau aku bawel, tapi ini salah satu bentuk perhatian yang bisa aku kasih sama kamu. Dan begitupun jika hal itu terjadi padaku, kamu boleh ko memperlihatkan telunjukmu untuk selalu mengingatkanku. Sebagai seorang sahabat.... Ada kalanya kita harus bisa saling terbuka. Saling memuji dikala berprestasi, jangan segan untuk memberi kritik dan tunjukkan kesalahan kita masing-masing, bantu membantu disaat menghadapi kesulitan dan hapus air matanya saat bersedih. Dengan begitu, kita semua bisa tertawa bersama di saat bahagia. *Ketjup dan peluk untukmu :)

22 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

pasti pernah lah males ya tipa orang, tapi untuk bangkit dari kemalasan itu juga harus diri sendiri yang memotivasinya

fero ari said...
This comment has been removed by the author.
fero ari said...

males tuh gw banget mba mira,,, bagus juga yah coba caranya mba mira,,,, hhmmmmm tapi kl males udah dateng,, ...,, males tuh sebenernya nikmat juga sih mba...

Mayya said...

setuju sama mbak! males itu harus diberantas. salah satu cara menggempur malas ya #belajarAI itu. karena gak mau malas bikin desain, akhirnya bikin project belajar. mau gak mau gak bisa males hehehe...

u n n i said...

sebulan-an ini lagi berteman dengan malas, dan streeeess sendiriii T_T

dan emang ketampaaar sama tweet + tulisannya mbak Mira ...

sudah cukup masa aktifmu, silahkan pergi jauuuhhh *ngobrol sama malas*

nice post mbaakk :D
ijin share ya :)

Untje van Wiebs said...

Sukaaaa sama post Mbak Mira satu ini~
Mantap~ aku kalau malas ingat cita-cita yang belom kesampean. Tapi og tetep males juga kadang2 hihihi~
Thanks ya mbak, memotivasi banget hihihi~

Sun said...

Aku kadang suka keceplosan bilang ' malas ah...' trnyata itu semakin memupuk si malas utk bersarang dialam bawah sadar kita ya... hmm...
#semangat berubah

obat diabetes said...

malas selalu datang setiap saat.. walaupun sulit, tetap harus kita usir..
ayoo semangat raih semua cita" :D

myra anastasia said...

kadang sy nikmatin aja rasa malas itu :D

Anggie...mamAthar said...

Biasanya ak menghilang sejenak sey mb... mcari sesuatu yg bisa bikin rasa malas tak jenak menghampiri ak... :)

waya komala said...

waduuuh sakiit banget di tampar makmin!*elus pipi..
hehehe, enggak dong.
Eh, kok bisa ya, baca postingan makmin pas banget sama janjiku tadi malam untuk membuang malas kelaut aja. Eh , paginya malah dapat energi tambahan dari makmin. Alhamdulillah.., makasih udah diingetin ya.. :)

RedCarra said...

nah kan.. cocoknya si MakPon ini emang ngomporin begini :)))))

hahahahaha... *kabur sebelum ditiban lagi*

kadang perlu juga ada rasa malas sih.. asal dipergunakan sebagaimana mestinya hahaha... klo ga gitu, kadang jadi ga ada me-time XD

penyuluh perikanan said...

Setju sekali sobat, yang jelas benar sekali kalau males adalah musuh kita yg harus kita lawan, dan kita berantas. postingan yg menarik dan penuh motivasi yang bermanfaat sahabatku, saya menyukainya.
Terima kasih telah berbagi
ditungggu yh..

Pipit or Pitaloka said...

weiiis mantaaaps...cetaar pisan postingannya...postingan yang pas di penghujung tahun....semoga sayapun bisa berubah di tahun depan....

Erny Binsa said...

Kebetulan akhir-akhir ini saya juga lagi males banget ngapa-ngapain... Tersadar juga, kalo nurutin males, kapan mau berubah? :)

Nice post

rivai said...

rasa males ntu..
saat masuk kuliah pagi2 :p

ibuk bisnis apaan sih di internet?
bagi2 donk,

Uwien Budi said...

sepakat sama Mbak Myra Anastasya, kadangkala saat malas dateng, aku gunakan untuk istirahat dari berbagai aktivitas.
Rasa malas itu bisa jadi merupakan sebuah alarm dri tubuh untuk menyegerakan rehat. ^^d

ascomycotina said...

asal ngga malas nulis bunda..
kalau sudah malas nulis nanti saya baca apa dong dari sini :D

agen bola terpercaya said...

kerjakan setiap pekerjaan dgn segera, jgn tunggu sampai besok

thanks

salam sukses,

judi bola online | agen sbobet indonesia

Virmansyah said...

iya mbak, sampai saat ini penyakit malas juga masih menghantui ku

Ari said...

yang ribet itu malas berusaha untuk ngilangin kebiasaan malas itu mba :)

Ace Maxs Baru 2014 said...

Heu, setuju banget dengan postingan ini.. mari hindari malas, tingkatkan semangatt !!!