December 28, 2013

Raja Ampat, Nafas Liburan yang Tak Pernah Habis

Tidak terasa, sebentar lagi kita akan masuk dalam penghujung tahun 2013. tentunya banyak sekali kisah, perjalanan, prestasi yang telah kita raih selama kurun waktu 1 tahun ke belakang. Bahkan, demi itu semua, tidak sedikit dari kita banyak yang merayakan atau melepaskan kebahagiaan kita dengan mengisi penghujung waktu ini dengan berlibur atau traveling.

Akhir tahun 2013 ini, saya sendiri memang tidak memiliki agenda khusus. Paling hanya megisi liburan bersama anak-anak, masuk ke mall atau berenang. Berbeda dengan akhir tahun 2012 lalu, yang menjadi sebuah masa atau sejarah yang sampai sekarang belum bisa saya lupakan. Kenapa? Karena d akhir tahun 2012 lalu, saya berkesempatan untuk berlibur ke sebuah pulau di Indonesia Timur, bersama suami saya, tepatnya di Raja Ampat. Thats why, ketika ada lomba GA dari blog Purple yang meminta menceritakan #MyItchyFeet, my passion for traveling. Mana lagi yang bisa saya ceritakan, selain kisah liburan di Raja Ampat.

Sebenarnya, tulisan mengenai liburan Raja Ampat sudah pernah saya tulis di sini dan di sini. Tapi, karena liburan tersebut sangat memorable, rasanya, saya engga akan bisan untuk menuliskannya kembali.  

Raja Ampat. Siapa sih yang tidak ingin mengunjungi pulau ini. Pulau dengan deretan bukit yang indah, pasir putih terhampar dan jernihnya air, akan selalu membuat kita terkenang dalam keindahannya. Belum lagi ikan-ikan yang nampak jelas di permukaan air, suara burung yang terdengar riang di telinga, suara semilir angin dan sesekali ombak menyapu diantara pesisir, akan membuat kita betah berlama-lama untuk menikmatinya. Sejenak, kita akan lupa tentang kesibukan, khiruk pikuk kota Jakarta yang membuat kita bisa pingsan berdiri dibuatnya, hehe. Engga heran, Raja Ampat lekat sekali dengan julukan "The Heaven Island on Earth"

December 13, 2013

Privé, Sentuhan Paling Pas untuk Perempuan


“Cie, cieeee...” sahut seorang sahabat di chat bbm.
“Apaan?”
“Duh, yang suaminya mau pulang...”
“Senyum simpul”

Begitulah candaan sahabat saya ketika tahu bahwa suami saya akan pulang dalam waktu dekat ini. Hal ini memang jadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus ditunggu-tunggu, karena suami saya dinas di luar kota, dan pulang hanya dalam waktu-waktu tertentu. 

“Jangan lupa ke salon dulu!” isi terakhir bbm nya terdengar seperti peringatan.

Oh iya, hihihi. Seperti  tersadar, saya tiba-tiba langsung ngeh dengan paket cantik yang sempat saya terima beberapa hari yang lalu. Dan ternyata, paket tersebut adalah Privé, sebuah sabun pembersih kewanitaan, terobosan terbaru dari Combiphar

Paket cantik dari Privé
Privé? Jujur, saya baru tahu ada produk ini. Entah kudet atau apa. Yang pasti, selama ini saya memang jarang sekali menggunakan produk sabun pembersih daerah wanita. Cukup dibilas pakai air saja, rasanya sudah segar. Palingan kalau lagi rajin, saya rebus daun sirih, dan airnya digunakan untuk membasuh miss V saya. Engga pake dikunyah lagi lho daun sirihnya, hahaha.

Sebelum ngomongin soal Privé, saya mau cerita dulu deh, ya.

September 15, 2013

Berakhir Bukan Berarti yang Terakhir


Malam ini, saat saya menuliskan kembali catatan harian yang sederhana melalui blog, harus diakui ada bagian yang hilang dalam rasa yang selam 30 hari ini saya alami. Yak, selama 30 hari ke belakang, saya mengikuti tantangan menulis 30HariNonstopNgeblog yang diadakan oleh komunitas Detik Blogger dan Blog Detik. Selama itu pula saya mengalami segala rasa, apalagi pada saat mepet waktu deadline. Ada gairah, ada ketakutan, ada kekhawatiran, tetapi juga ada kenikmatan dan kepuasan saya saat bisa me-publish postingan setiap harinya. 

Jujur saja, selama ikut tantangan ini, saya termasuk yang selalu membuat postingan di atas jam 22.00. Dan sudah pasti kalau di atas jam segitu, segala kemungkinan pasti terjadi. Entah tiba-tiba blogdetik-nya error lah, atau koneksi engga bersahabat, belum lagi ketika inspirasi menulis sulit di dapat. Alhasil, sejak itulah, saya kembali dengan kebiasaan lama, yaitu begadang dan tidur larut. Sama seperti malam ini. Etapi, saya bukan menyalahkan event ini lho ya, memang saya yang mau ko nulisnya di atas jam 22.00. Sejatinya, saya ini penyuka keheningan malam. *Gananya :P

Hari ini adalah hari terakhir tantangan tersebut. Seperti ada yang hilang, meskipun sedikit membuat rasa lega karena terbebas dari deadline di jam 23.59, tapi mengikuti tantangan tersebut bikin saya terbiasa dengan habbit yang positif. Setidaknya, malam ini pun saya tetap ingin menulis, meski tanpa deadline dan setor ke email panitia. Yes... saya bisa, lho :)

September 08, 2013

Yang Berbeda dari HalalBihalal TDABks & Blogger Bekasi


Heylow my dear friends... Hope you always on the best of health yak. Aamiin 

Jadi gini ceritanya, tanggal 31 Agustus lalu, iya udah sekitar 1 minggu lalu, saya menghadiri acara silaturahmi halal bihalal TDA Bekasi yang katanya bekerja sama dengan Blogger Bekasi. Well, Karena saya part of dari keduanya, jauh-jauh hari saya sudah mengagendakan acara tersebut dan mem-booking diri untuk bisa hadir ke Nics cafe di wilayah Bekasi sebelah sananya statsiun kereta api. Entah Bekasi mana tuh yak :)).  Bersama Irma, mba Indah, dan mas Amril, kami pun hadir ditengah-tengan para entrepeneur yang wajah-wajahnya memancarkan sejuta pesona akan indahnya masa depan. J Tetapi, saya infokan dulu buat teman-teman ya. Jangan berharap dapat info mengenai materi workshop-nya di postingan ini, apalagi kesimpulan dari para pemateri yang keren-keren itu. Karena saya tipe yang suka kurang fokus gitu. Jadinya, saya hanya bisa menuliskan sisi lainnya. Sesuai dengan judulnya, “Yang berbeda dari....”

Hadir di acara yang hanya telat setengah jam (hanya..?), membuat saya tidak bisa mengikuti acara sejak awal, yang konon katanya sang pemateri banyak dipuja-puja dengan gayanya yang khas dan penyampaiannya yang asik. Coba saja follow twitternya pak Ayodia di @strategi_bisnis dan rasakan sensasinya. Halah.

Ok, balik ke topik soal acara halal bihalal.
Menjelang siang hari, materi yang dibawakan oleh pak Ayodia selesai juga. Aslinya... saya kurang begitu memahami, yang saya ingat dari beliau hanyalah gayanya yang menggebu-gebu saat memberikan materi. Alhamdulillah, beliau berbaik hati memberikan soft copy materinya kepada semua peserta, jadi saya pun bisa mempelajarinya di rumah, meskipun sampai sekarang belum dibuka-buka tuh flashdisk. Dikeplak, hahahaha.

Foto : mas Amril

September 02, 2013

Kopdar & Halalbihalal Kumpulan Emak Blogger


Usai perhelatan Srikandi Blogger 2013 di bulan April lalu, sepertinya acara halalbihalal KEB ini menjadi ajang kangen-kangenan antara sesama member KEB. Ramadhan, lalu lebaran sempat membuat kami semua hanya terhubung dalam silaturahmi online dan beberapa kali sempat bertemu dalam acara undangan buka puasa. Dan Alhamdulillah, Minggu 1 September 2013 kemarin, KEB diberi ijin oleh Allah Swt untuk mengadakan kopdar sekaligus halalbihalal.

Selama ini, KEB besar bukan karena jajaran Makminnya saja, tapi peran member di dalamnya lah yang juga berperan besar selama ini. Dan untuk mempertahankan saling memiliki diantara sesamanya, maka kami (Makmin) pun meminta kesediaan mak Fadlun Arifin untuk menjadi koordinator atau disebut Maketu untuk mengawal acara ini dari mulai persiapan sampai pelaksanaan. Alhamdulillah, pilihan kami tepat sasaran. Maketua Fadlun dan jajaran Makpannya yang terdiri dari mak Haya Aliya Zaki, Mak Khalida Fitri, Mak Isti Thoriq, mak Riski F, mak Dwina, mak Aulia Gurdi dan dibantu mak Sumarti (makmin), acara halalbihalal yang diberi tema #KEBSyawalan Bersama Tanpa Batas ini berjalan lancar, menyenangkan dan sukses.

Ternyata, sesampainya kami di D’Cost Plaza Semanggi, tempat tersebut masih dalam persiapan alias belum buka, alhasil makpan dan beberapa emak yang sudah hadir lebih dulu menunggu di luar (depan D’Cost) sambil bercengkrama. Ah, senang sekali pagi itu, karena melihat aura teman-teman sangat positif. Apalagi salah satu board KEB, makmin Sary kali ini menyempatkan hadir dan membawa serta si cantik Maira yang berhasil menghipnotis saya sejak dalam kandungan emaknya, #lho haahahaha. Dan lebih senangnya lagi, rombongan emaks cantik dari Bandung, mak Nchie, mak Alaika dan mak Dey bekesempatan hadir juga, meski masih minus mak Mety dan beberapa emak dari Bandung lainnya yang selama ini sudah tergabung di group. Terima kasih sudah hadir ya, mak. *Ketjoeps. Khusus untuk mak Nchie, terma kasih oleh-olehnya, suka banget nih. Yeeahh... sumpah, gue Emak Blogger nih, hihihi.

Foto : Mak Dey

August 28, 2013

Dear Daughter : Vinka & Puzzle Kehidupan


Tulisan ini adalah sebuah apresiasi terhadap tantangan spontan yang diberikan oleh Mak Indah Juli untuk teman-teman dalam pengurus KEB (Makmin). Ada keunikan yang tanpa kami sadari bersama, bahwa ke-8 Makmin KEB memiliki anak pertama, yang berjenis kelamin putri semua. Dari tantangan ini, sayalah yang pertama ditantang untuk menuliskan sebuah postingan yang berkaitan dengan “Anak Perempuan.” - Dear Daughter. Lalu setelah itu, saya harus melempar tantangan ini pada makmin kedua. Baiklah,  mak Indah... Saya akan torehkan kisah indah ini, kelak akan menjadi warisan yang akan dikenang oleh putri-putri kita.

Untuk ananda Vinka. Setiap untaian kata ini bermakna spesial untukmu nak, tak hanya untuk memenuhi ajakan menulis, tapi semua ini bisa menjadi ungkapan yang tak pernah terucap oleh Mama, karena Mama masih perlu waktu untuk bisa mengatakannya. Untukmu anakku sayang, Vinka.

*******
Anakku… 

Bila ibu boleh memilih, apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu. Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah sembilan bulan, nak.
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi. 
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan. 
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata....

August 21, 2013

Perawan atau Tidak? Tes dulu!



Judulnya pasti menimbulkan pertanyaan ya....
*****
Beberapa hari ini linimasa ramai sekali dengan pembahasan soal keperawanan. Yak, ternyata hal tersebut muncul dari keputusan Dinas kota Prambumulih, Sumatera Selatan yang akan melakukan tes keperawanan terhadap siswi sekolah menengah atas. Meh... sungguh keputusan absurd tuh. Bukan twitter kalau tidak menyuguhkan berita-berita up to date. Dats why, sampai saat ini saya masih betah menyimak linimasa, karena lebih cepat mendapatkan berita-berita terbaru.

image here
 Keperawanan, (mungkin saja) bagi setiap perempuan sudah mulai sulit terjaga dengan baik di jaman yang modern ini. Tapi, tetap saja. Banyak kaum perempuan yang tetap mengagungkan keperawanan di atas segalanya. Bagaimanapun, hal tersebut menjadi acuan atau hal yang sangat dijaga oleh perempuan selama hidupnya hingga seseorang menikahinya. Apa jadinya jika ternyata, anak perempuan yang masih perawan, yang belum pernah terjamah oleh siapapun, harus menerima nasib untuk dites keperawanannya agar bisa sekolah lanjutan tingkat atas, disentuh2 kemaluannya oleh orang lain. Okelah, dokter yang test, tapi tetap saja, merugikan. Saya baru saja membaca blog Om Jay di BlogDetik yang membahas tentang hal ini. Om jay katakan, bahwa : "Saya tak bisa membayangkan bila anak pertama saya Intan yang kini masuk SMA kelas X di SMA 6 Bekasi harus mengikuti tes keperawanan. Saya tak ridho dunia akhirat anak gadis saya di tes keperawanannya meskipun oleh seorang dokter. Buat apa?" Tidak hanya Om Jay,  saya sendiri pun engga rela kalau menjelang SMA nanti Vinka harus disentuh2 oleh orang lain. *siapin samurai -__-

Entah darimana idenya para pejabat itu mengeluarkan keputusan yang aneh. Dan tentu, hal ini juga akhirnya memicu banyak masyarakat Indonesia menolak dan kontra dengan keputusan tersebut. Termasuk  Mendikbud, M. Nuh. Terus, kalau ketauan engga perawan, engga boleh sekolah lagi? Kalau sudah tau masih perawan atau engga, apa untungnya buat mereka? Yang ada, mereka malah melanggar HAM siswi-siswi tersebut akan hak-nya dalam menerima pendidikan dan bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. Sekalian saja, tes keperjakaan. Keperawanan bisa hilang kalau ditengok sama keperjakaan, kan? Absurd nih :))

Biasanya, saya mencoba melihat sebuah keputusan dari berbagai sudut pandang. Tapi kalau soal tes keperawanan ini, Aeh, sepertinya tak ada sudut pandang lain yang bisa saya keluarkan selain menolak karena jengah dengan hal tersebut. Bagaimana dengan teman-teman soal tes keperawanan ini?

August 17, 2013

Sang Malam



Malam....
Tiba-tiba saja aku merindukan sebuah malam yang selalu kulalui dengan keheningannya yang tak memihak. Rindumu merenda dalam naluriku. Ya, kamu hadir meski aku sedang dalam rasa yang tak pasti, kamu ada ketika aku tak memintamu untuk bersamaku. Apakabar malamku? Apakah kau merindukanku juga?

Rasanya, lama sekali blog ini terlupakan. Lagi-lagi, haruskah saya katakan bahwa kesibukan kian menyita sebagian waktu atau malamku untuk menorehkan sebuah inspirasi? Ah, rasanya tak perlu. Cukup dengan kembali menorehkan apa yang ada dalam rasa dan pikiran, maka semua alasan itu akan kembali memunculkan inspirasi yang tak biasa. Ciyus? Iya in aja deh :))

Alhamdulillah, melewati puasa, hari raya Idul Fitri 1434 H dan HUT RI ke-68 dalam waktu yang berurutan, menjadikan masa-masa terlewati dengan begitu indah dan menyenangkan. Hampir semua masa itu terlewat dengan banyak senyuman, meski tak bisa ditampik, sesekali ada mulut manyun yang saya ekspresikan, hehe. Saya hanya bisa senyum simpul mengingatnya. Entahlah, meski mencoba untuk menghindari suasana tak nyaman, di luar dugaan, semua kenikmatan itu selalu ditambah oleh Allah dengan kenikmatan lainnya. Saya menyadari, mungkin saya tak perlu menolaknya secara berlebihan, karena hal tersebut tentu akan menambah mulut saya untuk semakin manyun. Lebih baik saya menerimanya terlebih dahulu, merasakan, intropeksi lalu mengubahnya dengan sudut pandang yang lebih baik. Tidak secara langsung akan terasa hasilnya, tapi setidaknya... mencoba adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan. Bener, apa bener?....

August 06, 2013

Menciptakan Kebahagiaan. Sanggupkah?


Melewati 1 bulan penuh tantangan diantara 11 bulan lainnya, tentu bagi sebagian orang bukanlan sesuatu yang harus diberatkan. Sebuah tantangan itu bisa menjadi sebuah kenikmatan jika kita sendiri mampu melihatnya dari sudut yang lain. Tapi sebagai manusia biasa, tidak bisa dipungkiri kalau akhirnya ramadhan seolah menjadi bulan yang hanya diisi oleh sebuah kebiasaan. Menyajikan berbagai makanan ala ramadhan seperti kolak, manisan kurma hingga ketupat lebaran. Tak hanya itu, tradisi mudik yang terjadi seminggu sebelum hari raya, tentu akan menjadi pemberitaan yang tak henti-hentinya di media cetak atau elektronik, bahkan social media.

Selain kebiasaan dan tradisi yang menemani langkah ramadhan tersebut, hati kita pun bisa saja terbawa pada suasana yang tak biasa. Namun alangkah lebih baik jika ramadhan membawa hati, rasa dan pikiran kita ke arah lebih baik, pada rasa ikhlas dan rasa syukur yang tak henti, karena yang terpenting, kita masih diberi kesempatan untuk melewati ramadhan kali ini dengan segala kekurangannya. Lalu, apa jadinya jika ramadhan tak memberikan hasil apa-apa untuk kita, selain lapar dan dahaga?

Ah tentu... saya tak menilai bahwa ramadhan ini telah saya lewati dengan baik dan khusyu. Dari waktu yang sekejap ini, dan diantara sekian banyak waktu yang telah saya isi dengan kekhilafan, tak mungkin dalam waktu 1 bulan lantas saya langsung kembali menjadi fitrah dan pribadi yang bersih. Jika saja boleh meminta, seandainya setiap bulan adalah ramadhan, tentu setiap waktu itu pula akan menjadi sebuah rem dalam ikhtiar saya menjalani hidup. Pertanyaannya, apakah saya mampu menjalaninya jika hal tersebut benar-benar ada? Lillahita'ala....

August 04, 2013

10 tahun sudah.


Alhamdulillahirobbil Alamiin... 4 Agustus 2013

Doa Ayah:
"Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan kelancaran kesehatan dan keselamatan dunia dan akhirat." Aamiin.

Doa Mama:
"Semoga Kaka Vinka menjadi putri yang solehah, makin pinter, sehat selalu , penuh kebahagiaan dan keberkahan. Berbakti pada orangtua dan berguna bagi agama, bangsa dan negara." I love you, my dear.









July 31, 2013

Cinta Sih, Tapi kan...?!


Oke, entah apa maksud dari Judul yang saya tulis kali ini. Yang pasti, sebelum menuliskan postingan ini, saya sempat bertanya melalui linimasa, kira-kira inspirasi apa yang bisa dituliskan saat ini? Jujur saja, sejak memiliki pekerjaan baru 1 bulan ini, saya seolah kehilangan me time saya. Bahkan untuk sekedar blog walking saja, saya harus benar-benar berusaha menimbulkan kembali passion itu. Yayaya... saya tau banget, waktu tidak boleh saya salahkan jika akhirnya pekerjaan saya seperti lebih banyak menyita waktu saya untuk blogging, semua itu murni karena time management saya yang buruk, saya sadar betul. Tapi, setidakanya, saya berusaha untuk terus mengelolanya dengan baik, meski dalam segala keterbatasan. Everytime is learning, kan?

Bicara soal pebelajaran hidup, alhamdulillah saya mendapatkan pelajaran yang luarbiasa yang datang dari sudut luar sana. Dan saya sangat bersyukur atas semua itu. Sadar atau tidak, akhirnya saya lebih memilih untuk intropeksi pada diri sendiri daripada saya harus memaksakan ego dan kehendak saya. Meski belum menekanknya hingga habis, lagi-lagi saya bersyukur, bahwa rem dalam diri saya masih cukup kuat menahan laju rasa yang bisa saja mengakibatkan sesuatu yang kurang baik dan akhirnya memengaruhi kondisi diri, termasuk hati dan perasaan. “Ah teori aja nih, Mira.” Hihihi, we (I) can’t please anyone. Jadi, monggo dibuat nyamannya sendiri saja lah ya.

Tapi, sebetulnya, bukan soal itu yang ingin saya tuliskan kali ini. Dan ini bukan tentang saya, hanya sekilas inspirasi yang datang dari seorang kawan, yang mungkin saja sedang merasakan resah dalam hatinya, diantara cinta yang sedang dia pupuk...

July 25, 2013

Tuhan, Bekukan Hatiku!


Seandainya aku boleh memilih, aku ingin mengulang saat itu, saat di mana aku tak perlu merasakan perihnya rasa dan sakitnya hati oleh sikap yang selalu menuai atas nama cinta. Seandainya Ibuku masih berada di sampingku, tentu aku lebih mudah berkeluh kesah tanpa perlu merasa bingung harus mencurahkan isi hatiku. Seandainya aku adalah seorang perempuan yang memiliki masa lalu yang lebih baik, tentu aku tak akan mungkin terpenjara akan buruknya masa lalu yang kini selalu kau ungkit-ungkit. Seandainya...seandainya... Ya Tuhan, adilkah ini untukku? Aku tak kuasa menahan semua rasa ini. Perih, sakit, aku rapuh, Tuhanku. Jika tak ada lagi yang perlu kuperjuangkan, maka hanya satu yang kuminta, bekukanlah hati ini, bekukanlah rasa yang ada dalam hati ini, jauhkan aku darinya, Tuhan.
*****

Just is... Lahaula Wala Kuwwata Illabillahil Aliyyul Adziim.
Sahabatku, seandainya saat kau ucapkan semua itu, aku berada di dekatmu, tentu aku tak akan tinggal diam mendengar keluh kesahmu. Setidaknya, sedikit pelukan mungkin akan bisa menenangkanmu. Tapi tolong, jangan pernah berpikir bahwa Tuhan tidak berlaku adil padamu. Aku mungkin tak bisa merasakan sakitnya rasamu, bahkan aku pun tak mampu memberikan solusi terbaik, tapi percayalah sahabatku, Allah Swt tidak mungkin memberikan suatu permasalahan tanpa solusi dan kesanggupan umatNYA....

July 16, 2013

Hijab Style ala skarfscarf


Assalamualaikum...
Sebelumnya saya mau ucapkan, selamat berpuasa dan menjalankan bulan ramadhan dengan penuh ikhas, besar hati dan tetap ikhtiar pada Allah Swt. 
Halo sahabat... duh, iya deh. Kali ini ngaku! Sejak acara Dancow itu, dan dimulainya bulan ramadhan, blog saya ini sempat saya acuhkan. Bukan karena sedang block writing (karena inspirasi di otak sudah penuh), tapi karena saat ini saya sedang mendapatkan hal baru, yang mengharuskan saya produktif tiap hari, meski masih di balik layar laptop sih, hihi.

Keluar sejenak dalam kesibukan harian saya, apalagi hiburan saya kalau bukan memainkan aplikasi yang ada di note saya. Ya, hobi yang satu ini kayanya belum habis-habis. Malah, semakin hari semakin bertambah. Tahu kan, hobi saya apa? Iyaa! Foto-foto narsis gitu deh, *dikeplak :))

Jadi gini, awalnya saya sedang mengikuti linimasa, dan tak sengaja menemukan akun yang namanya lumayan agak bikin lidah "balelol", hahahah. Engga gitu juga kali, Mira. Tapi iya sik, awalnya  memang agak sulit mengucapkannya, karena akun tersebut perpaduan bahasa Indonesia dan Inggris. Nama akun twitter nya @skarfscarf. Dan ternyata, akun tersebut adalah akun tempat OL shop yang khusus menjual berbagai macam koleksi kerudung, atau nama trend saat ini, hijab. Berasa memiliki kebutuhan akan hal tersebut, Yo wes... apalagi yang saya lakukan kalau bukan mampir ke web nya skarfscarf.

July 10, 2013

Dancow Learn & Explore, Seru!



Seru? Iya... seru! Itulah yang bisa saya ungkapkan pertama kali setelah mengikuti acara Learn Explore dancow di mall Taman Anggrek, 6 – 7 Juli lalu. Ternyata, antuasis dari masyarakat sangat baik, ini terbukti dengan penuhnya area bermain, bahkan sebelum mal buka, antrian pun sudah mengekor, hihi.

Saya datang bersama anak-anak dan tiba di mall jam 9.45 pagi. “Ah, masih tutup ternyata.” Ya iya lah ya, di mana-mana standar mall buka itu biasanya jam 10.00, kan? Tapi enggak apa-apa deh, toh ketika saya sampai di sana pun sudah banyak keluarga lain yang menunggu pintu lobby untuk segera dibuka J


Begitu dibuka, kami mengantri masuk ke area mall, dan tepat setelah masuk di area lobby, pandangan nuansa kuning sudah siap dengan beberapa staf yang menjaga di beberapa titik. Berjalan 5 menit, antrian pun semakin banyak. Whuaa, ini ko antuasiasnya sampai begini banyaknya ya. Dan tahu engga? Selama antri untuk masuk, samar-samar ko saya mencium bau yang kurang nyaman. Pikir saya, “ko, kaya ada bau kambing gitu.” Dan tenyata... pas saya lihat ke sisi kanan dari area antrian, di dalam area learn Explore memang benar ada kambing lho. Ada domba juga dan kelinci-kelinci kecil. Weleh, mal sekeren ini ternyata bisa dibuat tempat explorasi yang nyata sama Dancow.

July 07, 2013

7 Juli – Kisah Mereka



Saat itu...
Di bawah papan panjat tebing di sebuah kampus Universitas di Bandung, seorang lelaki dengan perawakan sederhana namun memiliki keunikan tersendiri, tiba-tiba saja mengungkapkan sesuatu yang mengangetkan. Isinya kurang lebih begini... 

“Nikah, yuk.”

Ungkapan to the point, tanpa basa-basi, namun penuh kesungguhan. Akhirnya, dengan serangkaian persiapan yang kurang lebih hanya 3 bulan, pernikahan itu pun terjadi. 7 Juli 2002 - #Happy

*****

“Banguun, Yayank...”
Begitulah panggilan sayang yang biasa dilakukan oleh lelaki itu pada sang istri. Ya, beruntung sang istri memiliki suami yang begitu penuh pengertian, bahkan... tak jarang, suaminya selalu bangun terlebih dulu dibandingkan perempuan itu, yang memang enggak suka bangun pagi. #BerasaBos :D

*****

July 04, 2013

Ujian Kenikmatan


Alhamdulillah, hingga tulisan ini dapat terpublish dengan baik, maka inilah salah satu dari sekian banyak nikmat Tuhan yang tidak dapat saya sangsikan. Dan semoga saja Allah Swt senantiasa memberikan kesehatan untuk saya, suami, anak-anak, orangtua, mertua, saudara dan sahabat lainnya selalu dalam keadaan sehat walafi’at, agar mampu menempuh ramadhan tahun ini dengan khusyuk dan keikhlasan.

Bicara nikmat Tuhan, tentu setiap saat adalah sebuah nikmat yang tak dapat dipungkiri. Sekalipun nikmat itu datangnya dalam bentuk ketidaknyamanan hati atau sebuah kondisi, bahkan pada sebuah musibah, semua itu tergantung persepsi bagaimana kita mensyukuri nikmat tersebut.

Sebagai manusia dengan segala kekurangannya, hidup di dunia yang penuh dengan gemerlap penawaran harta, tahta dan martabat, adalah menjadi salah satu hal yang diujikan, yang dititipkan oleh Allah kepada kita, agar kita bertahan mengelola kekurangan itu menjadi sebuah kekuatan untuk membuat hidup lebih baik lagi. Memang, dalam pandangan kita, dalam rasa dan pikiran kita, semua manusia memiliki rasa soal pembenaran, bahwa apa yang  dilakukan benarlah adanya. Namun, sadarkah kita, bahwa semua itu terjadi atas ijinNya, dan bukan karena sebuah kebetulan. Dan apakah kita sadar, semua itu sudah mendapat ridhoNya atau hanya sebatas diijinkan terjadi?

July 03, 2013

Eksplorasi yang tak Biasa Bersama Si Kecil


Heylow temans, masih suasana liburan, dan sepertinya makin panas ya. Panas karena banyak tempat-tempat yang bisa kita kunjungi bersama anak-anak. Tapi perlu diingat, jangan sampai kita memilih tempat liburan yang terlalu banyak menguras kantong, hihi. Oh iya, masih inget postingan saya beberapa hari lalu tentang acara Learn & Explore nya Dancow? Ternyata, banyak juga teman-teman yang masih memiliki anak usia balita atau di bawah 10 tahun seperti saya ya. Nah, yang pasti, saya sendiri sudah menjadwalkan tanggal 6-7 Juli untuk datang ke mal Taman Anggrek, bersamaan dengan beberapa teman lainnya. Kan, kalau datangnya beramai-ramai, lebih seru, bukan?

Emang acara apaan sih, Mira?

Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, kali ini Dancow membuat sebuah acara yang berbeda dari kebanyakan acara-acara liburan lainnya, dengan nama Dancow Learn & Explore. Acara ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi juga mengajak si kecil bersama orangtua untuk bereksplorasi lebih banyak tentang binatang.

Terus, kenapa sih, Mira, ngebet banget ngajak datang ke acara Dancow Learn & Explore?

Dalam pandangan saya, eksplorasi itu perlu dilakukan dalam segala hal, termasuk ketika harus bersentuhan dengan binatang. Bukan hanya akan meningkatkan daya imajinasinya, anak-anak tentu akan lebih ekspresif, tangguh dan dampak yang ditimbulkannya adalah kepercayaan diri yang positif. Dari situ juga anak bisa lebih mensyukuri segala karunia Tuhan, dan menyadari bahwa ada makhluk hidup lain, selain manusia.

Bocoran yang saya baca dari sumbernya, di Dancow Learn & Explore nanti, akan ada beberapa zona yang bisa dieksplorasi bersama anak-anak kita, antara lain :

July 02, 2013

On the Bus


 

 Menunggu, mengurai waktu yang berjalan sangat lambat sore ini. Tak ada keresahan yang menemani, semua terasa ringan dijalani.  Tak terasa, kakipun bergegas pada sebuah pintu kendaraan besar yang bernama bis.

Ah...Tuhan begitu baik padaku... meski di dalam bis ni harus berdesakan, aku tak perlu berkeluh akan hujan yang turun begitu kakiku menginjak di lorong antara sandaran kanan dan kiri. Terlebih lagi, dalam sudut ini aku mampu mengeluarkan apa yang kurasa.

Aku teringat ketika suamiku sempat pulang beberapa waktu lalu. Kami sempat melakukan perjalanan pulang dari pusat Jakarta dengan menggunakan bis jurusan yang sama. Kamipun hanya memiliki kesempatan untuk berdiri. Tak apalah, daripada harus menunggu bis lainnya yang tentu mengalami hal serupa, berdesakan satu sama lain.

Cuaca masih gerimis, dan aku masih beediri menempuh  perjalanan pulang. Meski hanya seorang diri tanpa mengenal penumpang lainnya, aku menarik pada sebuah masa ketika suamiku ada di sampingku, berdiri bersamaku dalam desakan lorong yang hanya mampu membuatku bernafas dan sekedar menggerakkan jariku dalam perjalanan pulang kali ini. 

Aku senang, langkahku ringan... karena aku yakin, bahagia dalam diri ini hanya mampu tercipta oleh rasa dan pikiran kita sendiri.

On the bus 17.50 | 2072013

June 28, 2013

Liburan jadi lebih Pintar? Bisa!


Memiliki 2 malaikat kecil yang semakin hari terus berkembang, tentu merupakan kebahagiaan tersendiri, apalagi dalam masa pertumbuhan tersebut, saya mendampingi setiap hal yang mereka lakukan, hingga akhirnya menyaksikan moment yang tak biasa. Ah, sungguh semua itu kebahagiaan yang sangat berharga.

Selama menyaksikan pertumbuhan mereka, kedua anak saya, Vinka 9Y dan Zahran 5Y, memiliki keunikan masing-masing. Dan ternyata, dari keunikan tersebut, kedua anak saya ini memiliki keunikan yang sama, yaitu ketika harus bersentuhan dengan binatang, dipastikan mereka kabur duluan. Sebagai Mamanya, sudah pasti saya harus memahami mereka, artinya... saya tidak boleh serta merta memaksakan mereka untuk langsung bersentuhan dengan binatang tanpa mereka tahu dulu, bagaimana agar bisa berkenalan dengan binatang, termasuk mengenal binatang dengan segala karakternya.

Well, saya pribadi juga sebenarnya belum memiliki binatang favorit, apalagi memilikinya untuk dipelihara. Entah karena belum menemukan binatang yang cocok, atau saya memang kurang menyukai binatang. Thats why, anak-anak saya pun akhirnya tidak terlalu interest pada binatang di sekitarnya karena kurangnya eksplorasi. Sebagai pribadi yag pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan dengan binatang, hal ini berakibat pada kekhawatiran saya terhadap lingkungan sekitar. Contoh kecil saja, jangankan di luar rumah, di dalam rumah pun kadang masih suka ada aja binatang-binatang yang turut menghuni rumah. Tikus, rayap atau cacing-cacing kecil yang tiba-tiba muncul di sela-sela saluran air kamar mandi. Ihh... merinding saja membayangkannya. Itulah sebabnya, saya termasuk yang suka cerewet ketika anak-anak main di luar, apalagi main ke taman yang berumput, khawatir ada binatang semacam ular berbisa, aah... serem deh pokoknya...

June 26, 2013

Mari kita nge SIM


Berawal dari keinginan bisa nyetir sendiri, meskipun belum punya mobilnya... tahun 1997-1999 saat saya masih duduk di bangku SMA, sudah ada 1 korban mobil yang kaca lampu depannya tak sengaja hancur karena menabrak. Ulah siapa? Saya pastinya *ieuww

Yap, jaman SMA dulu saya ingin sekali bisa nyetir mobil sendiri, alhasil belajar nekat dan otodidak pun saya lakoni meski harus nodong mobil teman atau saudara. Sungguh anak yang nekat!

Singkat cerita, saya pun akhirnya bisa dikatakan ‘menyetir’(kata saya), meski saat itu belum memiliki SIM sama sekali. Dan sebelum latihan menyetir mobil lulus, saya sudah bisa mengendarai sepeda motor. Gimana kisahnya? Engga usah ditanya, sama nekatnya. 

Perjalanan setiap masa bagi saya adalah sebuah pembelajaran, maka dari itu... untuk sesuatu hal yang saya anggap mampu untuk dilakukan, maka saya akan terus mengusahakannya. Dan yak, alhamdulillah, hingga sekarang saya sudah lancar mengendarai sepeda motor dan mobil....

June 25, 2013

Sebesar Apa Rasa Pedulimu?


Sejak (kalau enggak salah) Februari apa Maret 2013, teman yang menjadi sahabat perjalanan saya sudah pergi meninggalkan saya. Bukan, bukan karena berantem atau saling tonjok-tonjokan, tapi semua itu dilakukan demi sebuah kenyamanan, karena selama 2 tahun yang lalu ia lebih banyak menguras kantong saya. Meski tak bisa ditampik bahwa ia juga sudah banyak menolong saya. Ngomongin apa sih, Mira?

Jadi gini, teman yang saya tinggalkan tersebut bukan teman dalam bentuk sosok manusia, tapi sebuah kendaraan roda empat yang sempat saya miliki 2 tahun terakhir. Intinya, si Jessi terpaksa saya lepas dengan harga miring karena makin hari ulahnya makin menguras kantong saya. Setiap bulan ada saja keluhan-keluhannya. Maklum, pas beli modalnya seken, etapi Alhamdulillah juga, karena diberi kesempatan untuk merasakan punya mobil sementara. Setelah si Jessi tidak bersama saya lagi, praktis saya kembali ke ritual biker, ngangkot, nge-bis dan ngojek. Masalah? Engga! Karena sebelum punya mobil pun saya sudah terbiasa dengan hal tersebut. 

Jujur saja, 2 minggu setelah melepas si Jessi saya masih suka manyun-manyun sendiri ketika harus keluar rumah dengan matahari yang pasti akan membuat kulit saya tampak lebih eksotik, atau tiba-tiba banyak debu yang menempel di wajah karena naik motor. Tapi, lambat laun, saya mulai terbiasa lagi dan menerima semua itu dengan senang-senang saja. Mau gimana lagi? Saya selalu meyakini, Allah selalu punya rencana dengan semua hal, termasuk saat ini...

June 21, 2013

Review Blog Irma Senja


Jika tak ada nafas senja yang mengiringi langkahku
Maka siluet jiwaku tak akan pernah berwujud
Walau kini aku harus mencoba untuk merengkuhmu
Aku yakin semua yang kita rangkai akan terikat oleh waktu
Untukmu senja...
*****
Sebait puisi di atas atau entah apapun itu namanya, sempat saya tuliskan dalam blog saya, dengan niat ingin mempersembanhkan sesuatu yang menjadi kegemaran sahabat saya sehari-harinya. Senja... selama ini begitu lekat dengan dirinya. Entah karena ia sangat mendambakan senja, atau ia terlahir saat senja, saya sendiri lupa :)). Tapi, jika saya lebih arahkan senja pada sebuah nama blog "Dunia Senja", tentu teman-teman mulai bisa mengingatnya. Ya, pemilik blog tersebut memiliki nama "Irma Senja", alias dari nama aslinya "Irma Susanti", seorang ibu yang telah memiliki 2 anak, Tazkia dan Sean.

Saya mengenal sosok yang satu ini tentu melalui blognya yang kini telah memiliki domain sendiri di irmasenja.com. kalau saya coba search di google dengan kata kunci "Senja" atau "Dunia Senja", dipastkan blognya Irma yang akan bertengger di halaman pertama.

June 20, 2013

Menjaga Nafas Cinta


Nafas Cinta...
Ah ya... lagi-lagi kalau sudah temanya "Cinta", saya selalu excited dan punya banyak bahan. Apalagi kalau harus dikaitkan dengan orang terdekat... suami, anak-anak, orangtua, keluarga bahkan sahabat-sahabat seperjuangan, termasuk kalian yang tetap konsisten menjaga silaturahmi melalui dunia maya ini. Apa jadinya, jika saya tidak menemukan dunia blogging? Mungkin saja saya akan menjadi seorang yang terus mengejar karir atau menjadi cupu sekalian. Demi apa itu semua coba? - Demi cinta tentunya, #eaaa...

foto dokumen pribadi
 Menjalani LDR dengan suami, tak jarang membuat saya menjadi sosok yang lebih mandiri, walau di sisi lain kadang saya bisa sangat rapuh sekalian. Bagaimana tidak, separuh nafas saya tak terendus secara nyata (di samping saya) dan hanya bisa dibayangkan melalui energi cinta yang masih tetap harus dijaga secara utuh. Sanggupkah saya...

June 18, 2013

Parodontax, Si Unik yang Cetar Membahana


Pernah mengalami gusi berdarah pada saat menggosok gigi?
Pernah ngerasain gigi ngilu pada saat makan es atau minum air dingin?
Pernah tiba-tiba gusi berasa nyut-nyut an tanpa sebab yang jelas?

Saya Pernah!
Terus... Penting ya, Mir bilang-bilang ke orang soal masalahmu ini?

Sebenernya sih, engga terlalu penting, karena saya yakin sebagian banyak dari teman-teman pun pernah mengalami hal serupa. Hanya saja, karena hal tersebut dialami sekian masa dan belum menemukan solusi yang pas untuk permasalahannya, kita malah menganggap hal tersebut biasa saja. Seperti sudah menjadi soulmate gitu deh, halah.

Ok, boleh deh bilang engga penting. Tapi, hal ini menjadi penting ketika kita mulai merasa risih dengan masalah-masalah tersebut. Alih-alih pengin mengunyah nyaman tanpa tragedi berdarah-darah karena kesehatan gusi berkurang, ternyata keseharian kita hanyalah menjadi bumbu yang sangat tidak nyaman. Saya adalah pecinta kopi (ngakunya), dipastikan setiap hari saya akan ngopi minimal 2 gelas. Kebiasaan ini tentu sudah lama saya lakukan, karena kopi sudah menjadi bagian soulmate saya. Eaaa, soulmate lagi bahasannya...

June 08, 2013

Daripada Nyinyir, Mending???


Sebelum baca kalimat-kalimat di bawah ini, bayangkan kamu dalam suasana “kepo” tingkat dewi, atau tiba-tiba menemukan sebuah kalimat yang sepertinya pas banget dengan suasana hati kamu, terus kernyitkan alis, kalau perlu sambil nyirih...

“Gerah deh gue, maksudnya apa sih dia nulis kaya gitu, nyindir gue, ya? Kaya dia yang paling bener aja!”

“Eh, Mir... si Ceu Iroh kenapa sik, lagi galau ya, atau PMS? Ko bahasanya gitu".

Itu adalah salah satu contoh kasus yang sering kita temukan di dunia maya, alias dunianya socmed’ers. Setiap saat tak hentinya kita dikagetkan dengan istilah-istilah yang mewakili sebuah keadaan. Contohnya : “No mention”, “Kepo”, “Stalking” dan lain sebagainya. Dan kali ini, adalah tentang “Nyinyir” atau bahasa terangnya ngomongin orang lewat bahasa tulisan secara tidak langsung. Semacam ngomongin di belakang gitu, deh.. Kasus ini muncul kalau seseorang lagi galau, kesal, bete bahkan marah ama seseorang. Alih-alih lebih baik disampaikan secara langsung pada lawannya, akhirnya... nyinyir is the best things to do (*halah, sok sok Inggrisan).

June 03, 2013

Ketika Mimpi dan Firasat terus Hadir


“Mimpi... adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia...”

Itulah sebaris syair yang terdapat dalam lagunya Nidji dengan judul Laskar Pelangi. Mimpi memang menyimpan arti yang khusus bagi sebagian orang yang memaknainya, termasuk saya. Hingga saat ini saya selalu beranggapan bahwa mimpi menjadi salah satu amunisi saya dalam menjalani proses untuk sesuatu yang ingin saya wujudkan. Ya, mimpi dalam arti sebuah harapan agar saya selalu memiliki target dalam hidup ini.

Lalu bagaimana jika mimpi dalam hal yang sebenarnya mimpi? Mimpi yang hadir pada saat kita tertidur. Apakah mimpi seperti itu bisa dijadikan suatu acuan tentang suatu hal yang menuai hasil? Inilah yang ingin saya tanyakan sama teman-teman. Dari beberapa sumber yang saya temukan di google, mimpi setiap orang dalam keadaan tidur itu terdiri dari 3 hal. Mimpi baik datangnya dari Allah Swt, mimpi buruk datang dari setan, dan mimpi yang datang karena obsesi sendiri.

Beberapa hari ini, hampir sebulan lah, saya menerima sebuah mimpi yang di dalamnya melibatkan suami saya. Entah mengapa, mimpinya sebagian besar kurang bagus, padahal sebelum saya tidur, saya selalu berdoa, bahkan saya selalu afirmasi positif, agar di setiap tidur saya, Allah akan memberikan mimpi terindah. Sayangnya, kadang mimpi buruk itu berulang, hingga akhirnya saya hanya bisa merenung, bertanya pada diri sendiri, “kenapa?”...

June 01, 2013

Hati-hati dengan Mindset


Manusia terlahir dengan akal pikiran, rasa dan keinginan yang berbeda-beda. Semua ini sudah menjadi kehendak Allah Swt pada saat meniupkan ruh untuk jasad kita. Sebagai manusia, tak memiliki pilihan ketika lahir untuk menjadi siapa dan bagaimana nasibnya kelak, karena semua itu telah menjadi rahasiaNya.

Lahir dari seorang rahim perempuan, tumbuh hingga akhirnya mengenal dunia ini, adalah menjadi bagian terpenting bagi seorang manusia. Semua proses itu menjadikan kita mengenal makna kehidupan yang di dalamnya akan terdiri dari berbagai kisah. Apakah setiap manusia akan merasa bahagia terus? Atau, apakah setiap manusia akan merasa sedih tak berkesudahan? Ada sebuah pepatah (entah kata motivator) bahwa, kesuksessan, menjadi kaya atau miskin bukanlah sebuah takdir, melainkan sebuah pilihan. Pertanyaannya, “apakah kita sudah menentukan pilihan?”

Sebagai manusia, kita akan menemukan berbagai permasalahan hidup, dari bobot yang kecil hingga terberat sekalipun (menurut kita). Ada yang berusaha terus sambil berikhtiar menjalani serangkaian prosesnya, namun ada juga yang tak sabar dan memilih jalan atau sikap yang tak sesuai dengan norma yang sepantasnya. Lagi-lagi, semua itu adalah sebuah proses bagi setiap manusia... 

May 26, 2013

Menantang Diri ke 14 KM CFD Bekasi


Sejak hijrah ke Jakarta sekitar tahun 2006, dan kurang lebih 7 bulan lamanya menikmati kebersamaan bersama suami dan  putri saya yang pertama, akhirnya masa-masa yang saya lewati setelahnya mengharuskan saya untuk tinggal berdua saja dengan suami, sementara pada saat itu Vinka harus (*dengan berat hati) kami titipkan di Bandung bersama orang tua saya. Alasannya, kami berdua saat itu sama-sama kerja. Sedih memang, harus meninggalkan putri pertama kami saat itu, tapi mau bagaimana lagi... kami mencoba ikhlas menjalaninya.

Setiap akhir pekan, saya dan suami selalu menjadwalkan untuk pulang ke Bandung menengok putri kami, dan jika ada satu pekan kami tidak pulang ke Bandung, biasanya kami lebih banyak menghabiskan waktu bersama, entah itu sekedar istirahat di kontrakan, jalan ke mall atau pilihan lain yaitu bersepeda. Jujur saja, ini bukan hobi saya, tapi hobi suami saya. Tak jarang beliau selalu menggunakan sepeda menuju kantornya yang lumayan jauh, yang terletak di Kebon Sirih Jakarta pusat. Kurang lebih sekitar 14 Km dari kontrakan kami saat itu, di Meruya. Alhamdulillah, berkat hobinya itu, suami saya selalu fresh, jarang sakit dan berat badannya pun cukup ideal (*kata saya) :D...

May 22, 2013

Kemana (at)Ayankmira?


Beberapa hari lalu, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti username twitter saya dari (at)ayankmira menjadi @mirasahid. Tentu, hal tersebut akan menjadi pertanyaan beberapa teman, karena bisa jadi mereka mau mention akun lama saya, tapi tidak muncul, seperti yang dialami oleh mak Andiana dan beberapa teman yang akhirnya tersadarkan bahwa akun tersebut sudah berubah.


May 16, 2013

Hamil semakin Menyenangkan dengan A+ Mama



Dilahirkan menjadi seorang perempuan, tumbuh dengan penuh rasa kasih dalam diri, menemukan pasangan hidup, hingga akhirnya menjadi istri, lalu hamil, adalah takdir yang sangat indah bagi setiap perempuan. Begitupun saya saat itu. Tak pernah menyangka, di usia saya 21 tahun, seorang laki-laki kalem yang kini menjadi suami saya, dengan beraninya meminang saya. Atas restu orangtua, maka kami pun menikah. Rasa bahagia menjadi seorang istri, dan mulai menjalani hidup bersama seorang pendamping, tentulah dambaan kaum perempuan, terutama saya yang saat itu masih  di usia yang (lumayan) masih muda.

4 bulan setelah menikah, kami dipercaya oleh Allah Swt, saya positif hamil. Ah, senang sekali rasanya, kebahagiaan kami lengkap sudah, walaupun dalam masa kehamilan itu saya masih harus berjuang menyelesaikan kuliah saya....

May 11, 2013

Dariku, Untukmu


Suamiku...

Aku bukanlah istri terbaik atau yang sempurna untukmu. Banyak dari sekian langkah yang aku tempuh untuk menemanimu, tak luput dari salah dan khilaf. Namun, yang aku tau, dengan segala kekuranganku, aku selalu bermunajat padaNYA, menundukkan kepala sekedar memohon untuk segala kebaikanmu.

Sedih rasanya di sekian miladmu, aku tak berada dekat denganmu, tapi aku sangat merasa, bahwa kau memang selalu  berada dekat bersamaku, di dalam hatiku. Untuk itu, maafkanlah jika aku tak mampu menjadi istri seperti yang engkau harapkan.

Semoga Allah Swt senantiasa selalu menjagamu, memberikan ridhoNYA dalam setiap langkahmu, memudahkan, serta memberikan kelancaran pada setiap ibadahmu, dan memberikan kekuatan agar kelak engkau selalu menjadi imam bagiku serta ayah terbaik bagi anak-anak kita. Aamiin.

Selamat milad, sayangku... 11-05-2013
Doa, cinta dan sayangku adanya untukmu. 
Peluk dan sayang, aku dan anak-anak kita


May 07, 2013

Srikandi di Balik Srikandi Blogger 2013 KEB


Alhamdulillahirobbil Alamiin...

Puji dan syukur tak terhingga saya panjatkan ke khadirat Illahi robbi, karena atas ridho dan kehendaknya, sehingga pada akhirnya sebuah harapan besar dapat terwujud. Ya, Acer SrikandiBlogger 2013Kumpulan Emak Blogger terlaksana pada tanggal 28 April 2013, bertempat di Kemendikbud, Jakarta. 

Jika mengingat acara Srikandi Blogger ini dapat terlaksana, rasanya apa yang akan saya tuliskan di sini akan panjang sekali dan seperti takkan ada habisnya, karena apa yang saya dan teman-teman panitia lewati sungguh sebuah proses yang tak biasa. 

Usai acara Srikandi Blogger 2013 beberapa waktu lalu, semua teman-teman dan tamu yang hadir mengucapkan selamat atas kesuksessan acara, dan rata-rata yang disampaikan semuanya positif. Tapi tahukah, temans? Semua itu terlaksana bukan tanpa sebuah perjuangan. Perjuangan ketika harus bergelut dengan status kami sendiri sebagai Ibu rumah tangga yang memiliki segudang pekerjaan, namun alhamdulillah berkat semangat, optimisme dan kebersamaan, terutama ijin suami kami dalam segala perencaan ini, rasanya kami hampir lupa bahwa di balik terselenggaranya acara Srikandi Blogger adalah adanya srikandi-srikandi yang tangguh. Kali ini sungguh, saya tidak melihat kesuksessan acaranya, walau tidak menampik, alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Namun, seperti yang saya bilang, tulisan ini saya persembahkan untuk semua Srikandi di balik perhelatan acara Srikandi Blogger 2013. Ya, panitia atau panggilan makpan untuk tim Srikandi Blogger ini adalah semuanya perempuan, berstatus emak-emak. Luarbiasa, bukan?...

April 19, 2013

Maknai Kopimu


#Coffeelover

Itulah biografi yang terpampang jelas di profile akun twitter saya @ayankmira. Di situ, salah satunya menyebutkan bahwa saya pecinta kopi. Ya, sudah sejak SMA memang, kopi menjadi teman pelepas dahaga  bahkan lebih dari sekedar itu, menjadi penghilang segala penat dan mampu menimbulkan inspirasi baru. "Lebay?" tak apalah, silakan berpendapat.

Seperti yang pernah saya tuliskan di blog ini, tentang Kopi dan Sahabat, sepertinya memang ada sesuatu yang saya rasakan lebih dari sekedar kopi. Kopi bisa membawa perumpamaan yang beraneka macam, namun tetap memberikan inspirasi yang tak pernah terhenti. Aromanya yang lembut, mampu menciptakan nuansa sendiri.

Tak ada yang terlalu berlebihan jika saya harus menceritakan kebiasaan saya meminum kopi, tapi tahukah kalian? Perubahan adrenalin dan pikiran yang lebih fresh serta nikmatnya, menjadikan kopi memiliki tempat yang istimewa dalam keseharian saya. Bagaimana tidak, dalam sehari saya biasa meminum minimal 2 gelas atau cangkir. Banyak yang berpendapat bahwa kafein yang terdapat dalam kopi itu berbahaya. Tentulah kalau dikonsumsi berlebihan. Untuk itu, saya sarankan jangan jadi coffeeaddict, supaya badan kita masih seimbang menetralisir. Dats why saya hanya menyebut diri sebagai coffee lover. Beda kan? lover sama addict? *maksa...

April 17, 2013

#Lucky50 For Asean Blogger


Alhamdulillah... 
Senang sekali ketika akhirnya bisa terbang ke Solo, 13-14 April lalu untuk mengikuti meeting bersama panitia Asean Blogger, mengingat inilah pertama kalinya saya mengunjungi Solo. Kali ini berbeda dengan trip Surabaya lalu, karena tim dari Jakarta yang berangkat lebih banyak. Ada mba Ajeng, mas Baskoji dari Kemenlu, mba Indah Juli, Mas Amril, Achie LuvJoyz, Mas Yulef, Kak Sheed dan mas Doddy. Perjalanan ke Solo kali ini tentunya dalam rangka mematangkan dan koordinasi dengan teman-teman blogger Bengawan, beserta pihak-pihak terkait di kota Solo. 

Take off sabtu 7.50 dan tiba di Solo sekitar pukul 9.00, saya dan rombongan langsung menuju rumah makan Che Es. Di sana sudah ada Pakde Blontank dan pak Pohan. Walau gelagat fisik sudah mulai tak nyaman, saya berusaha mengikuti meeting dengan tetap fokus, meskipun bayangan kasur hotel sudah nampak di depan mata....

April 08, 2013

Asean Blogger Surabaya (pre Event) & Kopdar


"Mir, tolong cek BBM dan sms, ya, aku kirim kode verifikasi tiket Surabaya."
Begitulah kurang lebih  isi BBM mba Ajeng, Sekjen Asean Blogger Community, Kamis 4 April yang lalu. Setelah mengecek email sebelumnya, saya baru ngeh kalau ternyata, saya yang diberangkatkan ke Surabaya dalam acara pre event Asean Blogger Surabaya tanggal 6 April kemarin. Dari rencana beberapa orang tim yang diberangkatkan, ternyata di email hanya ada nama saya dan kak Sheed yang berangkat ke Surabaya. Ya, tak apalah, toh pada wiken kemarin memang saya sedang tidak ada acara yang mendesak selain trip ke Surabaya.

Jam 8.30 pagi saya sudah check in di counter Citilink jurusan Surabaya, karena saya berbeda jalur dengan kak Sheed, akhirnya kami sepakat bertemu langsung di bandara terminal 1C. Merasa terlalu pagi, lounge bandara menjadi pilihan saya untuk menunggu, lumayan buat sekedar update status atau cek email. 

Di luar dugaan, pesawat kami yang seharusnya take off pukul 09.40, mengalami delay hampir 1 jam, ngik. Pasrah dengan keadaan, ya sudah, apalagi kerjaannya kalau bukan online mengisi waktu...

March 27, 2013

Suami yang ber Image



Setelah menulis tentang "Hai Suami" beberapa waktu lalu, kali ini saya tergelitik untuk menuliskan lagi tema yang berhubungan dengan suami. "Kenapa sih, Mira, hobi banget ngomongin tentang suami?" Emmm, sebenarnya, tulisan ini hadir karena terinspirasi dari lingkungan sekitar sih, jadi, dipastikan tulisan ini muncul tak ada hubungan dengan suamiku kali ini. 

Suami, oh suami...
Engkau selalu tak habis untuk dikenang, bahkan dalam setiap nafas seorang istri, tempatmu akan selalu ada di hati kami. Engkau pergi pada saat fajar menyongsong, dan tak jarang, kembali pada saat matahari tak lagi menampakkan sinarnya. Sungguh mulia sekali setiap waktu yang kau korbankan untuk anak istrimu, walau nampak hadir sekejapan mata di rumah, namun, kehadiranmu tetaplah melengkapi keluarga kecil ini....

March 19, 2013

Surat Untukmu




Untukmu, yang ada dalam hatiku...
Seringkali kita terbentur dalam suasana tak nyaman, sehingga membuat diri kita tak lagi mampu berpikir secara jernih. Adapun mampunya kita berpikir, hanyalah terpaksa karena kondisi yang mengharuskan kita mencari solusi dalam setiap masalah yang kita temui. Tahukah kamu, sekalipun aku sanggup menerima ini sebagai sebuah nikmat dariNYA, peranmu tak pernah lepas dalam keseharianku. Hanya saja, aku tak ingin kelak kau membuat jarak antara kita, sekalipun itu perlu. 

Kamu tak perlu merasa "ga enak hati" untuk menyampaikannya. Percayalah, aku baik-baik saja. Sekalipun kamu menjaganya untuk tak terucap, kamu tetap tak bisa berbohong dan pura-pura biasa.
Aku sudah bilang... aku tak malu ketika jatuh dan jatuh lagi. Karena aku yakin kamu akan ada untuk mendukungku. dan aku harap kau pun mampu melakukan hal yang sama.

Hanya saja... beri aku waktu untuk melalui prosesnya, setahap demi setahap, tanpa perlu kau pergi dariku 
Terima kasih ya, karena kita berbeda, kita saling melengkapi, maka tak perlu ada ragu antara kita 
Kamu cukup tau aku, begitupun sebaliknya. Jadi, tak semestinya ada jarak antara kita. Just trust, my dear friend. Allah Swt always with us. Only God can replace our grieves into happiness and our tears into smiles :)

March 10, 2013

Catatan Hati 10 Maret 2013


Hari terus berganti, waktu terus berputar, mengantarkan kisah yang datang dengan segala cerita di dalamnya, memadukan segala rasa dan asa dalam jiwa. Tak ada bahagia jika kita tak menginginkannya, tak ada luka jika kita tak menggoresnya, dan tak ada sedih jika kita mampu mengurainya dengan senyuman.

Perjalanan episode kehidupan yang beragam, seringkali membuatku terjerumus pada asa yang menyesatkan. Tak jarang, aku harus berusaha keras mengikisnya dengan doa dan keyakinan akan sebuah kemampuan diri. 
Apakah aku mampu melewatinya? Harus! Walau dengan tetesan keringat dan airmata sekalipun. Aku meyakini, melewati semua itu, dan siap menjalani segala prosesnya, adalah sebagai pengembangan diri akan sebuah amanah dalam kehidupan yang aku jalani.... 

March 08, 2013

You Follow, I Don't Care


"Haish..." Judulnya ga mengenakkan sekali yak.
Tulisan kali ini terispirasi dari tontotan di statsiun televisi swasta yang kondang itu, (ga usah di sebut ya). Dalam acara 360 - Metro TV (keceplosan), ada segmen yang membahas tentang linimasa twitter. Udah pada punya akun twitter, kan? saya sudah, lho (*ga nanya).

Jadi gini... (*kalem)
Twitter dalam pandangan saya sebelumnya adalah sebuah tempat, dimana saya bisa mengungkapkan apa yang dirasa, dipikir dan diihat. Intinya, saya mau ngomong apa saja, terserah saya. Mau isinya cuma update "lagi makan", "otw", atau status-status geje gitu deh. Hingga akhirnya tahun 2009 lalu saya menjalankan sebuah bisnis networking, yang dalam perjalanannya selalu memberikan afirmasi positif. Praktis, yang tadinya mengisi TL saya dengan "Sampah", berangsur-angsur saya mulai memperbaiki tata bahasa di TL saya. Bukan untuk jaim, tapi lebih karena saat itu memiliki rasa tanggung jawab moral sebagai leader yang harus selalu bertindak dan berucap secara positif. It work! Karena kondisi itu, dan keasikan dengan tim, saya sempat meninggalkan twitter dan lebih fokus dalam berbagai strategi untuk bisnis tersebut....

March 04, 2013

Mengikat Hati dengan Kasih Sayang


Hati... adalah sebuah kelenjar terbesar dalam tubuh kita yang berada tepat di sebelah kanan rongga perut setiap manusia, di bawah diafragma. Fungsinya yang vital, mengharuskan kita agar mampu menjaganya tetap sehat.  Sayangnya, konsumsi alkohol dan zat kimia seringkali membuat hati rusak dan menyebabkan penyakit lainnya. 

Begitupun hati yang terdapat dalam kalbu setiap insan. Seringkali, kita tidak menyadari bahwa hati yang tertanam dalam diri kita jauh dari kesucian. Miris, memang. Tapi, begitulah kenyataan yang sering saya temui, termasuk hati saya yang tak luput dari penyakit. 

Sejak lahirnya kita ke dunia ini, Allah Swt tentu telah menempatkan hati kita sesuai dengan takarannya. Jika kita mampu menjaga hati dengan terus bersandar pada Sang pencipta, maka Insya Allah kita akan terbebas dari segala penyakit hati. Dan sebaliknya, sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, jika hati kita ditemani oleh hawa nafsu, maka hanya akan ada prasangka dan kotoran lainnya menemani keseharian kita.

March 03, 2013

Mampukah Kita Kembali ke Titik Nol?


"Putri Malu"
Aku memang nampak begitu indah dipandang, walau karakterku nampak layu, dan selalu menutup ketika disentuh. Auraku yang nampak sensitif itu akan mempengaruhi sekitarnya. Layaknya sebuah gerakan seismonasti, aku menjadi tidak peduli dari mana arah yang akan menyentuhku. Tanpa perlu berpikir panjang, akupun lekas menutup diri dari apa yang menurutku tidak sesuai dengan harapanku. Ya, aku adalah bunga "Putri Malu". Dengan wajahku yang pucat, siapapun yang tadinya ingin mendekat padaku, tiba-tiba urung karena karaterku yang tak bisa terbuka pada sentuhan... 

February 27, 2013

Samsung, Inspirasi Dunia, Menciptakan Masa Depan


Pernah menghadiri sebuah event gadget dan elektronik? Saya yakin semua teman-teman pernah menghadirinya. Sama seperti saya yang saat ini sedang berada di acara Samsung Forum 2013 bertempat di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat. Pada umumnya sebuah pameran akan menghadirkan produk-produk terbaru dan unggulannya, sehingga tak jarang memancing setiap mata yang hadir untuk bergerak mendekatinya. Dan kali ini, saya mesti menghela nafas dulu. "Why?" Karena saat ini perasaan saya ga karuan, bo. Samsung bikin saya pengen menjerit, terutama untuk produk-produk yang memang saya incar sejak lama....

February 26, 2013

Belajar dari Sosok Lain


Ini tentang seseorang...
Wajah yang dihiasi dengan keriput di mana-mana, uban yang tak lagi menutupi hitamnya rambut, Bahkan bisa saja, fisik yang tak lagi kuat, pantas jika panggilan "Kakek" disandingkan untuknya. Walau benar adanya, wajah tua yang pantas dipanggil kakek itu,  tak serapuh yang dibayangkan. 

Sebuah kamera Nikon D50 yang selalu menemaninya ke manapun dia pergi, menjadi ciri khas yang melekat padanya. Ya, kamera itulah salah satu barang yang seolah membawa keberutungan untuknya. Sesekali pula, dia harus menggunakan kacamata, entah minus atau plus, untuk membantunya membaca sebuah artikel atau menuliskan sesuatu. Memulai aktifitas dalam sebuah situs blog keroyokan, dan rajin mengikuti acara kopdar, Kakek tersebut kian dikenal karena hobinya dalam dunia foto. Tak jarang, setiap acara berlangsung, sosoknyalah yang kerap kali dimintai untuk memotret. Pantas pula, pada akhirnya, karena semangatnya berkarya, panggilan "Ayah" lebih pas untuknya....

February 25, 2013

Just Is




Malam, selalu menawarkan keheningan yang setiap kali menikmatinya, mampu membangkitkan inspirasi yang tak tertahankan. Sama seperti halnya saya malam ini, yang tak kunjung terlelap atau sekedar ingin merebahkan tubuh. Pikiran ini terbawa angan jauh, walau saya sendiri tak mampu menyadari sepenuhnya. Dan sebelum temans melanjutkan baca tulisan ini, sambil dengerin lagu dalam video di atas, yuk. Tulisan ini pun tercipta karena lagu yang indah ini.

"Just Is..."
Semenjak mengikuti seminar dengan tema "Nafas Damai" yang berdasarkan pada self awareness, Auk Murat network tahun lalu, kata itu kian semakin lekat di hati saya. Seolah mampu mewakili apa yang menjadi ketidaknyamanan di hati, "just is" cukup menyiratkan apa yang tak dapat terucap maupun terungkap. Ada beberapa teman yang sempat mengenal hal ini, mereka adalah Aya, Stevie dan Egy. "I hope you always on the best of health, girls." Dan bagi yang belum tau tentang pemahaman "just is", kata ini bisa menjadi sangat biasa, toh kalau diartikan dalam pemahaman Indonesia, just is bisa diartikan "sudah cukup". 

Trus, apa yang mendasari saya menuliskan semua ini? 
"Hmm...," melepaskan sesuatu yang kita cintai, tentu terasa berat ya? Tapi sadar atau tidak, terkadang Tuhan ingin kita berbesar hati dengan semua itu. Sekalipun kita terus mempertahankannya, jika yang terbaik harus dilepas, maka ikhlaslah melepasnya. Akan ada kesedihan, dan akan ada pula suatu waktu yang membuat teringat selalu pada saat memilikinya. Tapi, jika keikhlasan itu saya sandarkan penuh pada Sang Pencipta, maka yakinlah bahwa DIA akan menggantinya dengan lebih baik. Ini bukan tentang kehilangan seseorang, ini tentang bagaimana saya agar mampu lebih bijak dalam menyikapi kehidupan, terutama dalam menjalani sinergi bersama keluarga. Yang saya tahu, jika saya mampu melepasnya dengan ikhlas, maka tak perlu lagi ada ekspektasi, "right?"

Saya enggan menolak rasa ini, karena jika diri ini menolak, maka kemungkinan-kemungkinan yang tidak baik akan terus menghantui saya. "Ya, saya menerimanya." Karena just is berarti menerima segala sesuatu yang terjadi atau sedang terjadi dengan kelapangan hati. Dalam arti yang lebih khusus, ikhlas. Dan kali ini, dengan penuh pengharapan serta keyakinan akan kuasaNYA, saya memohon pada pemilik Dzat, agar ikhtiar ini dimudahkan jalannya, serta diridhoi. Saya yakin, perhitunganNYA jauh lebih detil dibandingkan perhitungan yang saya miliki. "God knows we're worth it, and  I won't give up."