January 16, 2013

Indonesia Mencari Bakat - 100 Blogger?

Masuk TV, Mauuu...

"Pernah ga, terpikirkan bisa masuk ke layar kaca televisi? Maksudnya, jadi artis gitu?"

Ya bukan gitu juga sih. Maksudnya, kalau bisa  masuk TV hanya sebatas memberikan opini atau menjadi figuran, tentu menjadi sesuatu yang baru bagi kita, bukan? Kecuali kalau sudah jadi artis, muncul di layar televisi bukanlah sesuatu yang mengejutkan lagi. Sama ketika halnya blogger mulai dilibatkan dalam dunia pertelevisian. Belum untuk menjadi pengisi acara atau pengisi program, tapi jika yang dilibatkan sekitar seratusan blogger dalam sebuah acara televisi, tentu menjadi kebanggaan tersendiri, termasuk untuk saya. Dan kali ini, hadirnya para blogger di sebuah statsiun televisi, bukan lagi hanya hadir sebagai undangan biasa, melainkan untuk bisa mengetahui sebuah proses pelaksaan acara secara live. 

Ketika Seratusan Blogger tiba di Gedung TransTV

Sabtu, 12 Januari 2012, saya dan seratusan blogger berkesempatan untuk hadir di acara "100 Blogger Nonton Bareng Indonesia Mencari Bakat" yang diselenggarakan oleh TransTV dan BlogDetik. Sebuah statsiun televisi yang kita semua tau, bahwa keberadaannya selalu menjadi trendsetter di dunia entertain. Kesempatan ini tentu tidak ingin saya sia-siakan, karena melalui salah satu jalan ini, saya bisa belajar tentang sebuah proses dari kerjasama tim demi suksesnya sebuah acara yang akan ditayangkan di televisi secara live.

Sebelum masuk studia, berfoto ria dulu di lobby
(foto : transcrew)
Tiba di gedung Transcorp sekitar pukul 14.00, di lobby sudah terlihat beberapa kawan blogger beserta tim dari TransTV dan Detikcom, siapa lagi kalau bukan Karel Anderson (*yang agak mirip Pasha Ungu itu, uhhuk). Yang berbeda dari acara ini, sejak awal kami disambut hangat oleh beberapa tim & crew yang penampilannya sangat nyaman dipandang, (Cakep-cakep maksudnya, hihihi). Ga tanggung-tanggung, mas Sulistyo Hadi - Supervisor Marketing PR TRANS TV turut menyambut kedatangan kami di lobby. 

Workshop IMB, Hangat, Menyenangkan dan Berkualitas

Setengah jam kemudian, kami memasuki sebuah ruangan di lantai 3A. Masih tentang berbicara kenyamanan timnya, menaiki lift pun kami ditemani oleh tim dari TransTV secara bergantian, dengan begitu, ga heran tiba di dalam ruangan acara suasana nampak riuh. Bukan karena suara blogger berdemonstran, melainkan ketika saya memasuki ruangan, sang MC (ah, maaf saya lupa nama MC keren itu ) sudah membuka acara. Sebelum memasuki studio untuk melakukan syuting pemutaran acara Indonesia Mencari Bakat, crew TransTV mengadakan workshop dengan blogger. Berbeda dengan workshop pada umumnya, kali ini kesan yang saya rasakan lebih santai dan ringan. Mungkin karena mereka masih muda-muda yaa? *ehhem. Jadinya, suasana yang terbentuk sangat hangat dan interaksi kami pun berjalan sangat menyenangkan. 

Acara Blogger Bicara Indonesia Mencari Bakat dibuka dengan pemutaran video profile Transcorp. Dari pemutaran video inilah, saya mengetahui  visi misi Transcorp. Dengan jajaran Board of Directornya yang kreatif, berkualitas dan ahli pada bidangnya, tak heran sejak tahun 2010 hingga tahun 2012 transcorp banyak meraih penghargaan-penghargaan dari berbagai kategori. Dan luarbiasanya lagi, transcorp lah yang memiliki sebuah studio dengan luas 900m2, dan satu-satunya terbesar di Indonesia saat ini. Wouw... keren abis. Selain itu, transcorp memiliki sebuah kekuatan terbesar dan terbukti mampu memberikan sebuah tayangan/ program yang kreatif, inovatif dan berkualitas. Apalagi kalau bukan In House Production. Sebuah tayangan yang diproduksi langsung oleh transcorp dan terbukti bisa menjadi tayangan paling digemari oleh lapisan masyarakat. Dats why, kalau usia-usia kepala 3an seperti saya, sepertinya ga bisa diterima lagi kalau ngelamar ke sana. Mereka benar-benar menjaga kualitas baik dari segi personil dan program-programnya. (*eh bukan berarti saya ga berkualitas juga lho ya :D).

Di balik IMB (Indonesia Mencari Blogger Bakat)

Setelah pemutaran video profile transcorp, kami pun diperkenalkan dengan crew Indonesia Mencari Bakat. Walau tidak satu-persatu bisa kami temui, tapi kehadiran sang produser IMB, mas Tegar sangat mewakili crew lainnya :). Dalam kesempatan ini, mas Tegar memberitahukan, bahwa acara Indonesia Mencari Bakat ini merupakan salah satu program "in house" alias asli diracik oleh transTV. Dan seperti kita tahu kapasitasnya seorang produser, tentu mas Tegar inilah menjadi orang yang sangat bertanggung jawab atas kelangsungan acara ini dengan kerjasama tim nya, agar mampu memberikan sebuah acara yang layak tayang dan bisa diterima oleh masyarakat. 

Kika : mas Tegar Bangun, Karel (detikcom), Sulistyo Hadi
Melalui sesi tanya jawab, Ari goiq aka Ari Pitax (blogger) memberikan pertanyaan yang spektakuler. Dia bertanya, "Bagaimana crew IMB memfasilitasi peserta yang masih aktif bersekolah dan memenuhi pendidikannya?" Sementara kita tahu bahwa salah satu peserta, Sandrina dari Bogor masih berusia 11 tahun dan seharusnya tetap melakukan aktifitas sekolah. Rasanya lega ketika mendengar jawaban crew IMB, bahwa untuk kepentingan pendidikan para peserta yang masih aktif bersekolah, mereka memiliki fasilitas home schooling. Hal ini tentu dikoordinasikan dahulu dengan pihak orangtua dan sekolahan yang bersangkutan. Syukurlah, ternyata crew Indonesia Mencari Bakat sangat memperhatikan soal pendidikan ini. Selain itu, mas Tegar juga mengatakan bahwa, karantina terhadap peserta masih dilakukan secara fleksibel, artinya, kapan dan siapa saja keluarganya yang ingin menjenguk, diperbolehkan untuk hadir ke tempat karantina. Tidak ada larangan mengikat. Tujuannya, agar peserta tetap memiliki semangat dan dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya. 

lalu ketika saya bertanya : "Sejauh mana crew Indonesia Mencari Bakat terlibat dalam suguhan bakat para peserta, apakah mereka dibiarkan explore sendiri penampilannya, atau ada koreografernya dari setiap bidang?" Mereka menegaskan bahwa seorang ahli sangat diperlukan untuk membantu bakat mereka semakin terasah. Untuk itu, setiap minggunya, suguhan yang mereka tampilkan tentu terbantu dengan para ahli yang mereka hadirkan, hal ini diharapkan agar para peserta mampu menjadi seorang yang profesional ke depannya.

Rasanya, waktu 1,5 jam berada dalam acara blogger bicara Indonesia Mencari Bakat dan sesi tanya jawab terasa masih kurang, pertanyaan dari blogger semakin lama semakin banyak. Sayangnya, karena waktu sudah menunjukkan persiapan untuk syuting di studio, acara blogger bicara pun disudahi dengan tantangan menulis cepat tentang acara hari itu (Blogger ko tantangannya nulis, bang? Tinggal merem aja jadi ko), *sombong wkwkkww. Sambil menunggu masuk ke studio, kami diijinkan untuk berfoto dengan para finalis Indonesia Mencari Bakat, yaitu : Street Pass Junior (dancers), Josua Pangaribuan, Abby Gallaby, Ardhy Dwiki Friananta (dancer), Sandrina Mazaya Azzahra (traditional dancer), Vina Candrawati (sand artist), Yohanna Harso (pole dancer).

Tampang serius para blogger pada saat games menulis
Bersama Yohanna, Finalis IMB (Pole Dancing) 
Bersama Ardhy, Finalis IMB (Dancer)
Foto : Olly
Siap-siap masuk studio TransTV - Indonesia mencari Bakat
Selesai bersenang-senang di workshop blogger bicara tentang Indonesia Mencari Bakat, kami pun mulai memasuki studio. Ruangan yang tampak gelap dan dingin karena AC siap menjadi saksi atas perhelatan malam itu. Ketika saya masuk, nampak Krisdayanti sedang melakukan gladi resik untuk penampilannya. Sayangnya, semua blogger harus duduk terpisah. Dan ini sangat merugikan. "Mengapa demikian?" Iya dong, ketika Omes sang pemandu acara bertanya tentang tanggapan blogger di acara IMB, yang muncul dan terekam kamera hanyalah (*lagi-lagi) Karel. Beruntung ada Fitri juga yang duduk di samping Karel. Nah, merugikan blogger lainnya kan? Jadinya ga semua blogger bisa terekam kamera TV. Wkwkkw. Sifat narsis blogger (saya) itu kan banci kamera, apalagi kamera TV. *gubrak, disorakin So'imah deh :P.

Karel, Omesh dan Fitri (foto : Crew TransTV)
Niatnya mau foto sendiri, eh ada yang langsung sadar kamera tuh
(foto : AR Mutajali)
Merasakan Ketegangan Peserta IMB


Berbeda dengan melihat penampilan mereka di layar televisi, saya pun tak bisa terhindar dari rasa tegang pada saat melihat penampilan mereka secara langsung. Bagaimana tidak, aura yang muncul ketika itu benar-benar terasa seperti aura perjuangan peserta. Sekalipun yang ditampilkan adalah sebuah hiburan, nyatanya ini memang kompetisi yang mengharuskan mereka memberikan penampilan terbaiknya. Ketegangan semakin bertambah ketika Vina Cadrawati menunjukkan kebolehannya. Kali ini Vina bukan lagi memberikan atraksinya menggambar di atas pasir, tetapi menguji keterampilan tangannya untuk memberikan sebuah gambar tokoh salah satu juri di atas papan hitam dengan berbahan dasar lem. Di akhir penampilannya, Vina menaburkan glitter emas ke dalam papan tersebut, maka terbentuklah gambar juri Titi Sjuman. Sayangnya, penampilan sesungguhnya tidak lebih baik dari penampilannya ketika ia gladi resik. Hasil gambarnya malah terlihat lebih mirip pada saat gladi resik. 

Peserta yang saya tunggu-tunggu selain Vinna, adalah Yohanna. Seorang atlet pole dancing. Jika bukan karena acara Indonesia Mencari Bakat, saya sendiri mungkin akan sangat ketinggalan sekali dengan informasi olahraga ini. Lagi-lagi, beruntung sekali saya pun bisa menikmati lenggak-lenggok Yohana di atas panggung. Kelenturan dan kekuatan ototnya, seperti membuat saya terbawa suasana yang dia berikan. Tariannya begitu indah dilihat, dan saya tidak berfikir ada unsur erotis dalam gerakan Yohanna. Bener-bener super keren.

Lalu, bagaimana dengan "si geulis" sandrina dari Bogor? Ga dipungkiri lagi, kelincahan dan keluguannya, mampu membuat Sandrina memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi gaya bicaranya yang terkesan masih seperti anak usia 5 tahunan dan logat sunda yang masih kental. Tapi, dia sangat patut diapresiasi dan mampu bersanding dengan finalis lainnya tanpa melihat usianya yang masih belia. 

Hmmm... bakalan panjang kalau saya harus kasih komentar finalis lainnya (*ih, sok jadi juri). Jadi, biarkan saja para juri Indonesia Mencari Bakat menuntaskan kerjaannya ya :). Namun, jika saya simpulkan secara keseluruhan, finalis IMB ini sangat layak dan pantas berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Siapapun pemenangnya, itulah yang terbaik diantara yang terbaik.

Kerjasama Kompak dan Hangat 

Sebuah acara tentu tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak ada kerjasama tim yang baik. Apalagi setiap isi kepala memiliki maunya masing-masing. Pada kasus umum, biasanya seorang leader akan sangat mencolok ke permukaan, dan sebagian lain menunjukkan sifat-sifat aslinya. Komunikasi yang kurang berjalan dengan baik tentu akan memicu hal-hal di luar dugaan. Tapi tidak dalam kerjasama tim dan crew Indonesia Mencari Bakat. Seperti saya tuliskan di awal, bahwa mereka begitu hangat menyambut kami. Hingga dalam pelaksaan acara live di studio, saya begitu nyaman dan sangat bisa merasakan aura kekompakan mereka. Sesuai dengan bidangnya masing-masing, para crew dengan sigap menjalankan tugasnya masing-masing. "Sedikit bicara banyak bekerja", dan kompak abis.  Yes, itulah mereka. Ten thumbs up for you all, gals :D *salam dari kami, Kumpulan Emak-emak Blogger

Emak-emak Blogger nonton bareng IMB (foto : AR Mutajali)

Testimonial

Testimonial - Indonesia mencari Bakat
(foto : Crew TransTV)
Senang sekali bisa hadir di acara 100 Blogger Nonton Bareng Indonesia Mencari Bakat. Bagi saya, ini sesuatu yang baru, dan saya sangat excited. Jika biasanya saya hanya bisa menonton acara ini melalui layar televisi, kali ini saya berkesempatan melihatnya secara langsung. Terima kasih TransTV dan BlogDetik. Selain bisa melihat proses syuting secara langsung, saya juga bisa bertemu dengan seratusan blogger. Tentu ini menjadi silaturahmi yang sangat berkesan. Karena dalam acara ini saya bisa bertemu dengan blogger-blogger yang hanya saling sapa di dunia online. Untuk itu, sebagai apresiasi terhadap undangan ini, saya sangat senang sekali membagi pengalaman ini kepada semua teman-teman blogger melalui blog pribadi saya. Semoga saja dengan begitu, teman-teman blogger dan masyarakat luas pada umumnya semakin tau bahwa Indonesia Mencari Bakat ini terlahir dari sebuah keinginan untuk dapat mengapresiasi seni dan bakat-bakat muda penerus bangsa. Bukan hanya sekedar tontonan hiburan, tapi semua ini merupakan karya yang patut dan layak diapresiasi, baik dari kreatifitas acara, kerjasama tim, dan kemampuan para peserta. Terima kasih *jempol

Begitulah kira-kira isi testimonial yang saya berikan sewaktu crew Indonesia Mencari Bakat meminta saya dan beberapa blogger menyampaikan unek-unek tentang acara hari itu. Semoga saja, silaturahmi ini terus berlanjut dan kiprah blogger semakin banyak diakui. Atau, seperti yang saya ajukan pada sesi tanya jawab. "Mungkinkah bisa dibuat program khusus Indonesia Mencari Blogger?" *Disorakin :)))

*****
NB : Sumber foto diambil dari fanpage TransTV

32 comments:

Sary said...

Dunia broadcasting itu emang seru, mak.. kalo aja jalan hidup ga membawa aku jadi ibu yang memilih tinggal di rumah dan mengurus anak, udah jadi broadcaster juga kali gue :) Tapi gak nyesel koq dgn pilihan hidup sekarang.. *lah, malah curcol hihihi..*

Honeylizious Rohani Syawaliah said...

Iriiiiiiii

IrmaSenja said...

Testimoninya makpon memang keren ^^
dukung Indonesia mencari Blogger....#loh

Noorma FMZ said...

pertamax nggak ya??

kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenn mbaakk............

Yoswa Mardhikai said...

waw,mbak Mira hebat bisa ingat secara detil kata-kata testimonial di Trans TV :D

@yankmira | Mira Sahid said...

@Sary : Maak... senasib kita ya. Walau bersekolah di Universitas bagian keguruan, cita-citaku sebenernya pengen di dunia broadcast. Ya sudah, aku pun tak menyesal. Jadi Blogger juga mulia kan?

@Honey : qiqiqiq, ayoo Ney, ke jakarta yaa kapan-kapan

@irmasenja : wkwkwkw, itu testimonial yang aku ingat, Ceu. Aslinya kayanya lebih panjang deh

@Noorma : Yes... asiiiikkk. Ma kasih ya Cantik

@Yoswa : itu aku tulis yang aku inget, Yos. Engga detil-detil amat :D. Eniwey, ma kasih yak

Adini said...

Aku liat lho mb, waktu blogger di wawancara sama omes.
Aku sempet tertegun...wahhh para blogger ternyata.

Seru tentunya, saya liat aja seru palagi di sana nya ya.

@yankmira | Mira Sahid said...

@Adini : oh yaa? nah coba kalu aku yang diwawancara yak. hhihi *ngarep. Iya seru banget, yang lebih seru bisa ketemu blogger lainnya :)

Sumarti Saelan said...

Makkkkkk, itu produser cakep amat yaakkkk....#eh #kabooorrrr hahahahaha :D

@yankmira | Mira Sahid said...

@Sumarti : beugh si emak nih. Diem2 demen juga yak, :))) *Katanya lebih cocok buat ponakan :P

cucu kakek said...

emak emang yg paling kece deh :))

Sary said...

Xixixi.. kalo aku mah pan emang sekolahnya broadcast.. nyasar tadinya mau ke studio jadi ke dapur :))

Anak Rantau said...

Wehh... Mba Mira, mlebu Tipi tho :)

Emaknya Shidqi Selma said...

mantaaap maak, enak bacanya, seakan-akan ikut dalam suasananya :)

@yankmira | Mira Sahid said...

@Cucu kakek : xixixi, emak siapa maksudnya? eniwey ma kasih sudha berkunjung ya, Cu

@Sary : oh ya mak? ko aku baru tau? *kemana aja yak

@Anak Rantau : oalah, engga, cuma di studionya doang ko :D

@Emaknya Shidqi : alhamdulillah, ma kasih ya mak :)

vheytha said...

Selamat pagi, salam silaturahmi ^^

Niar Ci Luk Baa said...

keren banget masuk tipi, hahahah :D

eehh mbak mira, kru2nya trans tv capek2 yaa :D @Salah fokus.

IMB emang wokeh bagnet :D

Haya Aliya Zaki said...

Nyesel ga ikutan. :((

nurusyainie said...

Mak, gak pakai bulu mata 'anti badai'mu, Mak? hihihi... :)

Foto ke-2 yang megang mic tuh sapa, Mak? Mas Tegar yah? Iiiiih, bener... cakep Mak :)
Yang kek gini harusnya jangan di belakang layar, depan kamera aja xixixixi... ^^

mimi RaDiAl said...

sempat nonton pas sesi tanya jawab ntuh...kirain dichan ga ekotan tuh hihi
bangga deh jd salah satu anggota KEB..udh byk aktifitas yg dikenal org byk.

btw salam sama crew Trans corp yg ganteng itu yak #pletakkkk

@yankmira | Mira Sahid said...

@Vheytha : Pagi juga, terima kasih sudha berkunjung

@Niar : wkkwkw, nah kan, apalagi aku yang dateng ke sana Niar. *digaplok suami, :)))

@Haya : ga boleh nyesel mak :D

@Nursyainie : wah, adauh dirimu sedetil itu mak? sebenernya pake itu, cuma pake nya yang daily, ga keliatan yak?

@Mimi : ekotan donk Michan. Alhamdulillah, yuk Mimi kita satukan gerakan hari ini di group :)

Lidya - Mama Cal-Vin said...

uiiiih ngiriiiii nih :)

Susi Susindra said...

WOW keren, mbak. Bacanya sambil deg-degan menunggu cerita Syahrini yang cetar membahana. hehe

Fita Chakra said...

Uhui, ngiri :)

Dyah Hapsari Fajarini said...

Baca awal sampai akhir cuma bisa bikin eenvy -_-

Kapan aku kesana? Huhu ..
pengen juga .

Gak nyangka ternyata kinerja kru IMB sebegitu kerennya, apalagi mas tegar masih muda juga #eh

btw, Mbak Mira tinggi ya :))

37 Mw said...

Nambah ilmu baca tulisanmu Mak.

Bung Penho said...

wah, kapan blogger kalimantan sperti saya ini bisa dapat kesempatan seperti ini ya...huhuhu! sedih banget indonesia timur

Mugniar said...

Waaah masuk tipiii. Sayang jauh ya mak :)

Hana Ester said...

Ahh kaka yang satu ini eksis n aktif banget, gmna cara bagi waktunya kak??

iwanresa said...

Salut buat kiprahnya yg konsisten ngeblog. Salam kenal dari saya, anak Semarang, yg tinggal di Ampah, Kab Barito Timur, Prov Kalteng

drajat said...

Boleh juga Mba usuknya...Indonesia Mencari Blogger...Keren tuh....Ane dukung deh Mba.....

Yuk Cobain said...

Kalo udah ketemu bloggernya mau diapain?

salam kenal..