February 06, 2013

Belajar dari Ketidaktahuan


Sebagai manusia yang diciptakan dengan segala kekurangannya, tentu ada banyak yang perlu kita pelajari dari sebuah proses yang bernama kehidupan. Jalan yang terlihat panjang dalam pandangan kita, walau kenyataannya tak lebih dari satu kedipan mata bagi Sang pencipta, telah menjadikan manusia dengan keunikannya masing-masing.

Layaknya gelas kosong tanpa isi, begitulah adanya kita ketika hadir di muka bumi ini. Perlahan setitik demi setitik air mulai dituangkan ke dalam gelas. Walau ada sebagian orang yang memilih untuk menuangkannya secara langsung, tanpa peduli gelas itu sudah terlalu penuh. Itulah manusia, mereka memilih caranya masing-masing, termasuk ketika melewati kisah demi kisah dalam menapaki ruas jalanan yang seolah tak berujung.

Hidup, selalu menawarkan kesempatan, harapan dan impian. Termasuk ketika di dalamnya ada banyak kerikil yang harus kita lalui. Tak jarang dari kita akan tersandung, dan banyak pula yang akhirnya masuk ke dalam lubang yang sama. Inikah hasil atas cara yang mereka pilih? Tentu. Seperti hukum tanam-tuai (the law of harvest), siapapun akan mendapatkan apa yang telah ia tanam. 

Aku tahu, bahwa selama nafas ini terhembus dari rongga dada, maka disitulah partikel kehidupan akan selalu tertata dengan bijak. Tatkala sandungan demi sandungan menghampiriku,  seringkali aku harus menghela nafas dengan sangat panjang untuk sekedar memahami apa yang menjadi resahku. Terkadang, aku mampu memilahnya secara bijak, tapi sebagai manusia biasa, aku pun tak luput dari carut marut amarahku sendiri. "Hmmm.... lelah rasanya jika aku semakin membuka piluku."

Aku menyadari, beberapa hal di dunia ini amat sulit bahkan sangat mustahil untuk disembunyikan. Seperti katamu, "aku adalah si kuat yang lemah." Tapi, tahukah kau?, aku bahkan kamu, mampu menjadi semakin kuat ketika kita menyadari ketidaktahuan kita, dan merubahnya sebagai sebuah momentum untuk memperbesar langkah kita. Adapun sebelumnya kita tertatih dan terjatuh, ketidaktahuanlah yang memberikan kita kekuatan. Aku menjadi seorang pembelajar hidup melalui ketidaktahuanku. Dan aku semakin mencari tahu bagaimana sebuah proses menghantarkanku pada sebuah imaji yang terindah, yang terukir dalam sebuah sudut yang bernama hati. 

Just is...
Berdamailah dengan hatimu. Terimalah apa-apa yang menjadi resahmu sebagai cambuk atas pilihanmu. Begitupun aku. Selayaknya menata kembali partikel yang tercerai berai, menjadikannya sebuah puzzle kehidupan yang terpasang indah di sudut dinding kehidupan. Sambutlah masa-masa ketidaktahuanmu dengan lebih bijak, karena "Tak ada Dekar yang Tak Bulus."

image by google

21 comments:

Ririe Khayan said...

"aku berusaha jadi pembelajar hdup...belajar dar ketidaktahuan dan berproses dengan kerendahan hati...aku tak ingin mengira, seperti apa akhir semua ini, aku hanya akan berusaha sebaik-baiknya, agar setiap momentum berhias kerberkahan"

#ikutan puitis ahhh

Niken Kusumowardhani said...

Dengan menyadari ketidaktauan kita, selalu ada keinginan untuk belajar ya mbak Mira...
Nice posting. Inspiratif mbak...

RZ Hakim said...

Saya suka catatan ini, sangat sangat inspiratif..!

Mira Sahid said...

@Ririe : peluuuk, aku suka dengan paragraf itu, seolah melengkapi tulisanku, ma kasih ya

@Niken : betul Bun. Semoga kita senantiasa belajar dan belajar ya, ma kasih

@RZ Hakim : Alhamdulillah, ma kasih :)

Astin Astanti said...

dari ketidaktahuan itulah irama kehidupan yang sepenuhnya berisi pembelajaran agar kita mengerti, buka mata, buka telinga dan bukalah hati untuk mengubah ketidaktahuan kita menjadi indah...

Mak Mira, bagus banget, ihc selalu deh baca postingannya mak Mira selalu "yok ayooo...semangat"

Astin Astanti said...

Nice post

dengan ketidaktahuan hidup ini menjadi berirama dengan nafas bumi karena hidup adalah pembelajaran, pembelajaran dari ketidaktahuan ini menjadi ngeh' dengan buka mata,telinga, hati dan pikiran.

kalau baca postingannya mak Mira sll bikin hati...nah begitu kan? *perlu banyak belajar banget ttg hidup aku ini

sri sugiarti said...

iya mak...kadang kita merasa juga lelah dengan hati yang digelayuti rasa bersalah akan sesuatu yang pernah kita lakukan, mungkin caranya ikhlas dan menerima aja kali ya mak semuanya dan jadikan pelajaran berharga ya mak...jangan di jadikan sebuah keterpurukan...mudah2an bisa....

Mira Sahid said...

@Astin : betul banget mak, membuka mata, hati dan telinga serta pikiran memudahkan kita belajar dario ketidaktahuan itu. Ma kasih ya, semangat trosss

@Sri Sugiarti : Yup, Insya Allah dengan cara itu juga membantu mak, semangaat

alaika abdullah said...

sebuah renungan yang indah dan penuh pembelajaran mak...makin mantab aja nih pilihan kata-katanya.... kereeen! Honestly, better and much-much better everyday.
Keep writing and you will find out who you are! :) #English version of your motto tuh mak! :D

Ria Tumimomor said...

postingannya dualemmm... *langsung mojok ikut merenung*

rina said...

ga tahan deh kalo mba Mir udah nulis... daleeem maknanya... jadi bikin mikir....

PelanconMalas said...

baru tau tampilan blog bunda mira keren ginih .. *oot

wijaya kusumah said...

Teruslah belajar agar yg tidak tahu menjadi tahu. Teruslah berbagi agar engkau tak merugi

salam
Omjay

IrmaSenja said...

Sikuat yang lemah,...aku kenal kalimat ini ;)
Kadang seseorg yg berteriak " aku kuat...aku tegar " belum tentu seperti apa yg kita dengar. Bisa jadi dia berteriak karena sebenarnya dia takut dan lemah.

Inspiratif mba,trima ksh catatannya. Lebih baik mengakui ketidak tahuan kita bukan ? lalu mencari tahu. Dari pada mengakui kita tahu tapi kita tersesat arah ;)

*kiss

Obat Herbal Kanker Payudara said...

nice post
salam kenal

Triple Six said...

Saya suka dg kalimat ini... Hidup, selalu menawarkan kesempatan, harapan dan impian...
Benar. Itulah yg membuat hidup ini tetap menarik walau terkadang banyak onak duri didalamnya.

Salam,

Anggie...mamAthar said...

Selalu suka ma postingan mb Mira... Bahasa nya byk yg tersirat tapi pas bgt... Ajarin dong mb....

Ahmad Fauzan said...


Wih! Pribahasanya "Tak ada dekar yang tak bulus". Pasti jarang yang tau tuh bahkan baru denger peribahasa itu. Termasuk aku. Hehehe! Baru buka KBBI dan langsung ketemu :D

Ada lomba / giveaway nih. Ikutan yuk!

http://deidesuriya.blogspot.com/2013/01/lomba-baca-puisi

Lidya - Mama Cal-Vin said...

dari ketidaktahuan berusaha untuk bealjar menjadi tahu itu baru top ya

Penghuni 60 said...

bukankah dlm hidup kita ini, selalu dipenuhi dengan "belajar"
sedari terlahir di dunia, sampe saat kita srg, pasti gak akan lepas dari yg namanya belajar.

Mira Sahid said...

@Alaika : Alhamdulillah, ma kasih mak.

@Ria : wkwwkk, jangan sambil nyirih ya mak

@Rina : aw aw aw, Bunda bisa aja :D

@PelanconMalas : kemana aja kakaaaa?

@Wijaya : mantap Om Jay, terima kasih

@IrmaSenja : Setuju, and You know laah :))

@Obat herbal : Ma kasih, salam kenal juga

@Triple Six : Yes, semangat terus yaa

@Anggie : Hihih, kalau lg dpt moodnya bisa mak, kl lg ga ada yaa standar juga :D

@Ahmad : Okesip, Insya Allah. Ma kasih ya

@Lidya : rite mak, tengkyu :)

@Penghuni 60 : Betul, sayangnya sebagai manusia terkadang kita lupa bahwa setiap sandungan itu adalah sebuah pembelajaran hidup yang tak ternilai, ma kasih :)