February 02, 2013

Bersahabat dengan Noda


Bayangkan, jika sebuah kain sutra lembut berwarna putih tiba-tiba terkena tumpahan air kopi. Apa yang  kamu fikirkan? Atau, bayangkan jika sucinya mahligai rumah tangga ternodai dengan kisah pilu yang menyayat hati. Apa yang kamu rasakan?

Kedua perumpamaan itulah yang akan saya sharing kali ini, ketika sebuah noda mulai hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Tentu akan banyak makna, akan banyak pengalaman dari setiap noda yang kita terima. Sanggupkah kita menerimanya sebagai sebuah pembelajaran hidup, lalu bersahabat dengannya?

Foto kanan sumber : di sini
Kamis, 31 Januari 2013 lalu, saya bersama Kumpulan Emak Blogger hadir di acara peluncuran buku Fira Basuki, "Cerita di Balik Noda", bertempat di restoran Kembang Goela - Jakarta Pusat. Sebelum hari pelaksanaan, undangan melalui dapur KEB sudah masuk jauh-jauh hari. Itulah sebabnya, banyak yang tertarik dan ingin hadir di acara ini. Yang tadinya mas Benny (Prodigy) hanya meminta perwakilan maksimal 10 orang, saya terpaksa minta kuota tambahan. Dan alhamdulillah, dari 15 yang terdaftar, 99% hadir semua.

Berhubung KEB sendiri sering mendapatkan undangan launching, maka saya pun tidak berharap terlalu jauh dalam acara ini. Yah, dateng, register, launching, makan, pulang (bawa goody bag) deh. Dan betul, hal serupa saya dapatkan di acara ini. Sayangnya, kali ini saya sedikit meleset tentang kelancaran dan konsep acaranya. Karena ternyata, banyak kesan yang saya dapat di sini.

Memasuki restoran Kembang Goela yang tampilannya sederhana dari luar, sempat membuat saya ragu tentang suasana di dalam. Namun kesederhanaan itu akhirnya terpatahkan ketika saya memasuki ruangannya. Suasana sudah ramai, namu tetap nyaman, hangat dan menyenangkan, saya rasakan betul di dalamnya. Apakah ini karena energi dari orang-orang di dalamnya positif semua? Saya selalu meyakini itu. Nampak wajah-wajah cantik dari EO menyambut kami dengan ramah. Di sebelah kanan pintu masuk, ada beberapa anak kecil yang sedang bermain gundu dan congklak dengan mengenakan kaos putih. Lalu sebelah kiri pintu masuk, ada wall of fame berisi cap tangan para tamu undangan (kayanya tamu ditantang nih, berani kotor ga, tangannya?). Saya sendiri sih memilih ambil spidol dan menuliskan sedikit quote di situ. *Bukan ga mau kotor-kotoran, kan memang dikasih 2 pilihan, hihihi, ngeles.

Sekitar pukul 10 pagi, acara pun dimulai. Backsound suara MC di salah satu sudut terdengar membuka acara. Suaranya sangat familiar di telinga. Dan ternyata, Irma yang duduk di sebelahku lebih mengenal suara tersebut. Yup, itu suara Alvin yang suka muncul di acara "Just Alvin", katanya.

Sitok Srengenge (foto : Fita Chakra)
Lalu muncul seorang pria dengan pakaian cukup nyentrik (di usianya), berjalan menuju panggung. Entah apa yang beliau akan lakukan. Oh, ternyata beliau akan membacakan salah satu cerita yang ada dalam kumpulan kisah inspiratif buku cerita di balik noda. Judul yang dibawakan adalah "Tak Jadi". Kalau secara keseluruhan, saya sih menyimpulkan cerita itu, cerita yang banyak ditemui dan dialami oleh pasangan suami istri. Dimana seorang suami melakukan perselingkuhan, akhirnya istrinya tau, marah besar, karena anak mereka, akhirnya mereka rujuk kembali. Yang menjadi beda dari cerita ini adalah ketika Sitok Srengenge, seorang seniman teater membacakan cerita itu dengan penghayatan dan ekspresi yang di atas rata-rata. Saya berani katakan itu, karena saya jamin semua undangan yang hadir di sana pasti tersentuh dengan isi cerita tersebut. Lah, saya aja udah ngembeng ko :). Keren banget pokoknya.

Selesai mas Sitok membacakan cerita "Tak Jadi", Alvin (MC) pun memasuki panggung dan membuka acara. Fira Basuki dengan gaun berbahan sutra warna putih tulang nampak cantik dengan sentuhan kalung dan bando berwarna gold.

Foto : Fita Chakra
Dalam workshop dan peluncuran buku ini, tema "Noda" menjadi sasaran utama bagi Fira sendiri dan juga bagi sebuah brand sabun cuci yang selama ini mendukungnya, yaitu Rinso. Keduanya percaya bahwa dalam setiap "noda" terdapat nilai penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Sementara Rinso mengajak orangtua untuk memberikan anak-anak kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas mereka melalui eksplorasi dan membiarkan mereka merasakan masa kanak-kanak dengan leluasa meskipun jika harus membuat pakaian mereka menjadi kotor, di lain sisi, Fira pun ingin menyadarkan para orangtua bahwa anak-anak adalah sumber kebijaksanaan hidup yang tak pernah kering jika kita mau melihatnya dengan cinta.

Nah, buku Cerita di Balik Noda inilah sebagai salah satu media bacaan untuk orangtua, khususnya ibu, agar mampu melihat lebih dalam lagi tentang pandangan sebuah noda, sebagai hal-hal yang akan menjadi acuan kebijakan kita dalam menentukan langkah. Tak selamanya noda (kotoran) itu akan merugikan kita atau membuat anak sakit, dan tak selamanya noda kehiduapn yang mampir dalam kehidupan kita sebagai pemutus gerak langkah kita. Selayaknya hal tersebut mampu menjadi inspirasi dan dapat lebih banyak memberikan hikmah yang lebih positif untuk pembacanya. Dengan begitu, kita akan bisa bersahabat dengan noda.

"Well, nampak seru kan?". Beli deh bukunya, harganya sangat terjangkau, ko.

Semakin siang, saya pribadi mendapatkan banyak pelajaran dari acara ini, karena Ibu Sani B Hermawan, seorang psikolog mampu memberikan tambahan mengenai sisi positif dari sebuah noda, khususnya bagi anak-anak. Lengkap, gelas kosong saya mulai terisi lagi di acara itu :D.

Selanjutnya apa?
Ada doorprize dan games. Nah, untuk games yang menang tentu dari KEB, hihihi, *langganan. Tapi sayangnya, tiap kali doorprize, yang menang selalu para jurnalis itu yaa? *ah, semoga memang tidak ada niat membeda-bedakan kasta blogger dengan mereka.

Acara selesai, dilanjut dengan makan siang. "Percaya ga?," nampaknya semua undangan di situ ga ada yang kelaperan deh, soalnya setiap makanan yang satu habis, pelayannya dengan sigap mengganti lagi dengan yang baru, daaan... makanannya enak-enak semua, bo :D

Suasana ruangan makan - foto : Nunik Utami

Merasa cukup kenyang, saya pun beramah tamah dengan beberapa tamu undangan di sana (termasuk ngobrol sebentar dengan mas Benny). Dan alhamdulillah, di acara ini ada beberapa wajah baru dari KEB yang ikut kopdar. Aaaak, senangnya, engga 4L (Lo Lagi Lo Lagi) :P.

KEB bersama mba Silly (Blood for life) - foto : Winda K

15 comments:

zaffara said...

#Ngikik baca 4L-nya (Lo Lagi Lo Lagi) :D

Kapan ya bisa kopdar sm mb Mira heheh

Mami Zidane said...

duh..jadi makin penasaran sama buku cerita di balik noda nih mbak...:)

acaranya keren mbak...kapan ya bisa ikutan..:P

alaika abdullah said...

ciamik ulasannya Mir! Jadi pengen beli bukunya deh. Eh iya, ntar novelku direview juga dunk....biar laris manis. #Jangan balas dengan "wani piro" lho Mir! Haahahaha

Honeylizious Rohani Syawaliah said...

duh seru banget banyak acara yang diikutin :D

Benny Nanda said...

terima kasih blogpostnya yaahh.. semoga temen2 KEB yang lain juga jadi semangat nulis reportase blog juga. tapi kenapaa itu di foto paling bawah muka saya ngga kelihataaaaaannn.. :(

37 Mw said...

Noda berarti banyak ya mak Mir? Andai semua bisa dicuci dengan Rinso.

obat hepatitis b tradisional said...

judulnya kayak iklan rinso ya, hihihi :p

Mira Sahid said...

@Zaffara : hihihi, ya gitu deh. Iya, semoga kita diberikan waktunya ya sama yang di Atas, amiin

@Mami Zidane : Iya, aku juga sudah kangen padamu, semoga bisa berjodoh ya waktnya

@Alaika : MA kasih mak Al. Insya Allah, pasti aku review novelnya

@Honey : iyaa, memperpanjang silaturahmi, mak

@Benny : wkwkkwwk, yah mohon dimaklum, emak2 nih kalau udah ada kamera jadi kalap, ga peduli kita yg udah siap ngejejer :D

Bung Penho said...

sepakat banget mbak. Memang tidak selamanya setitik noda menjadikan sebuah kerugian. hadirnya noda memberi warna bahwa didalam terang pasti ada gelap. tinggal bagaimana menyikapi kehadiran gelap itu sebagai sesuatu yang memberikan motivasi dan inspirasi.
sorry lama gak nonggol disini hehehe..!
btw, saya ada nonton berita tentang terbitnya buku ini di televisi. tapi ya itu, hidup dikampung memang hnya sebatas melihat dari layar kaca saja.

Mira Sahid said...

@Bung Penho : Hihihi, sabar yaa. Yang penting masih bisa update via online dan tetap menjalin silaturahmi :D

Niken Kusumowardhani said...

kemaren menyimak janjiannya di bbm grup... ternyata seru ya acaranya...

covalimawati said...

baca ulasan ini jd pengen beli bukunya. Kmrn dah sempet lirik-lirik di gramedia.. hehe

Yudhi Khairi said...

Assalamu'alaikum.. berkunjung dan silaturahim ke rumah yg soft ini :)

Semoga bisa berkunjung kembali dan mendapatkan byk inspirasi dan motivasi2 dsni.

Mira Sahid said...

@Niken ; Iya bun, seru banget. makanannya juga seru :)))

@Covalimawati : yup, yuk buruan beli ya mak

@Yudhi : Waalaikum salam Yudhi. Ma kasih sudah berkunjung ke sini ya, Insya Allah nanti saya mampir juga :)

IrmaSenja said...

Senasib kita mas Benny, muka saya juga gak keliatan *_*