February 08, 2013

Gayaku, Gayamu "Woii..."


"Bahasamu, ya gayamu. Bahasaku ya, gayaku"

Begitulah saya menempatkan aura positif ke dalam penerimaan saya terhadap sesuatu yang kurang nyaman ketika sedang berdialog dengan teman.

Bukan hal yang perlu saya permasalahkan sebetulnya ketika seseorang menyapa saya baik melalui online di social media, bbm, sms, maupun chat di dunia maya dengan gaya khas masing-masing, karena tentunya kita semua memiliki kebiasaan dan karakter sendiri-sendiri dalam mengaplikasikannya. Tapi lain ceritanya ketika kebiasaan itu justru belum pas dengan kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Memanggil dengan nama tertentu secara umum (misal "mak" atau "say"), atau sekedar simbol "Buzz" di YM, "Ping" di BBM, adalah salah satu gaya yang telah disediakan oleh pemilik fasilitas. "Lalu, apa sih yang menjadi masalahmu, Mir?"

*Senyumsimpuldulu

Jadi gini, saya memiliki beberapa teman dan sahabat yang dekat dengan saya. Tentu bahasa kami pun sudah melebur satu sama lain. Tak jarang candaan dan gelak tawa serta keluh kesah mengiringi pembicaraan kami. Terkadang, tanpa diduga, kami bisa saling merasakan energi yang kami rasakan saat itu. Hanya saja, lagi-lagi ini soal kebiasaan aja ko. Saya ini ga terbiasa mendengar sapaan melalui kata atau tulisan "Woii", rasanya seperti maling yang sedang dikejar-kejar. Saya ga mau munafik, mungkin dalam beberapa percakapan saya dengan teman atau sahabat, saya pun pernah melontarkan kata itu, tapi bukan untuk awal sapaan. Semoga saya sendiri ga khilaf, kalau khilaf, maka tegurlah saya. Dan saya menyesalkan panggilan "woi" itu justru keluar dari beberapa teman yang termasuk dekat dengan saya. yang pertama terjadi beberapa waktu lalu, dan kedua kemarin. Berasa rendah banget deh :(.

"Lho, terus kenapa ga bilang langsung aja sama yang bersangkutan?"

Beginilah sisi lain saya. Ada saat-saat saya bisa mengungkapkan apa yang menjadi ketidaknyamanan saya, tapi di sisi lain saya lebih memilih untuk diam. Apalagi kemarin saya sedang dalam kondisi yang ga nyaman alias gelisah karena mendengar kabar bahwa suami saya dirawat di RS, di Papua sana. Praktis telpon dan beberapa BBM belum sempat saya jawab (mohon maaf ya). Semoga saja tulisan ini bisa mewakili apa yang saya rasa. Jika pun teman saya membacanya, mohon maaf jika kurang berkenan. Tapi saya ga marah ko, hanya waktunya kurang pas aja.

22 comments:

Anggie...mamAthar said...

Semoga suaminya cepet sembuh ya mb... Kl masalah bahasa tertulis, aku pun sependapat mb... Lebih tergantung mood saat membacanya..

Ina Rakhmawati said...

Masya Allah...suaminya mak dirawat di RS di Papua?? Jauhnya.... :-(

Semoga lekas sembuh yaaaa
amien ya rabb!

hmm mak ...klo gak ngerasa nyaman dgn ucapan "woi" itu ..bagusnya emg disampaikan ke teman dekat itu..supaya dia paham :)


http://www.inarakhmawati.com/2012/12/ohitu-sudah-kewajiban-orang-tua.html

Nchie Hanie said...

Okd Mak..
kalo aku sih nyapa manggil Maaaaak !!
tapi tolong ingetin juga kalo aku manggil wooi ya :D

btw moga cepet sembuh ya suaminya..

Mira Sahid said...

@Anggie : amin, ma kasih ya mak. Iyaa, ini hanya mood akunnya aja yg lg ga pas

@Ina : Amiin, ma kasih Ina. Gpp, saya juga ga marah ko ama dia

@nchie : Iya, kalau "Maak" emang sapaan kita di KEB yak. Amin, ma kasih doanya ya

Bung Penho said...

manusia memang memiliki sifat yang berbeda-beda. kadang melalui media seperti ini ada yang kurang begitu tahu tentang masalah ini. tetapi inilah sisi seseorang. bagi saya dalam dunia seperti ini ada pengecualian. tetapi jujur saja, pada dasarnya saya dipanggil apapun, nyaman atau tidaknya, saya akan legowo (kata orang jawa yg sering saya dengar hehehe..) karena memang sifat saya yg tidak suka ambil pusing untuk sesuatu yang bikin pusing. hehehe..!
salut untuk mbak Mira, lebih baik mengatakan sesuatu dari pada tidak sama sekali. Kejujuran dalam dunia jejaring social seperti ini perlu juga adanya.
salam blogger!

Lidya - Mama Cal-Vin said...

kemarin aku gak bbman sama mira berarti bukan aku kan ya :)
semoga suaminya lekas sembuh ya? mau kesana mir?

Mira Sahid said...

@Bung Penho : iya, seperti aku bilang di postinga, ini sebetulnya ga perlu aku persoalkan. Tapi inilah sisi dari seorang wanita yang disaat2 tertentu hati lebih dominan. Ma kasih ya

@Lidya : wkwkwk, bukan teeh. Ada temenku tuh, dan dia tau ko aku ga nyaman dengan panggilan ini.

anazkia said...

Semoga suaminya lekas sembuh yah, Mbak :)

covalimawati said...

aku sih sependapat ama mak mira. Kata "woi" itu emang terasa kurang sopan, krn kesannya meneriaki. Sedekat apapun dgn kita. Apa susahnya sih ngasih panggilan yg baik dan menyenangkan, syukur2 bisa menenangkan. Bukan begitu cinta..? #eeaaaa.. :D

myra anastasia said...

semoga hubbynya cpt sembuh ya mak..

kl sy utk di dunia maya, batasan sy bertoleransi lebih besar mak.. Krn bahasa tulisan itu lebih gampang terjadi salah paham.. Selama tdk berkata kasar, sy masih mencoba utk toleransi.. Bahasa kasar yg sy maksud tetu aja yg mnrt mayoritas itu kasar ya mak.. Gak perlu sy sebut lah disini model kata kasarnya.. Hehe..

Krn pernah ada pengalaman juga, seorang teman blg kalo dia gak suka ada org menggunakan kata "saya". Mnrtnya itu kasar.. Kata "Aku" itu lebih sopan.. Tp sy coba memahami saja..

Trus ada juga temen (perempuan) yg bilang dia gak suka dengan kata2 "say" termasuk ke temen perempuan.. Alasan dia masa' sesama perempuan ngomong "say"

Sy juga mencoba memahami aja.. Karena itu hak dia.. Sama lah kayak mak mira gak suka kata Woii.. Biasanya kalo sy tau seseorang gak suka dengan kata ini-itu saya coba ingat-ingat aja, supaya jangan sp kita bikin org tsb gak nyaman ngobrol sama kita... :)

siti nurjanah said...

semoga suaminya lekas sembuh Mbak,,,,

Mungkin orangnya lagi ga sadar kali ngomong begitu...
hehehe . . .

RZ Hakim said...

Turut mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan suami Mbak.

Istiadzah Rohyati said...

siip, mak! ntar aku nyapa di bbm ga pake "woi" lagi deh,, lho?? :D
semoga suaminya cepat sehat ya, mak :)

Niar Ci Luk Baa said...

niar panggilnya tetep mbak lho walaupun udah pnya anak 2 gede2, tapi ndak jarang panggill makmin kece :D

semoga cepet sembuh buat suaminya yaa mbak mira :D

Rurumahku said...

semoga suami mba Mira cepet sembuh ya mba...
ngomongin masalah oiii aduh kena nih daku... ada satu temen yg emang aku biasa jawab sapaannya oiii, nyapanya sih sayyy, or cinnn tapi jawabannya selalunya oiii. Besok diganti ah, thank you ya sharingnya, ga kepikiran sampe sana hihihih

Pakde Cholik said...

Dunai nyata memang beda dengan dunia nyata dalam hal lagak dan gaya. Namun demikian seyogyanya tetap ada tepo slironya karena di dunia maya kita tak tak mengetahui berhadapan dengan siapa.

Etika umum yang berlaku di Indonesia, yang muda menghormati yang tua, yang tua ngemong yang muda.

Sayapun terbiasa memanggil dengan sebutan" mas,mbak,bunda, jeng,say, sayang. Sepanjang ingatan saya belum pernah menyebut "Woii"

Sayapun agak kurang sreg jika ada bayi imut yang membuat status " Jika kalian ingin tahu soal kamus gaul, kunjungi,follow dan komen di blog ya"

Wah...kok lagaknya kayaknya komandan pasukan kepada anakbuahnya yaaa...
Tapi ya begitulah adanya.

Salam hangat dari Surabaya

Ria Tumimomor said...

semoga suaminya cepet sembuh. mungkin jg krn lg kepikiran jadi mempengaruhi mood pas membaca panggilan tsb yah

rina said...

doaku semoga segera diberi kesembuhan buat suamimu ya mba mir.....

Ceritaeka said...

Tiap orang beda-beda ya Mak Mira. Aku kalao dipanggil woi sama orang asing atau temen biasa juga gak suka. Tapi kalau temen deket malah biasa aja.

Mendoakan semoga suaminya lekas sehat ya mbak :)

Titi Esti said...

hihi.. klo lagi pms kita suka lebih sensi ya maak, terlebih memang kita jg lagi ada beban pikiran.
Tapi salut sama MakPon,lgs disampaikan sama ybs. klo aku kadang nrimo aja perlakuan teman teman :)*

emy echa said...

Cepet sembuh ya mak mira swaminya * peluk
Kata woi dalam pertama membuka pembicaraan emg kdg kurang sreg...

Sumarti Saelan said...

ingatkan juga mak kalo lupa hehehe :D untuk suaminya, semoga lekas sembuh :)