February 18, 2013

Hai Suami...


Pagi ini, tiba-tiba begitu banyak inspirasi yang ingin diungkapkan. Ini bukan tentang aku, meskipun sebagiannya aku rasakan. Ini adalah tentang rasa seorang perempuan, istri dan juga ibu, yang telah merelakan dirinya untuk menjadi pengabdi cinta bagi keluarganya, suami dan anak-anaknya. Ya, kalian semua yang menginspirasi tulisanku pagi ini, wahai perempuan.

Gambar : google
Tak banyak yang dapat terucap dari seorang perempuan, apalagi ketika ia telah berstatus istri atau ibu. Nalurinya akan selalu membawa ia pada sebuah rasa yang tulus, ingin selau memberi tanpa imbalan yang berlebihan, tapi tahukah kalian para suami? Tak jarang, jeritan hati mereka terdengar begitu sunyi di hadapanmu, bahkan nyaris tak terdengar. Karena apa? Karena mereka begitu mengerti apa yang harus mereka lakukan tanpa perlu berurai airmata di depanmu. Mereka hanya mengerti tentang sebuah kata, "give, and giving."

Hai Suami...
Dalam wajah yang kini mulai terlihat keriput sedikit demi sedikit, ataupun fisik yang mulai kelelahan, ingin rasanya diri ini tetap menerima belaianmu dengan rasa yang sama ketika kau membelaiku pertama kalinya, jangan pernah hilangkan kebiasaanmu untuk selalu mengecup keningku saat kau hendak melangkahkan kakimu untuk menunaikan kewajibanmu mencari nafkah. Walau selama 24 jam melayanimu dan anak-anak, hati ini akan selalu nyaman dan tentram ketika melihat sapaan sayangmu melalui SMS atau BBM, atau sekedar pujianmu pada masakanku yang tidak terlalu istimewa. Tahukah kau? Itulah kebahagiaan yang indah. 

Suami..
Menghadapi tingkah anak-anak dengan segala keunikannya, tak jarang membuat raga dan rasa ini kehilangan kendali. Ingin rasanya saat itu juga menjerit dan melampiaskan semuanya. Tapi apa yang bisa dilakukan selain tetap mendampingi mereka setiap saat? Memberinya kasih sayang, membantu mereka memenuhi segala kebutuhan makan dan sekolahnya. Belum lagi menemaninya untuk mengerjakan PR dan bermain. Saat raga ini mulai mengharapkan haknya, masih ada kewajiban lain yang harus dipenuhi ketika menyambutmu pulang dari kantor. Cukup sampai di situ? Belum suami. Saat kau dan anak-anak terlelap di malam hari, raga ini selalu terbangun untuk menunaikan kewajiban lain, menyetrika ataupun menyelesaikan tugas-tugas tertunda di siang hari. Bolehkan istri mengeluh? Ya, kami mengeluh. Tapi bukan padamu, suami. Di balik keluhan yang terucap, selalu teriring doa dalam sujud di pergantian malam menjelang pagi.

Suami...
Harus disadari, sebagai seorang istri, keinginan untuk menuntut ini itu tetaplah ada. Dan tak perlulah ada kemunafikan untuk semua itu. Tapi mohon maklumilah, karena perempuan adalah penyuka keindahan. Namun tahukah kamu, suami? Ketika semua itu belum terpenuhi, alam bawah sadar ini cukup membawa diri ini pada sebuah pemikiran akan penerimaan yang sangat ikhlas. Jika ada ucapan atau perkataan yang terlihat penuh penyesalan, percayalah... itu bukan yang sebenarnya. Memang, mimpi besar itu selalu ada, dan tak bisa dipungkiri, harapan untuk memenuhi itu semua masih tertuju lewat dirimu. Tapi yakinlah bahwa doa-doa yang selalu dipanjatkan di setiap sudut malam, adalah salah satu jembatan yang membantu terwujudnya mimpi bersama. Untuk itu, janganlah pernah kau menganggap apa yang kau berikan adalah murni dari keringatmu, karena di balik itu semua, selalu ada doa yang mengiringi langkahmu, di sebuah tempat yang bernama, rumah.

Suami...
Percaya atau tidak, mitos tentangmu akan peralihan masa puber bisa nyata adanya. Ada saatnya kau tak mampu membendung rasa lain yang hadir dalam hatimu, dan itu bukan lagi untuk istrimu. Jikalau hal itu terjadi, siapakah yang patut dipersalahkan? Haruskah semuanya diakhiri dengan perpisahan? Ah... tentu, setiap istri harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Termasuk ketika keduanya lengah, hingga hadirnya orang ketiga dalam biduk rumah tangga. Sedih, sakit, marah? Tentu. Istri dengan segala kelembutannya, jika dihadapkan pada situasi seperti ini, biarkanlah ia ungkapkan semuanya di depanmu, berikan ruang bicara yang leluasa dan rendahkan sedikit hatimu untuk mendengar. Karena setelah itu, istri akan kembali memelukmu, membelaimu, mendoakanmu, bahkan lebih mencintaimu dari sebelumnya. Dan luarbiasanya, sekalipun sulit untuk melupakan, rasa tulus itu tetap bersemayam indah dalam hatinya. Mereka akan terus memberi dan memberi. Mengertikah kau sejauh itu, suami?

Suami...
Sedih dan bingung ketika ada suatu waktu melihatmu tak berdaya karena kelelahan. Ingin rasanya menggantikan posisimu yang meraung karena sakit. Nyatanya, kaupun manusia biasa dengan segala keterbatasan. Sebagian istri, akan memperhatikan dengan sepenuh hatinya dengan berada terus di dekatmu. Tapi sebagian lagi, mereka harus ekstra keras menunaikan kewajiban untuk membantumu mencari nafkah sambil tetap merawatmu. Tapi janganlah kau berpikir mereka tak memperhatikanmu. Di sela-sela kesibukannya di luar rumah, rasa cemas dan resah mengiringi langkah mereka. Hanya perlu kau tahu saja, mereka yang tidak bekerja kantoran atau yang bekerja kantoran, selalu menyelipkan doa tulus dalam setiap nafasnya, tak terbatas. Selalu, dan selalu untuk suami beserta anak-anaknya. Bahkan, kaupun tak perlu repot mengurus istrimu yang meraung karena kesakitan menjelang haid bulanan, atau sedikit demam dan penat karena kecapean. Sadar atau tidak, seorang istri mampu merawat dirinya sendiri dengan kekuatan cinta yang ada dalam dirinya. Mereka lebih memilih untuk selalu tersenyum dan tetap melayanimu, sekalipun sakit fisik yang tak tertahankan. Apakah kau tau itu, suami?

Ini adalah sekilas bentuk doa dan ungkapan sayang yang mungkin saja ingin diungkapkan oleh para istri. Entah darimana sumbernya, tapi tak ada salahnya aku membaginya di sini ya.

Kepada suamiku
aku ingin mencintaimu dengan indah
Seperti indahnya taman surga
Kepada suamiku
Aku ingin mencintaimu dengan lembut
Selembut sutra dan tetesan air mata
Kepada suamiku
Aku ingin melihatmu dengan tenang
Setenang mentari dan sinar pagi
Kepada suamiku
Aku menyayangimu
Seperti sayangnya kau terhadapku

Suami, oh suami...
Engkau selalu dipuja, didoakan dan selalu mendapat tempat yang layak di hati istri.
Sayangilah istrimu, isilah tangki cintanya dengan segala rasa yang kalian miliki.
Tulisan ini untuk semua sahabat perempuanku, semoga bermanfaat.

49 comments:

IrmaSenja said...

tulisanmu kali ini membuat tempe gorengku gosong mak, keasyikan baca...*_*

" Suamiku,...maukah kau baca tulisan shbtku ini ? " ngomong sama HP.

Mira Sahid said...

@Irmasenja : wkwkwkw, dan akupun keasikan ampe lupa mandi. Tring, aku kirimkan tulisan ini untuk para suami :)))

Mayya said...

Huhuhu...pas banget aku lagi galau ini mbak :')

Wahai suami, tolong dibaca yah...

Nchie Hanie said...

Hiks..hiks..
mendadak jadi melow niy Mak..!!
tak terasa mataku berkaca-kacaa..
Tidaaakkk..!!#ga boleh cengeng

Makasih ya atas tulisannya yang indah ini Mak
Semoga para suami membacanya dan mengerti akan jeritan hati seorang istri :D

Yuhertanti said...

Tulisannya mewakili suara hati wanita. kereeen!

Santi Handayani said...

hihihihihi....senyum senyum dikulum sendiri....jadi keinget suami yg lagi sakit dirumah....peyuk peyuuuuk semua para istri :*
SantiMaulizal

alaika abdullah said...

NIce writing mak! keren, andai para suami mau sejenak membaca ini..... aku yakin akan ada banyak BBM sayang dari para suami untuk istrinya setelah itu, walau hanya sekedar sapaan sayang or a 'hi' note. :)

NECKY said...

saya ...suami...
saya....membaca tulisan ini..terima kasih sudah diingatkan yah mbak.

Sumarti Saelan said...

Suami q sudah sering nmelakukannya kok mak, salah satu sapaan yang sering mampir ke BBM q adalah "hai Dudul q tercinta, sudah selesaikah qmu ikut acara, kalo sudah cepat pulang ya...." (Sapaan saat aq ikut kopdar atau gathering/ kegiatan offline) hahahahahahaha :P peluk semuaaaaaa

Mami Zidane said...

kayaknya para suami wajib baca tulisan ini mbak...inilah suara hati para istri..:)

mbak mira emang jagonya bikin tulisan keren deh...

bemzkyyeye said...

Mba Mir,meleleh nihhhh.. hihihi

rina said...

jadi kangen pak Suami ah jadinya

Esti Sulistyawan said...

Aduh...jadi mellow ditengah tumpukan laporan :(

Enny ridha alin said...

Mak,dulu begitulah Aku..meski tanpa reward.Meski selalu dicela.Berjuang dengan keikhlasan.Namun ternyata diriku manusia lemah,tak kuasa untuk bertahan..:(
By the way,makasih banyak atas sentilannya mak

suria riza said...

papihnya akuh uwuwuwuwu *tetiba meluk suamiku

sri sugiarti said...

mak mira ...cukup mewakili boleh aku sharing gak dengan kawanku yang lain gak?

Astin Astanti said...

emak mira bisa saja, apapun dirimu suamiku, kau selalu ada dalam doaku. suamiku....

Riesta Emy Susanti said...

waduh,,jadi kangen suami...
heheheh

liannyhendrawati said...

Mak Mira ... tulisannya keren. Postingan ini mungkin bisa mewakili perasaan para istri ya ..

Niken Kusumowardhani said...

Mana komen para suami...?

Asyik mbak Mira... Bisa jadi tambah enak masakanku setelah baca ini...

Bung Penho said...

pertanyaan yang timbul setelah membaca ini adalah "BAGAIMANA TIPS MENDAPATKAN ISTERI SEPERTI INI?" hehehe..

Pakde Cholik said...

Jeritan atau ungkapan ini perlu didengarkan .,difahami dan dijadikan bahan introspeksi apakah ucapan, sikap dan tindakannya sudah baik dan benar selama ini.

Caring and sharing memang harus diwujudkan, demikian pula komunikasi yang efektif harus dibangun berdasarkan prinsip saling mengerti,menghargai dan menghormati.

Terima kasih.

Salam hangat dari Surabaya

Tita Okti said...

baca tulisan ini mewek deh..
bener2 jeritan hati kebanyakan para istri ya mba..

Andreas Elva Widiatmoko said...

indah sekali, lain kali untuk hiburan silakan membaca tulisan saya ya di www.bukuhidupandre.blogspot.com

Miss Rochma said...

makasih buat tulisannya yang indah mbak.. tapi, aku rasa para suami itu merasakan kok apa yang dirasakan oleh si istri. hanya saja, mereka memilih untuk tidak menyinggung :)
*lirik suami*

rina susanti said...

uhuy....so sweet jadi kangen suami sendiri...

dey said...

dalem banget mak ..
curahan hati banyak istri nih.

Lidya - Mama Cal-Vin said...

mudah-mudahan aja suamiku nyasar ke blog ini nih

Maya Siswadi - Bunda 3F said...

keasyikan baca ini ampe lupa belom ngerjain tugas kuliah, wakakak

btw bacanya kog serasa baca curahan hati ya, ungkapan perasaan yg sebenarnya ya maakk? *kabuuursambilbawasirih

Pesta ulang tahun said...

baguuus bgt kata-katanya mbaa :)

Hana Ester said...

Siniiihh siniihh kak aku peluk sebentar gantiin suami kaka yang lagi kerja :)
hehhehe

jasa riview produk said...

Suami juga nich kalo di dalem rumah , kalo di luar rumah bujangan :D

Terimakasih MAk sudah di ingetin :D

Lisa Tjut Ali said...

baca tulisan ini jadi ingat suami, mesti share ama suami nie tulisan biar tambah sayang istri, hehehe

Erfi Susanti said...

So nice mbak....

Menghilangkan Bau Mulut said...

amin semoga menjadi benar benar suami yang bagus dan bermanfaat

zaffara said...

Semoga para suami baca tulisan ini ya mb Mira :)

mimi RaDiAl said...

masya Allah,,,semuanya bentuk perasaan ku jg sbg istri,,mks share nya Dichan, muaacchhhh 1000x utk mu.

langitdelapan said...

jalanilah apa yang sudah menjadi suratan sebagai seorang wanita, kamipun sama menjalani apa yang telah disuratkan (lelaki).

salam kenal Mira Sahid

Enny Mamito said...

keren sekali mak..bener2 mewakili suara hati para istri :)

covalimawati said...

Ya Allah.. pengen nangis mak rasanya.. terharu.. ternyata aku tidak sndri.. *peluuuk*
Suamiku hrs baca ini
Makasih ya udah mewakili suara hatiku

isti said...

Tunjukin ke suami, ahhh

dweedy ananta said...

Tulisan yang indah ^^ Yang punya suami wajib diliatin ke suaminya nih ^^

marsudiyanto said...

Saya nggak punya suami Mbak... :D
Semoga pesan ini sampai dan ditindaklanjuti oleh para suami

Helda said...

Baru mampir :D emak tau aja aku lagi galau..aauuuu..

Pipit or Pitaloka said...

makin kereen aja postingannya....

Anita Firda said...

Bagus banget mbak tulisannya, cukup mengeinspirasi bagi saya yang belum menikah. Wanita itu memang luar biasa, hatinya.

bung kiju said...

Jadi ingin menangis dipangkuan IstriKu..

ichi said...

hiksss... tulisannya bener-bener mewakili setiap perasaan seorang istri,,, mba Mira kereeenn.... salam kenal ya mba sy member baru di KEB^^

RumahJurnalku said...

Wahhh, tulisannya indah :) Suami2 harus baca ini mak..