March 27, 2013

Suami yang ber Image



Setelah menulis tentang "Hai Suami" beberapa waktu lalu, kali ini saya tergelitik untuk menuliskan lagi tema yang berhubungan dengan suami. "Kenapa sih, Mira, hobi banget ngomongin tentang suami?" Emmm, sebenarnya, tulisan ini hadir karena terinspirasi dari lingkungan sekitar sih, jadi, dipastikan tulisan ini muncul tak ada hubungan dengan suamiku kali ini. 

Suami, oh suami...
Engkau selalu tak habis untuk dikenang, bahkan dalam setiap nafas seorang istri, tempatmu akan selalu ada di hati kami. Engkau pergi pada saat fajar menyongsong, dan tak jarang, kembali pada saat matahari tak lagi menampakkan sinarnya. Sungguh mulia sekali setiap waktu yang kau korbankan untuk anak istrimu, walau nampak hadir sekejapan mata di rumah, namun, kehadiranmu tetaplah melengkapi keluarga kecil ini....

March 19, 2013

Surat Untukmu




Untukmu, yang ada dalam hatiku...
Seringkali kita terbentur dalam suasana tak nyaman, sehingga membuat diri kita tak lagi mampu berpikir secara jernih. Adapun mampunya kita berpikir, hanyalah terpaksa karena kondisi yang mengharuskan kita mencari solusi dalam setiap masalah yang kita temui. Tahukah kamu, sekalipun aku sanggup menerima ini sebagai sebuah nikmat dariNYA, peranmu tak pernah lepas dalam keseharianku. Hanya saja, aku tak ingin kelak kau membuat jarak antara kita, sekalipun itu perlu. 

Kamu tak perlu merasa "ga enak hati" untuk menyampaikannya. Percayalah, aku baik-baik saja. Sekalipun kamu menjaganya untuk tak terucap, kamu tetap tak bisa berbohong dan pura-pura biasa.
Aku sudah bilang... aku tak malu ketika jatuh dan jatuh lagi. Karena aku yakin kamu akan ada untuk mendukungku. dan aku harap kau pun mampu melakukan hal yang sama.

Hanya saja... beri aku waktu untuk melalui prosesnya, setahap demi setahap, tanpa perlu kau pergi dariku 
Terima kasih ya, karena kita berbeda, kita saling melengkapi, maka tak perlu ada ragu antara kita 
Kamu cukup tau aku, begitupun sebaliknya. Jadi, tak semestinya ada jarak antara kita. Just trust, my dear friend. Allah Swt always with us. Only God can replace our grieves into happiness and our tears into smiles :)

March 10, 2013

Catatan Hati 10 Maret 2013


Hari terus berganti, waktu terus berputar, mengantarkan kisah yang datang dengan segala cerita di dalamnya, memadukan segala rasa dan asa dalam jiwa. Tak ada bahagia jika kita tak menginginkannya, tak ada luka jika kita tak menggoresnya, dan tak ada sedih jika kita mampu mengurainya dengan senyuman.

Perjalanan episode kehidupan yang beragam, seringkali membuatku terjerumus pada asa yang menyesatkan. Tak jarang, aku harus berusaha keras mengikisnya dengan doa dan keyakinan akan sebuah kemampuan diri. 
Apakah aku mampu melewatinya? Harus! Walau dengan tetesan keringat dan airmata sekalipun. Aku meyakini, melewati semua itu, dan siap menjalani segala prosesnya, adalah sebagai pengembangan diri akan sebuah amanah dalam kehidupan yang aku jalani.... 

March 08, 2013

You Follow, I Don't Care


"Haish..." Judulnya ga mengenakkan sekali yak.
Tulisan kali ini terispirasi dari tontotan di statsiun televisi swasta yang kondang itu, (ga usah di sebut ya). Dalam acara 360 - Metro TV (keceplosan), ada segmen yang membahas tentang linimasa twitter. Udah pada punya akun twitter, kan? saya sudah, lho (*ga nanya).

Jadi gini... (*kalem)
Twitter dalam pandangan saya sebelumnya adalah sebuah tempat, dimana saya bisa mengungkapkan apa yang dirasa, dipikir dan diihat. Intinya, saya mau ngomong apa saja, terserah saya. Mau isinya cuma update "lagi makan", "otw", atau status-status geje gitu deh. Hingga akhirnya tahun 2009 lalu saya menjalankan sebuah bisnis networking, yang dalam perjalanannya selalu memberikan afirmasi positif. Praktis, yang tadinya mengisi TL saya dengan "Sampah", berangsur-angsur saya mulai memperbaiki tata bahasa di TL saya. Bukan untuk jaim, tapi lebih karena saat itu memiliki rasa tanggung jawab moral sebagai leader yang harus selalu bertindak dan berucap secara positif. It work! Karena kondisi itu, dan keasikan dengan tim, saya sempat meninggalkan twitter dan lebih fokus dalam berbagai strategi untuk bisnis tersebut....

March 04, 2013

Mengikat Hati dengan Kasih Sayang


Hati... adalah sebuah kelenjar terbesar dalam tubuh kita yang berada tepat di sebelah kanan rongga perut setiap manusia, di bawah diafragma. Fungsinya yang vital, mengharuskan kita agar mampu menjaganya tetap sehat.  Sayangnya, konsumsi alkohol dan zat kimia seringkali membuat hati rusak dan menyebabkan penyakit lainnya. 

Begitupun hati yang terdapat dalam kalbu setiap insan. Seringkali, kita tidak menyadari bahwa hati yang tertanam dalam diri kita jauh dari kesucian. Miris, memang. Tapi, begitulah kenyataan yang sering saya temui, termasuk hati saya yang tak luput dari penyakit. 

Sejak lahirnya kita ke dunia ini, Allah Swt tentu telah menempatkan hati kita sesuai dengan takarannya. Jika kita mampu menjaga hati dengan terus bersandar pada Sang pencipta, maka Insya Allah kita akan terbebas dari segala penyakit hati. Dan sebaliknya, sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, jika hati kita ditemani oleh hawa nafsu, maka hanya akan ada prasangka dan kotoran lainnya menemani keseharian kita.

March 03, 2013

Mampukah Kita Kembali ke Titik Nol?


"Putri Malu"
Aku memang nampak begitu indah dipandang, walau karakterku nampak layu, dan selalu menutup ketika disentuh. Auraku yang nampak sensitif itu akan mempengaruhi sekitarnya. Layaknya sebuah gerakan seismonasti, aku menjadi tidak peduli dari mana arah yang akan menyentuhku. Tanpa perlu berpikir panjang, akupun lekas menutup diri dari apa yang menurutku tidak sesuai dengan harapanku. Ya, aku adalah bunga "Putri Malu". Dengan wajahku yang pucat, siapapun yang tadinya ingin mendekat padaku, tiba-tiba urung karena karaterku yang tak bisa terbuka pada sentuhan...