June 28, 2013

Liburan jadi lebih Pintar? Bisa!


Memiliki 2 malaikat kecil yang semakin hari terus berkembang, tentu merupakan kebahagiaan tersendiri, apalagi dalam masa pertumbuhan tersebut, saya mendampingi setiap hal yang mereka lakukan, hingga akhirnya menyaksikan moment yang tak biasa. Ah, sungguh semua itu kebahagiaan yang sangat berharga.

Selama menyaksikan pertumbuhan mereka, kedua anak saya, Vinka 9Y dan Zahran 5Y, memiliki keunikan masing-masing. Dan ternyata, dari keunikan tersebut, kedua anak saya ini memiliki keunikan yang sama, yaitu ketika harus bersentuhan dengan binatang, dipastikan mereka kabur duluan. Sebagai Mamanya, sudah pasti saya harus memahami mereka, artinya... saya tidak boleh serta merta memaksakan mereka untuk langsung bersentuhan dengan binatang tanpa mereka tahu dulu, bagaimana agar bisa berkenalan dengan binatang, termasuk mengenal binatang dengan segala karakternya.

Well, saya pribadi juga sebenarnya belum memiliki binatang favorit, apalagi memilikinya untuk dipelihara. Entah karena belum menemukan binatang yang cocok, atau saya memang kurang menyukai binatang. Thats why, anak-anak saya pun akhirnya tidak terlalu interest pada binatang di sekitarnya karena kurangnya eksplorasi. Sebagai pribadi yag pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan dengan binatang, hal ini berakibat pada kekhawatiran saya terhadap lingkungan sekitar. Contoh kecil saja, jangankan di luar rumah, di dalam rumah pun kadang masih suka ada aja binatang-binatang yang turut menghuni rumah. Tikus, rayap atau cacing-cacing kecil yang tiba-tiba muncul di sela-sela saluran air kamar mandi. Ihh... merinding saja membayangkannya. Itulah sebabnya, saya termasuk yang suka cerewet ketika anak-anak main di luar, apalagi main ke taman yang berumput, khawatir ada binatang semacam ular berbisa, aah... serem deh pokoknya...

June 26, 2013

Mari kita nge SIM


Berawal dari keinginan bisa nyetir sendiri, meskipun belum punya mobilnya... tahun 1997-1999 saat saya masih duduk di bangku SMA, sudah ada 1 korban mobil yang kaca lampu depannya tak sengaja hancur karena menabrak. Ulah siapa? Saya pastinya *ieuww

Yap, jaman SMA dulu saya ingin sekali bisa nyetir mobil sendiri, alhasil belajar nekat dan otodidak pun saya lakoni meski harus nodong mobil teman atau saudara. Sungguh anak yang nekat!

Singkat cerita, saya pun akhirnya bisa dikatakan ‘menyetir’(kata saya), meski saat itu belum memiliki SIM sama sekali. Dan sebelum latihan menyetir mobil lulus, saya sudah bisa mengendarai sepeda motor. Gimana kisahnya? Engga usah ditanya, sama nekatnya. 

Perjalanan setiap masa bagi saya adalah sebuah pembelajaran, maka dari itu... untuk sesuatu hal yang saya anggap mampu untuk dilakukan, maka saya akan terus mengusahakannya. Dan yak, alhamdulillah, hingga sekarang saya sudah lancar mengendarai sepeda motor dan mobil....

June 25, 2013

Sebesar Apa Rasa Pedulimu?


Sejak (kalau enggak salah) Februari apa Maret 2013, teman yang menjadi sahabat perjalanan saya sudah pergi meninggalkan saya. Bukan, bukan karena berantem atau saling tonjok-tonjokan, tapi semua itu dilakukan demi sebuah kenyamanan, karena selama 2 tahun yang lalu ia lebih banyak menguras kantong saya. Meski tak bisa ditampik bahwa ia juga sudah banyak menolong saya. Ngomongin apa sih, Mira?

Jadi gini, teman yang saya tinggalkan tersebut bukan teman dalam bentuk sosok manusia, tapi sebuah kendaraan roda empat yang sempat saya miliki 2 tahun terakhir. Intinya, si Jessi terpaksa saya lepas dengan harga miring karena makin hari ulahnya makin menguras kantong saya. Setiap bulan ada saja keluhan-keluhannya. Maklum, pas beli modalnya seken, etapi Alhamdulillah juga, karena diberi kesempatan untuk merasakan punya mobil sementara. Setelah si Jessi tidak bersama saya lagi, praktis saya kembali ke ritual biker, ngangkot, nge-bis dan ngojek. Masalah? Engga! Karena sebelum punya mobil pun saya sudah terbiasa dengan hal tersebut. 

Jujur saja, 2 minggu setelah melepas si Jessi saya masih suka manyun-manyun sendiri ketika harus keluar rumah dengan matahari yang pasti akan membuat kulit saya tampak lebih eksotik, atau tiba-tiba banyak debu yang menempel di wajah karena naik motor. Tapi, lambat laun, saya mulai terbiasa lagi dan menerima semua itu dengan senang-senang saja. Mau gimana lagi? Saya selalu meyakini, Allah selalu punya rencana dengan semua hal, termasuk saat ini...

June 21, 2013

Review Blog Irma Senja


Jika tak ada nafas senja yang mengiringi langkahku
Maka siluet jiwaku tak akan pernah berwujud
Walau kini aku harus mencoba untuk merengkuhmu
Aku yakin semua yang kita rangkai akan terikat oleh waktu
Untukmu senja...
*****
Sebait puisi di atas atau entah apapun itu namanya, sempat saya tuliskan dalam blog saya, dengan niat ingin mempersembanhkan sesuatu yang menjadi kegemaran sahabat saya sehari-harinya. Senja... selama ini begitu lekat dengan dirinya. Entah karena ia sangat mendambakan senja, atau ia terlahir saat senja, saya sendiri lupa :)). Tapi, jika saya lebih arahkan senja pada sebuah nama blog "Dunia Senja", tentu teman-teman mulai bisa mengingatnya. Ya, pemilik blog tersebut memiliki nama "Irma Senja", alias dari nama aslinya "Irma Susanti", seorang ibu yang telah memiliki 2 anak, Tazkia dan Sean.

Saya mengenal sosok yang satu ini tentu melalui blognya yang kini telah memiliki domain sendiri di irmasenja.com. kalau saya coba search di google dengan kata kunci "Senja" atau "Dunia Senja", dipastkan blognya Irma yang akan bertengger di halaman pertama.

June 20, 2013

Menjaga Nafas Cinta


Nafas Cinta...
Ah ya... lagi-lagi kalau sudah temanya "Cinta", saya selalu excited dan punya banyak bahan. Apalagi kalau harus dikaitkan dengan orang terdekat... suami, anak-anak, orangtua, keluarga bahkan sahabat-sahabat seperjuangan, termasuk kalian yang tetap konsisten menjaga silaturahmi melalui dunia maya ini. Apa jadinya, jika saya tidak menemukan dunia blogging? Mungkin saja saya akan menjadi seorang yang terus mengejar karir atau menjadi cupu sekalian. Demi apa itu semua coba? - Demi cinta tentunya, #eaaa...

foto dokumen pribadi
 Menjalani LDR dengan suami, tak jarang membuat saya menjadi sosok yang lebih mandiri, walau di sisi lain kadang saya bisa sangat rapuh sekalian. Bagaimana tidak, separuh nafas saya tak terendus secara nyata (di samping saya) dan hanya bisa dibayangkan melalui energi cinta yang masih tetap harus dijaga secara utuh. Sanggupkah saya...

June 18, 2013

Parodontax, Si Unik yang Cetar Membahana


Pernah mengalami gusi berdarah pada saat menggosok gigi?
Pernah ngerasain gigi ngilu pada saat makan es atau minum air dingin?
Pernah tiba-tiba gusi berasa nyut-nyut an tanpa sebab yang jelas?

Saya Pernah!
Terus... Penting ya, Mir bilang-bilang ke orang soal masalahmu ini?

Sebenernya sih, engga terlalu penting, karena saya yakin sebagian banyak dari teman-teman pun pernah mengalami hal serupa. Hanya saja, karena hal tersebut dialami sekian masa dan belum menemukan solusi yang pas untuk permasalahannya, kita malah menganggap hal tersebut biasa saja. Seperti sudah menjadi soulmate gitu deh, halah.

Ok, boleh deh bilang engga penting. Tapi, hal ini menjadi penting ketika kita mulai merasa risih dengan masalah-masalah tersebut. Alih-alih pengin mengunyah nyaman tanpa tragedi berdarah-darah karena kesehatan gusi berkurang, ternyata keseharian kita hanyalah menjadi bumbu yang sangat tidak nyaman. Saya adalah pecinta kopi (ngakunya), dipastikan setiap hari saya akan ngopi minimal 2 gelas. Kebiasaan ini tentu sudah lama saya lakukan, karena kopi sudah menjadi bagian soulmate saya. Eaaa, soulmate lagi bahasannya...

June 08, 2013

Daripada Nyinyir, Mending???


Sebelum baca kalimat-kalimat di bawah ini, bayangkan kamu dalam suasana “kepo” tingkat dewi, atau tiba-tiba menemukan sebuah kalimat yang sepertinya pas banget dengan suasana hati kamu, terus kernyitkan alis, kalau perlu sambil nyirih...

“Gerah deh gue, maksudnya apa sih dia nulis kaya gitu, nyindir gue, ya? Kaya dia yang paling bener aja!”

“Eh, Mir... si Ceu Iroh kenapa sik, lagi galau ya, atau PMS? Ko bahasanya gitu".

Itu adalah salah satu contoh kasus yang sering kita temukan di dunia maya, alias dunianya socmed’ers. Setiap saat tak hentinya kita dikagetkan dengan istilah-istilah yang mewakili sebuah keadaan. Contohnya : “No mention”, “Kepo”, “Stalking” dan lain sebagainya. Dan kali ini, adalah tentang “Nyinyir” atau bahasa terangnya ngomongin orang lewat bahasa tulisan secara tidak langsung. Semacam ngomongin di belakang gitu, deh.. Kasus ini muncul kalau seseorang lagi galau, kesal, bete bahkan marah ama seseorang. Alih-alih lebih baik disampaikan secara langsung pada lawannya, akhirnya... nyinyir is the best things to do (*halah, sok sok Inggrisan).

June 03, 2013

Ketika Mimpi dan Firasat terus Hadir


“Mimpi... adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia...”

Itulah sebaris syair yang terdapat dalam lagunya Nidji dengan judul Laskar Pelangi. Mimpi memang menyimpan arti yang khusus bagi sebagian orang yang memaknainya, termasuk saya. Hingga saat ini saya selalu beranggapan bahwa mimpi menjadi salah satu amunisi saya dalam menjalani proses untuk sesuatu yang ingin saya wujudkan. Ya, mimpi dalam arti sebuah harapan agar saya selalu memiliki target dalam hidup ini.

Lalu bagaimana jika mimpi dalam hal yang sebenarnya mimpi? Mimpi yang hadir pada saat kita tertidur. Apakah mimpi seperti itu bisa dijadikan suatu acuan tentang suatu hal yang menuai hasil? Inilah yang ingin saya tanyakan sama teman-teman. Dari beberapa sumber yang saya temukan di google, mimpi setiap orang dalam keadaan tidur itu terdiri dari 3 hal. Mimpi baik datangnya dari Allah Swt, mimpi buruk datang dari setan, dan mimpi yang datang karena obsesi sendiri.

Beberapa hari ini, hampir sebulan lah, saya menerima sebuah mimpi yang di dalamnya melibatkan suami saya. Entah mengapa, mimpinya sebagian besar kurang bagus, padahal sebelum saya tidur, saya selalu berdoa, bahkan saya selalu afirmasi positif, agar di setiap tidur saya, Allah akan memberikan mimpi terindah. Sayangnya, kadang mimpi buruk itu berulang, hingga akhirnya saya hanya bisa merenung, bertanya pada diri sendiri, “kenapa?”...

June 01, 2013

Hati-hati dengan Mindset


Manusia terlahir dengan akal pikiran, rasa dan keinginan yang berbeda-beda. Semua ini sudah menjadi kehendak Allah Swt pada saat meniupkan ruh untuk jasad kita. Sebagai manusia, tak memiliki pilihan ketika lahir untuk menjadi siapa dan bagaimana nasibnya kelak, karena semua itu telah menjadi rahasiaNya.

Lahir dari seorang rahim perempuan, tumbuh hingga akhirnya mengenal dunia ini, adalah menjadi bagian terpenting bagi seorang manusia. Semua proses itu menjadikan kita mengenal makna kehidupan yang di dalamnya akan terdiri dari berbagai kisah. Apakah setiap manusia akan merasa bahagia terus? Atau, apakah setiap manusia akan merasa sedih tak berkesudahan? Ada sebuah pepatah (entah kata motivator) bahwa, kesuksessan, menjadi kaya atau miskin bukanlah sebuah takdir, melainkan sebuah pilihan. Pertanyaannya, “apakah kita sudah menentukan pilihan?”

Sebagai manusia, kita akan menemukan berbagai permasalahan hidup, dari bobot yang kecil hingga terberat sekalipun (menurut kita). Ada yang berusaha terus sambil berikhtiar menjalani serangkaian prosesnya, namun ada juga yang tak sabar dan memilih jalan atau sikap yang tak sesuai dengan norma yang sepantasnya. Lagi-lagi, semua itu adalah sebuah proses bagi setiap manusia...