July 04, 2013

Ujian Kenikmatan


Alhamdulillah, hingga tulisan ini dapat terpublish dengan baik, maka inilah salah satu dari sekian banyak nikmat Tuhan yang tidak dapat saya sangsikan. Dan semoga saja Allah Swt senantiasa memberikan kesehatan untuk saya, suami, anak-anak, orangtua, mertua, saudara dan sahabat lainnya selalu dalam keadaan sehat walafi’at, agar mampu menempuh ramadhan tahun ini dengan khusyuk dan keikhlasan.

Bicara nikmat Tuhan, tentu setiap saat adalah sebuah nikmat yang tak dapat dipungkiri. Sekalipun nikmat itu datangnya dalam bentuk ketidaknyamanan hati atau sebuah kondisi, bahkan pada sebuah musibah, semua itu tergantung persepsi bagaimana kita mensyukuri nikmat tersebut.

Sebagai manusia dengan segala kekurangannya, hidup di dunia yang penuh dengan gemerlap penawaran harta, tahta dan martabat, adalah menjadi salah satu hal yang diujikan, yang dititipkan oleh Allah kepada kita, agar kita bertahan mengelola kekurangan itu menjadi sebuah kekuatan untuk membuat hidup lebih baik lagi. Memang, dalam pandangan kita, dalam rasa dan pikiran kita, semua manusia memiliki rasa soal pembenaran, bahwa apa yang  dilakukan benarlah adanya. Namun, sadarkah kita, bahwa semua itu terjadi atas ijinNya, dan bukan karena sebuah kebetulan. Dan apakah kita sadar, semua itu sudah mendapat ridhoNya atau hanya sebatas diijinkan terjadi?


Suami saya pernah mengatakan... Allah Swt akan mengijinkan sesuatu terjadi, namun belum tentu yang terjadi itu mendapatkan ridhoNya.

Dari situ, saya coba memahami, bahwa segala sesuatu yang pernah terjadi, belum tentu mendapat Ridho Allah Swt. Sayangnya, sebagai manusia... kita seperti memperbenar rasa dan pikiran, bahwa itulah yang terbaik. Sama halnya ketika tiba-tiba kita diberikan kenikmatan berturut-turut, misalnya dalam  bentuk rejeki  melimpah, kesehatan, atau mendapatkan barang mewah terus-menerus, sehingga menyebabkan kita menjadi pribadi yang seolah tak pernah puas. Dan yang terjadi, seringkali kita pun kurang menyadari bahwa di balik semua kenikmatan tersebut, merupakan ujian dariNYA.

Tulisan ini hanyalah sebuah renungan, untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa sebaik-baiknya manusia memberikan pandangan, tentu hanya pandangan Allah lah yang terbaik. Semoga, antara berikhtiar untuk mengusahakan sesuatu dan ambisius terhadap suatu hal dapat kita batasi dengan kemampuan diri berserah lebih banyak pada Allah, merekatkan hubungan silaturahim dengan sesama manusia, serta memperbanyak berbuat baik. Baik dalam hal ini akan selalu luas cakupannya. Jika yang benar itu hanyalah milik Allah Swt , maka sebagai manusia biasa, setidaknya... berbuat baiklah, agar kita bisa melakukan sesuatu yang benar. Insya Allah. 

Foto : Dokumen pribadi - @Kris

15 comments:

Meti Mediya said...

Setuju mak, pada intinya apapun kita dikasih Alloh swt, itulah yg terbaik, dan kita harus selalu mensyukuriNya...

Lusi said...

Bersyukur ada yg namanya bulan Ramadhan, jd ada rem, tidak gas pol terus2an. Saatnya kontemplasi

Mira Sahid said...

@Meti Mediya : betul, mak. Insya Allah harus terus tawadhu ya

@Lusi : Alhamdulillah, mak. Ma kasih ya

catatanemak said...

saya setuju dengan tweet seorang temen..cara bersyukur yang paling sederhana itu adalah berbahagia ....

Indah Juli said...

Kita berencana, Tuhan yang menentukan segalanya.

Mira Sahid said...

@CatatanEmak : Insya Allah, mak. Terima kasih ya

@IndahJuli : Yup, jalani dengan ikhlas ya, mak :)

Mira Sahid said...
This comment has been removed by the author.
Christanty Putri Arty said...

Selalu mensyukuri dengan apa yang kita miliki selama ini, thks ya mbak so inspired me ^_^

Christanty Putri Arty said...

selalu mensyukuri dengan nikmat yang ada kini. Pokoknya okey 100% dengan artikel mak Mira yang keren :_bd

Niken Kusumowardhani said...

Semoga kita selalu terjaga untuk melakukan hal-hal yang diridhoi Allah.

edapoenya said...

sepakat maaak.. dengan mensyukuri setiap nikmat Allah, meski kecil, maka Allah akan melipatgandakan keberkahan buat kita..

moocensusan said...

Nikmat Tuhan sangat berharga dan patut kita syukuri selalu :)

Mira Aqila said...

Terimakasih mak sudah mengingatkan...

Semoga kita termasuk orang yang mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan. Aminnn

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Allhamdulillah, tetap bersyukur bisa berkunjung kesini walaupun terlambat

cumilebay.com said...

Lagi merenungin kata2 nya suami nya nich "Tuhan membiarkan sesuatu itu terjadi tetapi tidak mendapat ridho Nya"

Jadi mikirrrrr