September 08, 2013

Yang Berbeda dari HalalBihalal TDABks & Blogger Bekasi


Heylow my dear friends... Hope you always on the best of health yak. Aamiin 

Jadi gini ceritanya, tanggal 31 Agustus lalu, iya udah sekitar 1 minggu lalu, saya menghadiri acara silaturahmi halal bihalal TDA Bekasi yang katanya bekerja sama dengan Blogger Bekasi. Well, Karena saya part of dari keduanya, jauh-jauh hari saya sudah mengagendakan acara tersebut dan mem-booking diri untuk bisa hadir ke Nics cafe di wilayah Bekasi sebelah sananya statsiun kereta api. Entah Bekasi mana tuh yak :)).  Bersama Irma, mba Indah, dan mas Amril, kami pun hadir ditengah-tengan para entrepeneur yang wajah-wajahnya memancarkan sejuta pesona akan indahnya masa depan. J Tetapi, saya infokan dulu buat teman-teman ya. Jangan berharap dapat info mengenai materi workshop-nya di postingan ini, apalagi kesimpulan dari para pemateri yang keren-keren itu. Karena saya tipe yang suka kurang fokus gitu. Jadinya, saya hanya bisa menuliskan sisi lainnya. Sesuai dengan judulnya, “Yang berbeda dari....”

Hadir di acara yang hanya telat setengah jam (hanya..?), membuat saya tidak bisa mengikuti acara sejak awal, yang konon katanya sang pemateri banyak dipuja-puja dengan gayanya yang khas dan penyampaiannya yang asik. Coba saja follow twitternya pak Ayodia di @strategi_bisnis dan rasakan sensasinya. Halah.

Ok, balik ke topik soal acara halal bihalal.
Menjelang siang hari, materi yang dibawakan oleh pak Ayodia selesai juga. Aslinya... saya kurang begitu memahami, yang saya ingat dari beliau hanyalah gayanya yang menggebu-gebu saat memberikan materi. Alhamdulillah, beliau berbaik hati memberikan soft copy materinya kepada semua peserta, jadi saya pun bisa mempelajarinya di rumah, meskipun sampai sekarang belum dibuka-buka tuh flashdisk. Dikeplak, hahahaha.

Foto : mas Amril

Waktu memasuki Bekasi bagian makan siang. Aaah, akhirnya, menahan lapar sejak pagi, berbuah manis. Dan kali ini lebih bersyukur lagi, makanan yang disajikan lebih enak dibandingkan makanan yang disajikan saat Blogger Bekasi mengadakan acara di sana.

Memasuki materi kedua, sepertinya tema yang dibawakan agak berat nih. Kebetulan Pak Luigi Pralangga, pemateri kedua agak sedikit terhambat di perjalanan menuju lokasi, dan kabarnya sampai ngojek, akhirnya acara pun diisi oleh obrolan santai sesama member TDA. Sekitar pukul 14.00 pak Luigi hadir di tempat. Kali ini, saya tidak boleh ketinggalan menyimak materi yang akan dibawakan dong. Meskipun materinya lumayan berat, “Procurment Expert for United Nation (PBB)”, bener engga nulisnya, tuh? Sayangnya, konsentrasi saya tidak bisa fokus. Entah karena kekenyangan makan dengan menu ayam bakar atau kuota saya sudah melemah? (baca = ngantuk)

Sebelum acara selesai, saya keluar sejenak meninggalkan Irma teman saya di ruang acara, sementara saya juga engga tau dimana keberadaan mba Indah. Dan di sinilah justru yang paling menarik dari serangkaian acara tersebut.

Di depan ruang seminar, ada beberapa stand bazaar yang berpartisipasi, kalau engga salah, ada stand sinergy, sama stand nya bu Nungki (Produk Noni), semacam pemeriksaan bakteorologi melalui CT-scan. Sebutan pemeriksaan yang saya tahu waktu itu, AGE. Maaf kalau kurang tepat ya, bu. Intinya, lengan kanan bagian dalam saya diperiksa melalui CT-scan, dan dari situ akan diketahui berapa usia saya. Bukan tebak-tebakan angka. Melainkan, apakah siklus hormon saya saat ini sesuai dengan usia saya saat ini? Agak deg-deg an sih waktu di scan, apalagi mas Rawi, dan beberapa teman TDA menjadi saksi bisu menunggu hasilnya (biasalah, kalau artis selalu dikelilingi oleh fans-nya, kan?) Ngik!

Luarbiasa! Jangan berpikiran hasil Age (hormon) saya lebih muda dari usia saya, yang terjadi adalah, AGE saya jauh lebih tua hampir 3 kali lipat dari usia saya sekarang. Praktis saya jadi bahan ejekan teman-teman yang menyaksikan. Dengan tampang sok kalem, saya pun berusaha cuek, meskipun pengen lepar sirih ama mereka, wkwkwkw. Oh iya, hasilnya pengin tau berapa? AGE Saya berada di angka 86. Wew, angka yang jauh sekali dari usia saya saat ini. Its okay, stay cool, Mira.

Selesai sampai di situ, tentu belum. Setelah mendapatkan hasil di angka fantastic tersebut, saya diarahkan untuk berkonsultasi dengan dokter saat itu. Saya bertanya, kenapa saya bisa mendapatkan hasil di angka sebesar itu? Jawaban dokter : ada beberapa kemungkinan yang menjadi faktor hormon berada di level segitu. Kebiasaan makan yang tidak teratur, pola hidup yang kurang baik, dan beberapa kemungkinan yang memang selama ini terabaikan oleh saya. Saya sendiri mengakui ko, bahwa saya memang sedang dalam tidak menjalani hidup sehat (ko bangga?). Kebiasaan engga pernah sarapan, malah nyari-nyari kopi di pagi hari, tidur minimal di jam 12 malam, makan dalam sehari kalau ingat saja, intinya, “semau gue”. Ya pantes saja hasilnya begitu dong, Mira. Iya, saya tau! *kemudianhening

Lalu, setelah itu apa? Hmmm, sejujurnya, ini menjadi tamparan untuk saya. Meski selama ini saya jarang mengeluhkan sakit, tapi justru hal ini juga yang perlu diwaspadai. Seperti sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa saja meledak. Aeh, tapi naudzubillah ya. Jangan sampai deh, Janji! Saya mau memulai hidup sehat ko. Jangan sembarangan berucap yak.

Thats why, saya selalu menghindari medical check up, see? Hasilnya sangat fantastic dan membuat pikiran saya kembali terpacu. Ada positinya juga sih. Saat ini... setiap pagi, saya memulai untuk sarapan dengan buah-buahan segar, meskipun kopi tetap menjadi incaran utama. Siang hari saya makan nasi sedikit dan diperkenyang dengan buah. Yang masih rawan adalah malam hari, seperti saat saya menuliskan postingan ini. Tiba-tiba lapar melanda, dan rasa dimulut hanyalah makanan yang menawarkan kenimatan sesaat, mie rebus pake rawit atau mie goreng. Haissh...!

Barusan saja saya membaca tweet seorang teman. “Kalau mau move on, kalau mau engga galau, jangan mengharapkan orang lain bisa membantu kita. Yang bisa nolong kita adalah diri kita sendiri.” Super bukan? Seperti mendapatkan hidayah tak terhingga, kata-kata sederhana tersebut menjadi penyemangat saya dini hari ini. Insya Allah, siapa sih yang engga mau berubah, apalagi untuk kebaikan diri sendiri ya. Selama kesempatan itu ada, maka jangan pernah menyia-nyiakannya. Rite! Semoga saya bisa merubah pola hidup saya lebih baik, begitupun dengan teman-teman semuanya. Its life... learn from yesterday, live for today and hope for tomorrow.

4 comments:

Rosa Devga said...

betul banget, hidup sehat itu bagian dari 'masa depan'yang harus tetap di pelihara....iiieech :p

Noorma Fitriana M. Zain said...

mak.. kalo aku ke Bekasi, kira2 bisa ketemu gak yaaa???

topiknug Aza said...

terlalu fokus dengan masalah pribadi sih jadi ndak fokus belajar bisnisnya sampai datang aja hanya telat setengah jam

Slam Riyadi said...

hal paling menyedihkan menjadi kodok alias kaum amphibi yg kena "wajib nyangkul" di hari Sabtu, banyak serunya acara TDA Bekasi yang terlewatkan... baca lagi reportasenya aja masih berasa ngiri-nya, padahal acaranya dah lewat berapa hari... :(