February 01, 2014

Cantik dan Sehat dengan Air


Hari ini agenda saya hanya menikmati waktu di rumah saja, sekalian mengistirahatkan badan yang beberapa terakhir ini lumayan cukup banyak berkegiatan. Memangnya tiap hari pergi ya, Mir? Engga juga sih, tapi dirasa-rasa saat ini saya memang butuh istirahat. Kenapa? Karena maag saya sedang kumat. Hihi, ketahuan ya, harus kena sakit dulu, baru deh bisa diem di rumah.

Tapi, menikmati saat di rumah juga bukan sesuatu yang membosankan buat saya. Meskipun pada saat anak-anak sekolah, rumah terasa sepi karena hanya ada saya saja sendiri. Begini nih kalau akhirnya harus nerima kenyataan anak-anak kita terus bertumbuh, mereka akan mulai menikmati dunianya masing-masing yang tidak bisa kita atur-atur lagi seperti kita menjaganya waktu bayi. Ah,  tiba-tiba saya kembali membuka album kenangan masa kehamilan kedua anak saya. Keduanya memiliki kenangan dan kisah-kisah tersendiri.

Hamil pertama, saya berpacu dengan skripsi kuliah, dan kehamilan kedua... saya berpacu dengan pekerjaan kantoran. Suka heran sendiri juga nih, orang yang sedang hamil ko, bisa memiliki kekuatan dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil? Padahal dengan beban perut yang semakin membesar, bumil alias ibu yang sedang hamil suka  terbentur dengan masalah metalnya sendiri. Ada yang dengan senang hati menjalaninya, namun tak jarang juga, ada yang terpaksa harus menyiapkan waktu lebih banyak di rumah karena kondisi fisik yang kurang seimbang. See? Hamil itu bukan perkara yang mudah, saudara-saudara. That’s why, sayangilah para istri kalian, wahai suami (eh...)

Ah iya, ngomongin soal kehamilan nih, jaman saya hamil dulu, saya termasuk yang agak sedikit bandel. Bandelanya kenapa? Yak, karena keasikan bulak-balik cari bahan skripsi dan juga kerja kantoran, saya suka mengabaikan kebutuhan saya dan janin yang ada dalam perut. Saya jarang banget mengkonsumsi buah segar dan air putih. Saya nya sendiri sih bisa nahan. Bersyukur punya suami yang sangat perhatian dan selalu mengingatkan, kalau janin juga butuh asupan gizi. Kalau sudah diingatkan suami, baru deh saya lakukan. Itupun kadang masih suka engga konsisten. Hasilnya? Saya sering ngerasain sakit di bagian pinggang. Ya iya lah, Mir. Meski terlihat sederhana, air putih itu kan bermanfaat banget buat tubuh, apalagi buat janin. Semua reaksi biokimiawi dalam tubuh kita ini, praktis membutuhkan  air. Apalagi sedang kondisi hamil, ibu hamil harus secara teratur memberi asupan kadar air secara cukup, karena air dibutuhkan untuk pertumbuhan sirkulasi janin, produksi cairan ketuban, dan volume kadar darah.  Nah, itu tau teorinya, Mir? Hehe, iyaa...makanya sekarang saatnya memperbaiki, kan? *Ngeles :P

Setelah melahirkan kedua anak saya, hal yang paling saya ingikan tentunya bisa memberikan ASI eksklusif, sayangnya saya tidak bisa mencapai target tersebut. Alhasil kedua anak saya pun hanya beberapa bulan saja menerima asupan ASI dari saya. Menyesal? Ada sih, perasaan seperti itu, makanya saya pengin sharing sama teman-teman, kalau saat sedang menyusui, tetap beri tubuh kita dengan asupan air yang sesuai. Saat ASI saya tidak bisa berproduksi lebih lama, saya mengakui, lagi-lagi itu karena saya nya yang tidak disiplin mengonsumsi asupan gizi yang baik, termasuk air putih juga. Kenapa sih, Mir... ko, pemalas banget jadi orang? Padahal air minum kemasan atau yang dikemas dalam galonan itu kan banyak banget stock nya, tinggal beli, minum deh. Engga perlu repot-repot kaya jaman dulu, kudu dimasak pakai kompor. Ya begitulah, balik lagi soal kesadaran diri manusianya. Makanya, jangan meniru saya ya, ibu-ibu :D. Sebaiknya, yang lagi hamil atau sedang menyusui, maksimalkan dalam pemberian ASI untuk anak-anaknya. Karena ASI sangat memberikan manfaat untuk anak-anak kita sebagai pilihan makanan pertama dan merupakan gold standar dalam pemenuhan gizi bayi berusia kurang dari 6 bulan. Upayakan agar anak ibu mau menyusui selama 6 bulan penuh tanpa susu formula atau makanan tambahan lainnya. Aih, jadi kangen masa-masa menyusui juga nih. Inget banget, saat menyusui dulu itu, adalah moment kedekatan hubungan saya dengan kedua anak saya, dan itu rasanya indah banget. Asli! :D

Well, bicara soal air, ASI dan pemenuhan gizi untuk ibu hamil, rasa-rasanya jadi pengin hamil lagi. Pengalaman hamil saya dulu, menorehkan kisah-kisah indah bersama kedua anak saya yang kini sudah tidak balita lagi. Tapi tentu, pengalaman saya dulu juga mengajarkan banyak hal, dan menjadikan pengalaman yang bisa saya sharing di sini. Semoga saja bisa memberikan sedikit manfaat untuk teman-teman, ya. Dan untuk menjaga kisah indah itu, saya pun sudah mulai disiplin pada hal yang selama ini selalu saya abaikan, yaitu lebih banyak mengkonsumsi air putih.

1 comment:

Evi Sri Rezeki said...

Jadi catatan buat saya ke depan. Makasih Mak Mir :)