March 19, 2014

Buat Apa Asuransi? Saya Sehat, Ko



Sebenarnya, tulisan ini masih sedikit nyambung dengan tulisan saya sebelumnya di Blog Inspirasi Mama. Etapi, apa kaitannya dengan judul Asuransi, Mir? Jadi gini… 

Pernah kan, ditawari sebuah produk oleh sales, salah satunya asuransi? Mungkin sama seperti teman-teman lainnya, toh saya merasa sehat, untuk apa saya buang-buang duit bikin asuransi. Alhamdulillah, selama ini pun saya jarang sakit, kalau cuma flu atau demam, dengan istirahat cukup, Insya Allah bisa kembali membaik. Begitulah pikir simpel nya saya. Suka atau tidak, daripada nyimpen uang di asuransi, mending saya simpan uangnya dengan berinvestasi, bisa investasi LM, reksadana, atau apapun itulah. 

Ilustrasi gambar (dulu) saat malas mendengarkan presentasi jika ditawari asuransi (*mukanya engga banget ya, flat tak bertujuan wakakakak)

Tapi, pikiran tersebut sebenarnya kurang berdasar juga, itu terlintas lewat cara pandang saya yang seorang Mira, yang memang sebenarnya belum paham benar tentang asuransi. Sama halnya ketika saya memandang apapun, munculnya ya sesuai cara pandang saya saja. Sementara kalau kita bicara suatu hal, minimal kita cari tahu dulu deh informasi lengkapnya. Iya ngga? (Makanya, kosongin terus gelasnya, Mir kalau ada orang yang mau jelasin ini itu) #talkself :))
Jadi, maksudnya gimana, Mir?

Dulu, sebelum 2014, saya memang berpikir bahwa asuransi itu memang ngga penting-penting amat. Tapi ketika sebuah pertanyaan mampir pada saya…

Mir, (saat punya mobil), mobil diasuransikan, nggak? Jawab, Iya.
Mir, motor diasuransikan, ngga? Jawab, iya.
Jiwa loe sendiri, diasuransikan, nggak? *mikir.

Nah, jleb langsung deh.
Selama ini, saya kemana aja, ya. Sibuk mengasuransikan harta, kok diri saya ngga diasuransikan. Jawabnya simple juga, sih. Saya punya Sang pencipta sebagai pelindung saya. Berdoa saja, maka Allah akan melindungi saya. Benar, sebaik-baiknya pelindung, adalah Allah Swt. Tapi, saya juga ingat apa yang AA Gym katakan soal menambah ikhtiar. Memang, kecelakaan nggak akan pernah ada yang tau, mau pakai helm udah lengkap dengan atributnya, ketika itu harus terjadi, ya terjadilah. Dan dari situ saya kembali merenung. Bagaimanapun, waspada itu, perlu Jendral :D

Sebagai manusia, menghindari resiko itu baik, tapi saya juga nggak mau, tiba-tiba (amit-amit) sesuatu terjadi dengan saya, dan menyebabkan anak-anak atau orang terdekat menjadi susah karena saya. So, bagaimana caranya agar sedikitnya, saya bisa mengalihkan resiko tersebut. Akhirnya, saya mulai membuka diri, mencoba belajar dan bertanya-tanya tentang asuransi lewat sahabat saya. Dan right! Udah bener banget kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Setelah ngobrol-ngobrol dan cari tau, lebih baik saya menambah ikhtiar saya dalam meminimalisasi resiko. Kalau selama ini mobil dan motor diasuransikan, mau seburuk apapun kondisinya atau bahkan sampai hilang, pastinya akan diganti oleh asuransi tersebut. Sementara kalau jiwa saya yang hilang (amit-amit), apa bisa diklaim dengan nyawa baru? Naudzubillah, saya merinding juga nih. That’s why, dengan asuransi, saya mengalihkan resiko tersebut. Minimal, saya akan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, atau meminimalisasi efek kaget kalau-kalau harus berurusan dengan rumah sakit.

Meskipun dengan premi yang tidak terlalu besar, setidaknya saya menambah ikhtiar saya dengan membuat polis asuransi, dan hal ini akan saya bicarakan juga dengan suami tentang kemungkinan beliau untuk membuat polis juga. Ini bukan berarti saya mengajak teman-teman untuk membayangkan sesuatu yang buruk lho, ya. Kehidupan tidak akan jauh dengan resiko. Resiko terbesar adalah suami, karena suami kita adalah tulang punggung utama, sementara kita (istri/ perempuan) lebih besar terkena resiko penyakit. Seperti saya bilang, lebih baik saya menambah ikhtiar dalam proteksi diri kami sebagai orang tua, apalagi anak-anak masih kecil. Kalau orangtuanya sehat, Insya Allah anak-anak akan bisa terus berikhtiar untuk masa depannya dengan bantuan kami.

Well, teman-teman, ini sekedar sharing, ya. Meskipun saat ini merasa sehat dan Alhamdulillah tidak terkena penyakit berat (seperti saya), Sudahkah membuat ikhtiar dalam hal proteksi diri kita? Investasi atau asuransi? Usahakan tidak menyesali sesuatu sebelum itu terlambat.

21 comments:

IrmaSenja said...

Ntuh mukanya kece bingittsss.... *ngiikkkk :)))

Mira Sahid said...

@Irma : hihihi... sesekali munculin foto yang lebih kece dari biasanya ^_^

indah nuria Savitri said...

ini judulnya judeees badaaai huahahaha..tinggal dikrauk ya maak...aku pilih dua-duanya maaak...asuransi yang juga berupa investasi dengan bonus kesehatan :D...cucooook kaaan..udah punya beluuum #gayasales hihihi...

Mira Sahid said...

@Indah Nuria : Etdah, okelah, mak. Cucok keren. Hihihi

Ranii Saputra said...

Hmm, iya juga sih mak, masa motor di asuransiin kitanya yg lebih berharga engga di asuransi ya, hhi

Fera Nuraini said...

Saya kemarin juga ngobrol2 sama temen soal asuransi, mak.
Sepertinya saya mulai tertarik juga ni, asuransi sekaligus reksadana gitu penjelasannya

btw, fotonya keren bingit mak 😄😄

Putu Ayu Winayasari said...

Mak Mir, kl buat aku mah, asuransi buat kita teh justru bukan buat kita... Tapi buat orang2 tercinta disekeliling kita. Buat suami (dan anak, saat usia sdh tdk produktif) spy ngga usah terlalu terbebani biaya RS yg besar, dan utk menambah investasi jg (kl mau ambil unitlinked-nya). Bukan hanya meringankan beban, tp jg nambahin warisan, walaupun tentunya bukan itu tujuan utamanya...

Etapi, pastinya tetep menjaga dan berdoa spy sll diberkahi kesehatan. Begitu jg dgn motor, mobil, rumah, smg sll dilindungi, aamiin, hihi

Heni Puspita said...

Moga-moga ada rezeki biar aku bisa ikutan asuransi juga, baru suami sih yang ikut asuransi + anak sebagai tanggungan. Aku sebelumnya masuk ASKES aja, tapi berhub sekarang ada sistem baru BJPS yang somehow dikeluhkan banyak orang, jadi mikir-mikir soal asuransi walau mungkin dengan premi yang nggak terlalu besar. Thanks for sharing Mak.

Ana ummu fitry said...

Sy udah ikut asuransi,anak n suami jg.tp pilih yg asuransi murni ga pake unit link hehe krn bg sy perlindungannya yg penting..klu tuk bonus investasi mending investasi sndiri.emang sih iming2 agen memprotek puluhan penyakit kritis, tp sy udah baca polisnya jd senyum kecut, ternyata yg dicover penyakit stadium lanjut.intinya dlm berasuransi jgn pegang kata2 agen tp yg jd patokan adalah isi polis..(hasil share dgn sjumlah pakar keu)

Agustinadian Susanti said...

ini review asuransi atau nulis aja mak? emang bener mak, namanya sakit ga ada aba aba langsung aja sakit jadi musti prepare.. setuju mak

IndKur said...

Mbak Mira,
Ini asuransi kesehatan apa asuransi jiwa ya ? Kalo asuransi kesehatan aku sih nebeng dari kantor suami dan kantor aja. Alhamdulillah, sama kayak Mbak Mira, jarang dipake juga.

Nah, Waktu dulu aku ikut asuransi jiwa, yang aku baca tujuan asuransi jiwa itu sebenarnya itu untuk melindungi penghasilan kita.

Jadi jika sewaktu-waktu (amit-amit!) terjadi apa-apa sama kita, maka pewaris yang ditinggalkan tidak terpengaruh finansial yang udah gak bisa kita hasilkan lagi. Karena dengan uang asuransi yang keluar, diharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat tetap mempertahankan pola hidup dengan kondisi finansial sejumlah kurang lebih sama seperti ketika si pemberi penghasilan masih hidup.

Betwe, foto ilustrasinya walopun ngaku lagi malas tapi kok tetep kece sih, Mbak. Heu heu heu

Idah Ceris said...

Manusiawi banget, ketika memperdulikan barang ketimbang raga inih. Karena, rata2 seperti itu, Mak.

Kalau kata saya yang masih muda (hahaha muda), asuransi belum perlu.

Tapi, kata orangtua saya asuransi perlu. Malah sejak lahir sudah diasuransikan. Semoga sehat selalu ya, Mak Miiiir.

Lidya - Mama Cal-Vin said...

walaupun ada Allah yang emnjaga kita, setidaknya ada proteksi atas diri kita sendiri ya. Allhamdulillah dirumah punya asuransi masing-masing hanya untuk lebih tenang aja sih

astin astanti said...

Aku udah pernah punya asuransi, sekrang enggak punya lagi *yang mau nyales asuransi...silahkaaan..hihii

Lianny Hendrawati said...

Nggak ada yang pernah tahu masa depan ya mak, tetap harus berjaga-jaga menghadapi segala kemungkinan terburuk.

Mugniar said...

Iya sih Mak ... benar ...

anazkia said...

Mbak Miraaaaa
Hahahahaha, mau komen fotonya aja boleh? :P :P bihihihi

Enny Rohmania said...

Sekolah saya dulu d asuransi n pernah kerja jg d asuransi.klo mau beli asuransi lebih baek yg asuransi murni atau asuransi kesehatan, krn lebih berasa manfaatnya..klo mau investasi mending pilih di tools yg lain aja..btw,fotonya ngeri2 sedep euy..hahahaha..

Sumarti Saelan said...

Aeeehhh...ga salah tu fotona :v :v

Tapi untuk asuransi, memang penting kok

unit link terbaik di indonesia said...

walah si mba ini fotonya ngeflat bgt. tapi sekarangkan udah tau tuh manfaat asuransi. dan pentingnya asuransi. sama sperti saya dulu saya tidak suka dengan asuransi. unit link indonesia

Anonymous said...

Serius mbaa? Boleh aku hub engga mba? Aku dr prudential. Salam kenal. Anne .