September 16, 2014

Ketika Aku Sah Menjadi Istrimu

Malam ini, setiap kali aku mengingat saat itu, rasanya tidak ada yang patut dikeluhkan selain mengucap syukur tak terhingga atas nikmat dan kebahagiaan yang Tuhan beri. Ketika seorang lelaki dengan lantangnya meminangku, hingga akhirnya sah di pelaminan, dan kemudian aku menyadari, bahwa hidupku tak lagi sendiri. Ahhh, Alhamdulillah Ya Allah. Engkau hadirkan dia untukku, yang kini menjadi suamiku.

Seketika, hidupku menjadi sebuah awal dalam perjalanan selanjutnya. Sebuah perjalanan panjang yang akan mengurai banyak kisah. Mungkin di dalamnya akan kutemui segala kebahagiaan, canda ria, atau  juga kutemui kerikil, dan banyak lagi yang belum aku tau, apakah aku sanggup melewatinya. 

Sebuah awal hanya dihadapkan pada 2 pilihan. Awal yang dimulai dengan sulit, atau awal yang dimulai dengan kebahagiaan. Ya, seperti yang aku rasakan sekarang. Aku mengawali faseku yang baru dengan kebahagiaan. Cukup sudah aku mengeluh tanpa batas dan menengadah tanganku seraya memohon agar Allah Swt segera memberikanku pangeran surga. Dan kamu, kamulah yang aku pilih untuk menjadi imamku. 

Aku tidak ingin gegabah pada semua cita dan harapan yang kutitipkan padamu. Dan sebagai seorang istri, kini aku sangat memercayai kesungguhanmu untuk berjalan bersamaku, melewati bahtera rumah tangga. Sungguh, jika kukatakan ini tak mudah, memang begitu adanya. Tapi aku yakin, ketika kau tegap melangkahkan kakimu, maka setiap langkah yang kau tempuh, akan kuiringi dengan doa yang tak pernah putus. Sehingga itulah yang menguatkan kita, pada ketetapan yang akan Allah berikan pada kita.

Suamiku,
Mungkin saja aku akan lebih bermanja-manja dari sebelum engkau menikahiku. Maka pahamilah bahwa aku adalah perempuan yang patut untuk kau kasihi. Mungkin saja, aku akan lebih banyak berkeluh kesah saat penat menghampiri, maka pahamilah bahwa aku adalah perempuan yang patut kau jaga dan kau lindungi. Mungkin saja, aku akan melihat rumput tetangga lebih hijau, maka pahamilah bahwa aku adalah perempuan yang patut kau tenangkan dengan nasehat bijakmu. Mungkin saja aku akan lebih banyak meminta dari sebelumnya, maka pahamilah bahwa aku adalah perempuan penyuka keindahan. Mungkin saja, ada banyak lagi yang ingin kusampaikan, maka pahamilah bahwa aku adalah istrimu yang patut menjadi sahabatmu, menjadi teman dan partner hidupmu, yang akan selalu bertukar pikir, saling berargumen dan saling mendengar. Bukankah itu indah jika kita bisa melaluinya bersama-sama? Ya, karena kini aku telah sah menjadi istrimu. 

Fase selanjutnya telah menunggu kita di depan sana. Bukan tak mungkin segala rasa akan bergejolak sesuai dengan irama yang kita mainkan nantinya. Namun, selama kita memainkan irama itu dengan penuh kesungguhan akan arti sebuah keindahan, aku tak ingin ragu pada semua nada yang akan membuat sumbang lagu kita. Karena, kita telah hidup dengan cara kita. Bukan lagi tentang aku atau kamu. Tapi kini, tentang kita. Dan jika nanti jalan kita tak selalu indah, percayalah bahwa itu adalah proses kita menuju ridho Ilahi. Terima kasih, telah memilihku menjadi istrimu.


=============
Tulisan yang didedikasikan khusus untuk sahabat adik/ partner/ sahabat tercinta, Icus :)
Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawakhdah, warokhmah


19 comments:

Bung Penho said...

nice...so sweet kata2nya.
pelajaran berharga buat yang mengawali hidup baru.

kios barcode said...

Mengingatkan masa2 dulu, ketika jauh darimu, kini dirimu selalu bersamaku selalu, menemani, menyemangati. Terima kasih untuk kamu, mantanku.

susi said...

bagusss banget..memulai dengan kebahagiaan, semoga bisa selalu behagia menikmati semua prosesnya hingga bahagia ketika waktu berpisah tiba..love it mb.. I can't describe it :")

Mira Sahid said...

Bung Penho : Makasih, Bung

Kios Barcode : Wa, kok mantan? Heheh

Susi : Aamiin. Peluk erat buat Icus

Nanda Pramudya Wardani said...

Kata2nya manis sekali... suka banget :))
Mengawalinya dengan kebahagiaan *noted*
Happy ever after mba Susi ({})

Lina W. Sasmita said...

Aaaah...manisnya Mbak Mira. Semoga langgeng dan berterusan.

Yayack Faqih said...

Selamat ya, jadi ikut seneng liatnya juga hehe

covalimawati said...

ah mak mira.. indah bgt kata2nya.. bikin makcess.. :)

E. Novia said...

huaaa,,,mewek neh. :(

Makpon, aku padamu, hehe

zach flazz said...

cleguk. top banget

Armae said...

Paling suka dengan yang paragraf ke 5 mbak. Mungkin itu bisa cukup menjawab tanya kaum lelaki, kenapa perempuan suka begini suka begitu dan lain sebagainya. Hehe

bukanbocahbiasa said...

mantennya cuantiiiik, mak. Selamat ya, Barakallah... semoga jadi keluarga yang bahagia dunia akherat...

Nina Arimurti said...

Ooo so sweet kalimat2 mba mira. Semoga icus dilimpahi kebahagiaan lahir batin dan keberkahan selalu dlm hidupnya. Sukses selalu ya buat mba mira dan icus.

Niar Ningrum said...

Terenyuh baca nya, suara sumbang ngak papah yang penting berjalan beriringan yaa mak, aah jadi nyess...

Selamat merid buat mbak icuz sama om hendri, samara :D

Lidya said...

Barakallah mak icus ,cantik pengantinnya

rahmi said...

co cweet makpon ;) selamat mak icuus :)

lies hadie said...

So sweet Makpon.....selamat buat Mak Icus yaa..semoga Samara...

Keke Naima said...

pengantin zaman sekarang, narsis berduaan hehe

Aplikasi Toko Kasir said...

bikin ngiler, hahaha, romantis sekali ....