October 15, 2014

Kenapa Harus Asuransi?

"Helo!" Lama-lama kesal juga nih, diteleponi sales yang menawarkan produk asuransi. Hih!, dipikir waktu eke banyak apa, ngeladeni mereka dengan bahasanya yang tanpa titik koma. Bo! Kalau eke belum mau, ya, udah! Jangan maksa terus, pleiis deh!.

Begitulah reaksi saya, dulu... waktu sering ditelepon oleh sales asuransi.

Mendengar kata asuransi, saya yakin teman-teman sudah sangat familiar. Namun, nggak sedikit juga, yang merasa alergi. Hihi, kenapa coba sampai alergi? Biasanya ini disebabkan karena ketidak tauan kita, plus ditambah lagi para sales yang kerap kali menawarkan asuransi dengan gaya khas marketingnya masing-masing.

Saya pun, awalnya sama sekali engga tertarik untuk membuat asuransi. Buat apa? Toh saya sehat, usia saya juga masih muda, kok. Cie, cie.

Tapi kenyataannya, tak kenal maka tak sayang. Apalagi tingkat pengetahuan kita yang minim, tapi karena ke "sok" tahuan kita, kita kerap kali mengabaikan apa yang menjadi kebutuhan kita.

Asuransi, bikin bangkrut! Asuransi buang-buang duit! Bisa jadi itu yang ada dalam pikiran teman-teman saat ini. Tapi apakah teman-teman menyadari, bahwa kehidupan itu sangatlah beresiko? Hari ini kita sehat, siapa bisa menebak tiba-tiba besok kita terkapar lemas tak berdaya? Sungguh kehidupan itu sendiri adalah misteri.

Nah, sebagai manusia yang memiliki akal pikiran, kita selalu berpikir ingin senang dan bahagia. Tapi, bagaimana kita bisa bahagia jika resiko di depan mata kita, belum kita antisipasi. Apa yang akan terjadi pada anak-anak kita jika hal terburuk menimpa kita? Naudzubillah hi mindzalik. Saya sendiri suka merinding membayangkannya. Saya selalu berharap saya dan suami bisa tetap sehat sampai anak-anak kami menikah dan memiliki keluarga.

Itulah sebabnya, sedia payung sebelum hujan. Banyak orang yang belum ngeh terhadap asuransi, banyak yang masih berpikir sehat saat ini. Tapi masih sedikit yang berpikir untuk mengalihkan resiko. Asuransi engga seribet yang dibayangkan , kok. Mulai dengan cara pandang teman-teman, deh. Ambil asuransi karena kebutuhan kita akan pengalihan resiko, Bukan karena paksaan sales atau teman yang jadi freelance di asuransi. Cari tau tentang asuransi, dan temukan asuransi yang pas untuk kebutuhan kita. Dengan begitu, memiliki asuransi bukanlah sesuatu yang menakutkan, bukan sesuatu yang akan bikin kita bangkrut, tapi justru menolong kita dalam situasi yang tidak pernah bisa kita tebak.


5 comments:

IrmaSenja said...

Sudah kuasuransikan hatiku mba,...loh :)))

Penting banget mba, gak kebayang kalau gak pny macam nengnong yg kudu berurusan dgn dokter trus dan bolak-balik cek ini dan itu ke RS. hadeuuhhh...

pemilik toko said...

Izin nyimak ya mbak artikelnya ya mbak??

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Allhamdulillah sudah ada asuransi

eL^^ said...

salam kenal mak mira yg cantik sekali...
asuransi emang perlu ya mak. membantu sekali pas ada diantara anggota keluarga yg sakit.
ini tulisannya sy kira ikut lomba, soalny br baca dmn gtu ada lomba ttg asuransi. hehe...

Mushiqah Eldrida said...

emak punya rekomendasi nggak bagus pake asuransi apa? ^^