April 02, 2017

Ternyata, Sudah 1 Tahun!

Whuooo, ternyata sudah 1 tahun blog ini SANGAT terbengkalai saudara-saudara. Iyaa, ini adalah blog kedua setelah mirasahid.com, dan ternyata... kehilangan ruh Sang Mpunya. 

Anyway, ok, saya akan coba menghidupkan kembali blog ini deh ya. Kita mulai dari cerita agak serius.

Pernah enggak, teman-teman, merasakan bahwa waktu berjalan begitu cepat. Takut-takutnya nih, kalau kata ustadz, itu tanda-tanda kiamat. Dih, kok Seram amat sih bahasannya soal kiamat. Iya, kemarin enggak sengaja dengar di mobil uber, yang Alhamdulillah dapat driver soleh. Jadi radio yang diputar tentang ceramah gitu. 

Merasa bahwa perlu sesekali mendengar ceramah seperti itu. ((SESEKALI??)), oke maaf, ralat. Sebaiknya sesering mungkin, saya pun sengaja mendengarkan isi ceramah di radio tersebut. Dan iya, salah satu yang disampaikannya adalah tanda-tanda kemunduran jaman, Ya Allah, jujur saja, saya merinding mendengarnya. Apalagi salah satu ciri-ciri kemunduran jaman yang banyak dirasakan semua orang, pun termasuk saya adalah, merasa bahwa waktu berjalan begitu cepat. Jleb. Huuu, iya eke merasakan itu. Bagaimana dengan kalian, gaes?

Ada peribahasa, "Menjadi tua itu, pasti. Menjadi bijak itu, pilihan."
Nah, bijak yang dimaksud itu, seperti apa ya teman-teman? Apakah cukup kita dengan mampu mengontrol emosi, lebih wise, lebih cool, atau apa? Soal ini teman-teman pasti punya pandangan masing-masing. Dan buat saya pribadi, bijak dalam usia-usia matang, adalah sebuah proses kembali memaknai sebuah keberadaan kita di dunia ini.

Setelah banyak sekali melakukan kesalahan, dan semoga saja saya bisa belajar dari kesalahan tersebut, tentu saja... saya juga ingin berproses untuk kembali menjadi baik/ lebih baik dan bijak dibanding sebelumnya. Bukan, bukan pencitraan yaa. Ini hanya gambaran bahwa, seorang manusia itu akan masuk dalam fase seperti ini. Sebuah fase di mana apa yang dilakukan ingin bermanfaat dan senantiasa mendapatkan ridhoNya. Ya, mungkin ini juga peringatan dari Allah Swt, bahwa hati saya sedang bekerja. Yakalau saya enggak merenungi setiap fase, mungkin hati saya sudah jadi batu. Dan bersyukur, gejolak itu saya rasakan, meski untuk benar-benar menjadi lebih baik itu memang terus berproses. 

Nah, teman-teman, gimana sih pengalaman kalian memasuki usia-usia 35 ke atas? Apa metamorfosis kalian setelah usia 35 ke atas? Asli, saya mau banget belajar dari sharing2 teman2. Siapa tau kita bisa saling mengajarkan. *Ahzeg...

Yuk, ditunggu komennya ya

No comments: